Liput – 21 April 2026 | Sassuolo menorehkan satu momen penting dalam sejarahnya pada pekan ini dengan mengalahkan Como 2-1 di laga kandang. Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi kemenangan pertama klub di rumah melawan tim tersebut, melainkan juga menandai kebangkitan performa tim di tengah kompetisi Serie A yang semakin kompetitif.
Gol pembuka datang dari Cristiano Volpato, yang menerima umpan tepat dari M’Bala Nzola di pertengahan babak pertama. Volpato mengeksekusi tembakan halus ke sudut atas gawang, memberi Sassuolo keunggulan 1-0. Tak lama setelah itu, Nzola memperlihatkan kemampuan luar biasa dengan menembus pertahanan Como dan menambahkan gol kedua, memperlebar selisih menjadi 2-0 menjelang jeda.
Como, yang dipimpin oleh pelatih Fabio Pecchia, berusaha bangkit di babak kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui gol header Nico Paz pada menit ke-70. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir, karena pertahanan Sassuolo yang dipimpin oleh kapten Cesc Fabregas berhasil menahan tekanan lawan hingga peluit akhir.
Berikut adalah rangkuman statistik pertandingan:
- Skor Akhir: Sassuolo 2 – 1 Como
- Penjaga Gawang: Andrea Consigli (Sassuolo) – Jean Butez (Como)
- Penguasaan Bola: Sassuolo 55% – 45% Como
- Jumlah Tembakan: Sassuolo 14 (7 tepat sasaran) – 11 (5 tepat sasaran) Como
- Kartu Kuning: 3 masing-masing tim
Penampilan impresif Nzola menjadi sorotan utama. Penyerang asal Angola ini, yang sebelumnya mencetak gol penting dalam pertandingan melawan tim-tim besar, kini menambah koleksi golnya di Serie A, menjadikannya salah satu pemain asing paling produktif dalam skuad Sassuolo. Dengan gol keduanya, ia menegaskan perannya sebagai ujung tombak serangan tim.
Pelatih Sassuolo, Alessio Dionisi, menyatakan kepuasannya atas taktik yang diterapkan. “Kami menyiapkan diri secara matang, menekankan press tinggi dan transisi cepat. M’Bala Nzola memberikan kreativitas dan keberanian di depan gawang, sementara Fabregas mengatur irama permainan dari tengah,” kata Dionisi dalam konferensi pers pasca laga.
Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke posisi menengah atas klasemen Serie A, menempati peringkat ke-9 dengan 38 poin setelah 29 pertandingan. Peningkatan posisi ini penting bagi klub yang berambisi bersaing untuk tempat di kompetisi Eropa pada musim berikutnya.
Selain keberhasilan di lapangan, kemenangan Sassuolo juga memberikan dampak positif bagi ekonomi klub. Pendapatan dari penjualan tiket, merchandise, serta peningkatan eksposur media diharapkan dapat memperkuat neraca keuangan, terutama menjelang penutupan jendela transfer musim panas.
Secara historis, Sassuolo belum pernah mencatat kemenangan kandang melawan Como sejak bergabung di Serie A. Kemenangan ini menandai perubahan paradigma, dimana tim kecil dari Emilia-Romagna kini mampu menantang klub-klub tradisional dengan strategi yang terorganisir dan pemain-pemain berkarakter.
Di sisi lain, Como harus menelan kekalahan kedua berturut-turut setelah sebelumnya kalah tipis melawan Inter Milan. Kekalahan ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk meningkatkan konsistensi performa, terutama menjelang sisa pertandingan musim ini.
Dengan hasil ini, Sassuolo menegaskan niatnya untuk terus bersaing di tingkat tertinggi. Keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja keras seluruh staf, dukungan suporter setia, serta kontribusi pemain kunci seperti Nzola dan Fabregas. Jika konsistensi dapat dipertahankan, klub ini berpotensi mengukir sejarah baru di Serie A.
Ke depan, Sassuolo akan menghadapi pertandingan melawan tim-tim papan atas lainnya, termasuk duel penting melawan Lazio dan Roma. Tantangan tersebut akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan tim dalam mempertahankan momentum positif yang baru saja diraih.