Trenggiling Masuk Rumah Warga di Pekanbaru, Damkar Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi Aman

Liput – 22 April 2026 | Pekanbaru, 22 April 2026 – Pada siang hari tadi, seekor trenggiling (pangolin) tiba-tiba masuk ke dalam rumah warga di kawasan Permukiman Riau Indah, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Kejadian yang mengagetkan warga tersebut segera dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pekanbaru melalui layanan darurat 112.

Menurut keterangan saksi mata, trenggiling tersebut muncul di pekarangan rumah sekitar pukul 11.45 WIB. Hewan berbadan panjang, bersisik, dan dikenal sebagai satwa dilindungi ini tampak kebingungan karena terperangkap di antara perabotan rumah. Warga yang melaporkan, seorang ibu bernama Siti Nurhaliza, menyebutkan bahwa trenggiling itu bergerak perlahan namun menimbulkan kepanikan karena keberadaannya yang tidak biasa di dalam rumah.

Setelah menerima laporan, Regu 3 Damkar Pekanbaru segera dikerahkan ke lokasi. Tim yang dipimpin oleh Koordinator Wilayah Hasbiallah, didampingi Komandan Regu M. Fadli serta Wakil Komandan Regu M. Arifin, tiba di tempat peristiwa sekitar pukul 12.10 WIB, kurang lebih 25 kilometer dari pos Damkar. Sekretaris Damkar Pekanbaru, Herman, menjelaskan bahwa prosedur standar evakuasi satwa liar berbahaya diterapkan, meskipun trenggiling bukan termasuk ular berbisa.

Berikut tahapan evakuasi yang dilakukan oleh tim Damkar:

  • Identifikasi lokasi dan kondisi hewan menggunakan alat pengukur suhu dan kamera termal.
  • Pengamanan area dengan pita pengaman dan penutup untuk menghindari interaksi langsung dengan warga.
  • Penggunaan stick penjepit khusus serta sarung tangan anti-selaput untuk menangkap trenggiling tanpa melukai hewan.
  • Pengangkutan hewan ke kendaraan penangkap satwa yang dilengkapi ventilasi dan pendingin.
  • Penyampaian hewan ke Balai Konservasi Satwa Liar Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Proses penangkapan berlangsung mulai pukul 12.35 WIB dan selesai sekitar 20 menit kemudian pada pukul 12.55 WIB. Seluruh tindakan berjalan lancar tanpa menimbulkan cedera baik pada hewan maupun warga. “Evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Herman dalam pernyataannya.

Setelah memastikan lingkungan sekitar aman, tim Damkar kembali ke pos pada pukul 13.45 WIB. Keberhasilan evakuasi ini mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat yang merasa lega karena potensi bahaya dapat dihindari. Warga juga diperingatkan untuk tetap waspada dan segera melaporkan keberadaan satwa liar yang masuk ke area pemukiman.

Petugas Damkar menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama ketika berhadapan dengan satwa dilindungi seperti trenggiling. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap atau memindahkan hewan sendiri. Segera hubungi layanan darurat agar tim profesional dapat menangani dengan cara yang aman dan sesuai prosedur,” ujar Koordinator Hasbiallah.

Kasus ini juga menambah catatan positif bagi Damkar Pekanbaru yang dikenal cepat tanggap dalam penanganan situasi darurat, baik kebakaran, bencana alam, maupun kejadian satwa liar. Keberhasilan tim dalam mengevakuasi trenggiling tanpa korban memperkuat kepercayaan publik terhadap kemampuan dan profesionalisme pemadam kebakaran setempat.

Dengan meningkatnya laporan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman, Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru berencana meningkatkan pelatihan khusus bagi petugasnya, termasuk penggunaan peralatan penangkap satwa yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons di masa mendatang serta melindungi keseimbangan ekosistem lokal.

Secara keseluruhan, evakuasi trenggiling yang berhasil ini menunjukkan sinergi antara warga dan petugas Damkar dalam menjaga keamanan dan kelestarian satwa. Diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat jaringan respons cepat di wilayah Pekanbaru.