Bojan Hodak Selangkah Lagi Pecahkan Rekor 200 Poin Persib Bandung, Dua Poin Lagi dan Sejarah Baru Menanti

Liput – 18 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kini berada di ambang pencapaian bersejarah bersama Persib Bandung. Hanya dua poin tambahan yang diperlukan untuk melampaui rekor 200 poin yang selama ini dipegang oleh legenda klub, Indra M. Tohir. Saat ini Hodak telah mengumpulkan 199 poin dari 94 pertandingan sejak mengambil alih tim pada pekan keenam Liga 1 musim 2023/2024.

Statistik lengkap menunjukkan bahwa Hodak mencatat 57 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Dengan rata-rata poin per pertandingan hampir 2,12, performa tersebut menempatkan Persib Bandung pada puncak klasemen sementara Super League 2025/2026, dengan total 64 poin dari 27 laga.

Rekor yang diincar Hodak merupakan catatan tertinggi dalam kompetisi domestik Persib. Indra M. Tohir, yang melatih klub dalam tiga periode (1994/1995, 1999–2001, dan 2005), mengumpulkan 200 poin dari 113 pertandingan (58 kemenangan, 26 imbang, 29 kekalahan). Berikut perbandingan singkat antara keduanya:

Pelatih Pertandingan Kemenangan Imbang Kekalahan Poin
Bojan Hodak 94 57 28 9 199
Indra M. Tohir 113 58 26 29 200

Hodak menanggapi peluang ini dengan sikap tenang. “Saya tidak merasa tertekan, tapi itu hal yang bagus, menyenangkan. Rekor apa pun itu bagus,” ujar pelatih dalam konferensi pers di Bandung. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini memiliki nilai lebih dari sekadar angka, karena melampaui jejak seorang tokoh yang telah memberi kontribusi besar bagi Persib.

Motivasi tambahan tersebut tampak jelas ketika Hodak menekankan pentingnya menghormati warisan Indra Tohir. “Mencapai itu berarti sesuatu yang penting, karena beliau melatih di sini bertahun‑tahun dengan hasil luar biasa. Melampaui beliau tidak mudah, jadi pencapaian yang bagus,” jelasnya.

Peluang emas untuk menorehkan sejarah terbuka pada laga tandang melawan Dewa United pada Senin, 20 April 2026. Hasil imbang saja sudah cukup untuk menyamakan rekor, sementara kemenangan akan mengukuhkan Hodak sebagai pelatih dengan poin terbanyak dalam era Liga Indonesia modern. Persib, yang kini memimpin klasemen, diharapkan dapat memanfaatkan momentum positif ini.

Selain target domestik, Hodak juga menyoroti prospek kompetisi tambahan yang dibahas PSSI. Rencana penambahan Piala Indonesia di musim depan dipandang positif oleh sang pelatih, yang menilai pentingnya keberadaan turnamen cup untuk memberikan kesempatan bermain bagi pemain muda dan meningkatkan jumlah pertandingan klub sesuai standar Asia Tenggara.

Karier internasional Hodak juga memberi warna pada pencapaian ini. Sebelumnya, ia berhasil membawa Kuala Lumpur City FC meraih Malaysia Cup 2020‑2021 serta menjuarai Piala FA Malaysia bersama Kelantan FA pada musim 2011‑2013. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting dalam mengarahkan Persib menuju konsistensi tinggi.

Dengan dukungan massa Bobotoh, manajemen klub, dan stabilitas skuad, Persib Bandung berada pada posisi yang menguntungkan untuk menutup musim dengan gelar. Jika Hodak berhasil menambah dua poin, ia tidak hanya menorehkan nama dalam sejarah Persib, tetapi juga memperkuat citra manajerialnya sebagai pelatih yang mampu mengangkat klub ke level tertinggi.

Secara keseluruhan, situasi saat ini menandakan babak baru bagi Persib Bandung. Rekor 200 poin Indra M. Tohir yang selama puluhan tahun menjadi standar emas kini berada dalam jangkauan. Semua mata tertuju pada laga melawan Dewa United, di mana setiap menit permainan dapat menentukan apakah Bojan Hodak akan mengukir sejarah baru atau tetap berada selangkah di belakang legenda klub.