Liput – 19 April 2026 | Parma berhasil mengamankan tiga poin penting dalam pertandingan Serie A melawan Udinese pada Sabtu (18 April 2026) di Stadion Bluenergy, Udine. Gol tunggal yang dicetak oleh Nesta Elphege pada menit ke-51 menjadi penentu akhir skor 1-0 untuk tim asal Emilia‑Romagna.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi; kedua sisi berusaha menciptakan peluang sejak menit pertama. Udinese menampilkan serangan cepat melalui Nicolo Zaniolo, sementara Parma menanggapi dengan tendangan berbahaya dari Gabriel Strefezza. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil pada babak pertama.
Masuk babak kedua, Parma meningkatkan tekanan. Setelah serangkaian umpan pendek, Strefezza berhasil mengirim bola ke dalam kotak penalti, di mana Nesta Elphege, yang baru masuk menggantikan Pellegrino, memanfaatkan kesalahan bek Udinese, Kabasele, dan mengeksekusi tembakan sinyal kiri yang meluncur melewati Okoye. Gol ini tidak hanya menjadi gol pertama Elphege di Serie A, namun juga memberikan keunggulan bagi Parma.
Setelah gol, Udinese mencoba bangkit. Nicolo Zaniolo kembali menonjol dengan dua peluang, pertama lewat tembakan dari dalam area yang meleset, dan kedua dengan sundulan kepala yang tidak berhasil menembus gawang. Idrissa Gueye hampir memperkecil jarak lewat tembakan yang mengenai mistar gawang Parma. Kedua tim tetap berusaha, namun pertahanan masing-masing tampil solid.
Statistik akhir menunjukkan Parma mengumpulkan 39 poin dan menempati posisi ke-13, selisih 12 poin dari zona degradasi, sementara Udinese tetap pada posisi ke-11 dengan 43 poin, hanya dua poin di bawah zona sepuluh besar.
| Tim | Posisi | Poin |
|---|---|---|
| Parma | 13 | 39 |
| Udinese | 11 | 43 |
Keberhasilan Parma kali ini menambah catatan kemenangan mereka setelah mengalahkan Milan 1-0 pada 22 Februari 2026. Sementara itu, Udinese harus menahan tekanan untuk kembali ke jalur kemenangan dalam beberapa pekan mendatang.
Secara taktik, Parma menampilkan pola permainan catenaccio yang disiplin, mengandalkan serangan balik cepat, terutama melalui peran Strefezza dan Elphege. Udinese, meski memiliki kreativitas melalui Zaniolo, belum mampu menembus pertahanan lawan secara konsisten.
Dengan hasil ini, fokus kedepannya bagi Udinese adalah memperbaiki efisiensi di lini akhir dan mengurangi kesalahan defensif, sedangkan Parma berupaya mempertahankan momentum positif menjelang fase akhir musim.