Liput – 17 April 2026 | Super League 2025/2026 kini memasuki fase akhir dengan masing-masing tim hanya menyisakan tujuh pertandingan. Di antara puluhan kontestan, Persib Bandung tampil sebagai petahana yang paling diunggulkan untuk merebut gelar juara. Keunggulan Persib tidak hanya berasal dari konsistensi hasil di lapangan, tetapi juga dari selisih empat poin yang memisahkannya dari pesaing terdekat, Borneo FC. Selisih tersebut memberikan margin strategis: bahkan jika Persib mengalami kekalahan dalam satu laga, selagi Borneo FC hanya mengamankan satu poin, sang juara masih akan memimpin klasemen dengan selisih satu poin.
Namun, sorotan kini beralih kepada beban berat yang harus dipikul oleh Borneo FC. Tim yang dipimpin oleh pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes, tengah menghadapi tekanan mental dan taktik yang signifikan. Pada pekan ini, Borneo FC dijadwalkan melakukan perjalanan jauh ke Makassar untuk menjamu PSM Makassar di kandang Gelora B. J. Habibie. Laga tandang melawan PSM selalu dikenal sebagai ujian berat karena atmosfer pendukung yang menggelegar dan kondisi lapangan yang menuntut.
Fabio Lefundes mengakui bahwa bermain di Stadion Makassar merupakan tantangan tersendiri. “Bermain di kandang tim seperti PSM selalu menuntut persiapan ekstra, baik secara fisik maupun mental. Kami harus mampu menahan tekanan suporter yang terkenal fanatik,” ungkapnya dalam konferensi pers pra‑pertandingan. Ia menambahkan bahwa strategi tim akan difokuskan pada pertahanan kompak serta serangan balik cepat, mengingat kualitas lini tengah PSM yang cukup menguasai penguasaan bola.
Sementara itu, Persib Bandung tetap berada di posisi yang relatif lebih aman. Dengan selisih empat poin dari Borneo FC, si Merah‑Kuning dapat memanfaatkan setiap hasil imbang atau kemenangan Borneo untuk menambah jarak. Pada pekan ini, Persib akan menggelar pertandingan tandang melawan tim yang berada di zona aman, sehingga risiko kehilangan poin secara signifikan lebih kecil. Keunggulan ini memberikan Persib ruang manuver taktis yang luas, memungkinkan pelatihnya untuk bereksperimen dengan formasi tanpa harus mengorbankan poin penting.
Berikut adalah ringkasan statistik klasemen sementara menjelang tujuh pertandingan terakhir:
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 27 | 18 | 7 | 2 | 58‑23 | 61 |
| 2 | Borneo FC | 27 | 15 | 9 | 3 | 49‑30 | 57 |
Data di atas menegaskan bahwa selisih poin memang tipis, namun persentase kemenangan Persib lebih tinggi, menandakan performa lebih stabil.
Tekanan pada Borneo FC bukan hanya berasal dari selisih poin, melainkan juga dari agenda pertandingan yang semakin berat. Selain menghadapi PSM Makassar, Borneo akan bertemu dengan dua tim papan atas lainnya dalam tiga pekan mendatang. Jika Borneo tidak mampu mengamankan setidaknya satu kemenangan dalam lima laga berikutnya, peluang mereka untuk menyalip Persib menjadi sangat kecil.
Di sisi lain, Persib Bandung tampak lebih leluasa dalam mengatur jadwal. Dengan pertandingan melawan tim yang berada di zona menengah, risiko kegagalan tak sebesar Borneo. Pelatih Persib dapat menyiapkan skuad utama secara teratur, menjaga kebugaran pemain kunci, dan sekaligus memberi kesempatan kepada pemain cadangan untuk mengasah performa.
Secara keseluruhan, dinamika akhir kompetisi menunjukkan bahwa beban mental dan taktik menjadi faktor penentu. Borneo FC harus menemukan cara untuk mengatasi tekanan di luar lapangan, sementara Persib Bandung dapat memanfaatkan situasi yang relatif lebih tenang untuk memperkuat posisi puncak. Pertarungan di lapangan, terutama laga Borneo melawan PSM, akan menjadi indikator jelas apakah beban tersebut dapat diatasi atau malah menjadi faktor penentu kegagalan.
Jika Borneo FC gagal menahan tekanan di Makassar, kemungkinan besar mereka akan terjerumus ke zona pertempuran poin, sementara Persib akan semakin memperlebar jarak. Sebaliknya, kemenangan melawan PSM dapat menambah kepercayaan diri dan menyalakan harapan bagi Borneo untuk kembali bersaing ketat di puncak klasemen.
Dengan sisa tujuh laga, setiap poin menjadi sangat berharga. Persib Bandung masih berada dalam posisi menguntungkan, namun tidak ada ruang untuk lengah. Borneo FC, di sisi lain, harus menanggapi beban kompetisi dengan strategi yang matang agar tidak kehilangan kesempatan menjadi juara.
Kesimpulannya, beban kompetisi kini lebih terasa di pundak Borneo FC, sementara Persib Bandung tetap menjadi tim yang paling dekat dengan trofi. Performa pada pekan-pekannya mendatang akan menentukan siapa yang akhirnya mengangkat piala Super League 2025/2026.