Liput – 15 April 2026 | AS Roma kembali menjadi sorotan utama Serie A setelah serangkaian rumor transfer dan dinamika internal yang semakin kompleks. Dua pemain muda berbakat, Evan Ndicka dan Manu Kone, dikabarkan sedang dalam pembicaraan intens dengan klub Inggris, namun AS Roma tampak siap membuka peluang bagi duo tersebut untuk kembali mengisi lini pertahanan dan tengah. Kedekatan antara klub dan United menambah bumbu pada spekulasi, meskipun detail resmi belum terungkap.
Di luar urusan pasar transfer, AS Roma sedang menghadapi krisis manajerial yang mengancam stabilitas klub. Hubungan tegang antara pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan klub menjelang perayaan centennial pada 7 Juni 2027. Konflik ini menjadi penyebab utama tertundanya kepulangan legenda klub, Francesco Totti, dalam peran resmi sebagai duta atau direktur teknik. Pada pertengahan Februari lalu, kesepakatan tampak sudah hampir selesai; Totti sendiri mengonfirmasi bahwa diskusi sedang berlangsung dan Ranieri memberikan dukungan penuh.
Namun, setelah pertemuan makan malam Totti bersama Gasperini dan mantan bek Roma, Vincent Candela, yang berlangsung di sebuah restoran terkenal di pusat kota Roma, manajemen klub tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Sejak pertemuan itu, tidak ada kontak lanjutan dari Trigoria, dan proses perekrutan Totti seolah terhenti. Saat ini, Totti tengah menikmati liburan di Bahama sambil menunggu sinyal dari keluarga Friedkin, pemilik klub, yang belum memberikan kepastian.
Sementara itu, situasi kontrak pemain utama Roma juga menambah ketidakpastian. Paulo Dybala, yang kini berada di Roma dengan kontrak yang akan berakhir pada musim ini, telah menyatakan keinginannya untuk tetap berkarier di Italia, meski opsi pindah ke AC Milan muncul kembali. Laporan dari Corriere della Sera menyebutkan Dybala tertarik kembali bekerja dengan mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yang kini memimpin Milan. Keputusan akhir Dybala sangat dipengaruhi pada nasib Rafael Leão di Milan; jika Leão tetap berada di San Siro, peluang Dybala ke Milan menurun, sementara jika Leão pergi, Milan diperkirakan akan mencari penyerang tradisional, termasuk opsi Dybala atau pemain lain.
Dybala sendiri belum menerima konfirmasi resmi mengenai perpanjangan kontrak dengan Roma. Ia telah menerima tawaran dari klub-klub di Argentina, Brazil, serta beberapa tim Eropa, namun menyatakan kesiapan menerima kontrak berbasis performa jika harus menurunkan gaji. Pilihan untuk tetap di Roma atau pindah ke klub lain masih menjadi perdebatan internal antara manajemen, Gasperini, dan Ranieri.
Ketegangan antara Gasperini dan Ranieri tidak hanya memengaruhi keputusan terkait Totti, namun juga menimbulkan keraguan pada proses perekrutan pemain baru. Kedua figur tersebut memiliki pandangan berbeda mengenai strategi transfer; Gasperini lebih menekankan pada penguatan lini tengah dengan pemain berusia muda, sementara Ranieri mengusulkan pendekatan yang lebih berorientasi pada pengalaman. Perbedaan ini tercermin dalam kebijakan gaji dan struktur kontrak yang menjadi bahan perdebatan di ruang rapat Trigoria.
Berikut rangkuman isu-isu utama yang sedang melanda AS Roma:
- Transfer Evan Ndicka dan Manu Kone: Kedua pemain diperkirakan berada dalam negosiasi dengan United, namun Roma bersedia membuka peluang kembali.
- Konflik Gasperini‑Ranieri: Perselisihan internal menunda keputusan strategis, termasuk kepulangan Totti.
- Nasib Francesco Totti: Diharapkan kembali sebagai duta klub menjelang centennial, namun proses terhambat oleh kurangnya komunikasi internal.
- Situasi Paulo Dybala: Keinginan kembali ke Milan tergantung pada keputusan Milan terkait Rafael Leão; kontrak Roma masih belum pasti.
- Perspektif Musim 2026‑27: Roma harus menyeimbangkan antara membangun tim muda dan mempertahankan pengalaman pemain senior untuk bersaing di Serie A.
Dengan tekanan dari para pendukung yang mengharapkan kehadiran Totti di tengah perayaan seratus tahun berdirinya klub, manajemen Roma berada di persimpangan jalan. Jika konflik internal dapat diselesaikan, Roma berpotensi menandatangani Ndicka dan Kone, serta memberikan peran baru bagi Totti yang dapat meningkatkan citra klub. Sebaliknya, kegagalan mencapai kesepakatan dapat memperparah ketidakstabilan dan memengaruhi performa tim di kompetisi domestik dan Eropa.
Ke depan, keputusan penting akan tergantung pada hasil evaluasi internal yang dijadwalkan setelah akhir musim. Para pengamat menilai bahwa Roma membutuhkan kepastian struktural untuk mengoptimalkan strategi transfer, menyelesaikan perselisihan manajerial, serta memberikan kepastian kontrak bagi pemain kunci seperti Dybala. Hanya dengan sinergi yang terjalin antara Gasperini, Ranieri, dan pemilik klub, Roma dapat menatap masa depan yang lebih stabil dan kompetitif.
