Liput – 17 April 2026 | Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik menjadi saksi gemilangnya Timnas Vietnam U-17 pada pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-17 2026. Pada Kamis, 16 April 2026, skuad Golden Stars berhasil mencetak sepuluh gol tanpa balas, mengalahkan Timor Leste U-17 dengan skor 10-0. Kemenangan telak ini tidak hanya menempatkan Vietnam di puncak klasemen sementara, tetapi juga menambah tekanan pada tim tuan rumah, Indonesia U-17, yang akan menghadapi Vietnam tiga hari kemudian.
Gol pertama Vietnam muncul pada menit kelima lewat tendangan bebas Chu Ngoc Nguyen Luc, yang menembus gawang Joao Baptista. Hattrick Luc (menit 5, 31, dan 84) menjadi salah satu sorotan utama, bersama dengan dua gol dari Van Duong (menit 68, 70, 80). Le Trong Dai Nhan menambah keunggulan pada menit ke-19, sedangkan Le Sy Bach mencetak gol pada menit ke-24. Tran Tri Dung menutup babak pertama dengan gol ke-4 pada menit ke-61, dan Nguyen Duy Khang menambah satu gol pada menit ke-69. Total 14 tembakan mengarah ke gawang, dengan akurasi tinggi.
Lini belakang Vietnam, yang dipimpin pelatih Cristiano Rocha Canedo Roland, menunjukkan disiplin luar biasa. Meskipun Timor Leste sempat menekan pada fase awal, pertahanan Vietnam berhasil menahan setiap ancaman, sementara penjaga gawang Nguyen Luc (nama pemain) tidak pernah dipanggil. Strategi serangan balik yang terorganisir memaksa Timor Leste terus berada di zona defensif, sehingga peluang mencetak gol semakin menipis.
Dengan kemenangan ini, Vietnam mengumpulkan 6 poin dari dua laga, mencatat selisih gol +14 dan memimpin Grup A. Berikut tabel sementara Grup A setelah laga kedua:
| Pos | Tim | PG | ME | K | GM | GK | Selisih | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Vietnam | 2 | 0 | 0 | 14 | 0 | +14 | 6 |
| 2 | Malaysia | 2 | 1 | 1 | 1 | 4 | -3 | 3 |
| 3 | Indonesia | 1 | 0 | 1 | 4 | 1 | +3 | 3 |
| 4 | Timor Leste | 0 | 0 | 2 | 0 | 14 | -14 | 0 |
Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 mengalami kemunduran pada laga sebelumnya melawan Malaysia U-17, kehilangan satu poin penting dengan skor 0-1. Kekalahan itu menurunkan posisi Indonesia menjadi peringkat ketiga dengan tiga poin, selisih gol +4. Kemenangan melawan Vietnam menjadi satu-satunya jalan untuk menyalip tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto dan mengamankan tempat otomatis ke semifinal.
Pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa timnya harus mencetak selisih gol minimal sebelas agar dapat menyalip Vietnam. “Kami harus bermain agresif sejak peluit pertama, memanfaatkan setiap peluang, dan menjaga konsistensi pertahanan,” ujarnya dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Tekanan juga datang dari aturan turnamen: hanya juara grup yang langsung lolos ke semifinal, sementara tiga runner-up bersaing untuk satu slot tambahan melalui fase play‑off. Dengan poin dan selisih gol yang sama antara Malaysia dan Indonesia, head‑to‑head menjadi faktor penentu, menguatkan urgensi bagi Garuda Muda untuk meraih kemenangan besar.
Secara keseluruhan, performa Vietnam menunjukkan kualitas teknis dan taktik yang matang, menandakan bahwa mereka menjadi kandidat kuat untuk mengangkat trofi akhir. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Vietnam pada Minggu, 19 April 2026, pukul 19.30 WIB di stadion yang sama, menjadi ujian berat. Kesempatan terakhir untuk mengamankan tiket semifinal tergantung pada eksekusi strategi, ketajaman serangan, dan ketahanan mental para pemain muda.
Jika Indonesia berhasil menutup selisih gol dengan cara mencetak setidaknya delapan gol tanpa kebobolan, peluang mereka untuk menyalip Vietnam akan meningkat. Namun, mengingat catatan pertahanan Vietnam yang belum kebobolan dalam dua laga, tantangan tersebut tidaklah mudah.
Dengan sisa dua hari menjelang pertemuan krusial, kedua tim terus melakukan persiapan intensif. Sementara Vietnam berfokus pada mempertahankan momentum serangan, Indonesia berusaha memperbaiki lini pertahanan dan meningkatkan kreativitas di lini tengah. Pertarungan antara dua tim muda ini tidak hanya menentukan nasib semifinal, tetapi juga mencerminkan perkembangan sepak bola usia dini di kawasan ASEAN.
Para penggemar sepak bola di Indonesia menantikan laga penentu ini dengan antusias, berharap Garuda Muda dapat menorehkan sejarah baru di Piala AFF U-17 2026.