Bali United vs Malut United: Dominasi 4-1, Kontroversi Wasit dan Gol Krusial Mengguncang Super League

Liput – 21 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 menyajikan laga yang menjadi sorotan utama setelah Bali United menundukkan Malut United dengan skor meyakinkan 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan keunggulan taktik dan eksekusi serangan Bali United, tetapi juga memunculkan sejumlah kontroversi keputusan wasit yang menambah ketegangan di antara kedua tim.

Gol pembuka datang pada menit ke-32 melalui aksi cepat Ciro Hendrique (yang dalam beberapa sumber disebut Ciro Alves), yang memanfaatkan umpan tepat dari gelandang muda Malut United, Taufik Rustam. Gol tersebut sempat memberi harapan bagi Laskar Kie Raha, namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Lima menit kemudian, wasit mengangkat bendera penalti setelah meninjau VAR atas pelanggaran yang melibatkan kiper Malut United, Angga Saputro, terhadap pemain Bali United Diego Campos. Teppei Yachida mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Babak pertama berakhir dengan kedua tim mencatat masing-masing satu gol, namun statistik menunjukkan Bali United lebih produktif dalam menciptakan peluang. Tim tuan rumah mencatat enam tembakan dengan dua di antaranya tepat ke gawang, sementara Malut United hanya menghasilkan dua tembakan on target.

Memasuki babak kedua, tekanan Bali United meningkat secara signifikan. Pada menit ke-63, bek tengah Joao Ferrari memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk mencetak gol kedua bagi Bali United. Gol tersebut muncul setelah terjadinya kontroversi lain: Wbeymar Angulo dari Bali United dianggap melakukan pelanggaran saat merebut bola, meski pemain Malut United berpendapat bahwa aksi tersebut bersih. Wasit tetap memberi tendangan bebas, yang kemudian berbuah gol melalui sundulan Joao Ferrari.

Empat menit setelah gol Ferrari, Boris Kopitovic menambah keunggulan dengan sundulan keras pada menit ke-67, memanfaatkan kerusuhan di depan gawang Malut United. Gol keempat dicetak oleh Thijmen Goppel pada menit ke-77 setelah serangan balik cepat yang melewati dua pemain lawan dan mengakhiri dengan tembakan akurat ke sudut kanan atas gawang. Pada menit akhir pertandingan, Malut United berusaha mengejar ketertinggalan dengan serangkaian tembakan, namun kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, menunjukkan performa gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.

Statistik akhir menunjukkan Bali United melancarkan 13 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Malut United mencatat 11 tembakan dengan 4 on target. Kedua tim masing-masing mencatat 6 tembakan blok, menandakan intensitas serangan yang tinggi selama 90 menit.

Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyampaikan kekecewaannya pasca laga. Ia menilai keputusan wasit, khususnya pembatalan penalti pada menit kedua dan penilaian pelanggaran terhadap Angulo, menghambat momentum timnya. “Kami bermain dengan kualitas, namun keputusan yang tidak konsisten membuat kami kehilangan peluang penting,” ujar Susilo dalam konferensi pers.

Sementara itu, pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengapresiasi hasil tiga poin di kandang sendiri. “Kami menampilkan permainan yang terorganisir, memanfaatkan setiap kesempatan, dan tetap fokus meski ada tekanan dari keputusan wasit,” kata Jansen. Kemenangan ini menambah total poin Bali United menjadi 39, mengangkat mereka dari peringkat ke-11 ke peringkat ke-9 klasemen sementara. Malut United tetap berada di posisi kelima dengan 46 poin, namun harus berjuang melawan persaingan ketat di bagian atas tabel.

Selain aspek taktis, laga ini menyoroti peran teknologi VAR dalam sepakbola Indonesia. Keputusan pembatalan penalti pada menit kedua, serta peninjauan handball yang akhirnya dinyatakan tidak terjadi, menjadi contoh bagaimana VAR dapat memengaruhi dinamika pertandingan secara signifikan.

Secara keseluruhan, pertemuan Bali United vs Malut United mencerminkan kualitas kompetisi yang terus meningkat di BRI Super League. Meskipun terdapat perdebatan seputar keputusan wasit, hasil akhir menunjukkan dominasi Bali United di rumah sendiri dan menegaskan ambisi mereka untuk terus bersaing di puncak klasemen.