Liput – 17 April 2026 | Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum investasi yang disiarkan oleh CNBC, serta dikutip oleh sejumlah media olahraga internasional. Infantino menekankan pentingnya kehadiran Iran sebagai perwakilan rakyatnya di panggung sepak bola dunia, meski situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran masih tegang. “Iran pasti akan datang. Mereka mewakili rakyatnya dan telah lolos dengan prestasi olahraga,” ujarnya, menegaskan bahwa keputusan FIFA tidak akan berubah meski ada tekanan politik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berita ini datang bersamaan dengan komentar dari pemain bertahan timnas Iran, Shoja Khalilzadeh, yang mengungkapkan loyalitas penuh terhadap negara di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Khalilzadeh menyatakan, “Semua pemain berdiri untuk negara dan tanah air kami. Kami akan berjuang demi kebanggaan Iran sampai akhir,” sambil menambahkan bahwa timnya mengalami jeda latihan selama sekitar 45 hari serta cedera otot hamstring yang diperkirakan pulih dalam 7 hingga 10 hari. Meskipun kondisi fisik belum optimal, Khalilzadeh menekankan pentingnya program training camp dan laga uji coba agar pemain dapat kembali ke puncak kebugaran menjelang turnamen utama.

Sementara Iran mengukuhkan posisinya, muncul spekulasi mengenai kemungkinan tim lain yang dapat menggantikan Iran bila terjadi penarikan secara paksa. Jurnalis ESPN asal Spanyol, Luiz Carlos Largo, melaporkan bahwa FIFA sedang menyiapkan skenario playoff tambahan yang melibatkan dua tim dari UEFA dan dua tim dari AFC. Di antara kandidat AFC, nama Indonesia muncul sebagai salah satu tim yang berpotensi mengisi slot jika Iran terpaksa mundur. Timnas Indonesia, bersama dengan Uni Emirat Arab dan Oman, berada dalam daftar tim yang dipertimbangkan untuk ikut serta dalam babak playoff yang direncanakan akan dilaksanakan sebelum akhir April 2026.

Baca juga:

Pengganti potensial tersebut tidak hanya menjadi harapan bagi Indonesia, melainkan juga menambah dinamika kompetisi kualifikasi. Jika Indonesia berhasil menembus playoff, peluangnya untuk melaju ke Piala Dunia 2026 akan bergantung pada performa melawan tim Eropa yang kuat, seperti Italia, Denmark, atau Polandia, yang juga berada dalam daftar kandidat. Pihak federasi sepak bola Indonesia (PSSI) menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi tantangan tersebut, dengan menyiapkan program latihan intensif dan mengamankan jadwal laga uji coba internasional guna meningkatkan kualitas tim.

Baca juga:

Di sisi lain, pemerintah Iran sebelumnya mengajukan permohonan pemindahan venue grup fase ke Meksiko, mengingat semua pertandingan grup mereka dijadwalkan di Amerika Serikat. FIFA menolak permintaan tersebut dengan alasan logistik dan jadwal yang sudah ditetapkan. Keputusan ini memperkuat posisi Infantino yang menegaskan bahwa “situasi harus damai pada saat pertandingan berlangsung, tetapi Iran harus datang,” menekankan bahwa politik tidak boleh mengganggu integritas kompetisi olahraga.

Baca juga:

Kesimpulannya, konfirmasi resmi FIFA bahwa Iran akan tetap berkompetisi di Piala Dunia 2026 menegaskan komitmen organisasi terhadap prinsip non-diskriminasi politik dalam olahraga. Sementara itu, potensi masuknya Indonesia ke dalam playoff tambahan membuka peluang baru bagi tim Asia untuk menembus panggung dunia. Kedua perkembangan ini menambah ketegangan dan antisipasi menjelang turnamen terbesar dalam sepak bola, dengan sorotan tidak hanya pada kualitas permainan, tetapi juga pada dinamika geopolitik yang melingkupinya.

Baca juga:
Baca juga: