Sirius Rekor Kemenangan 2-0 atas Hammarby, Gemparkan Studenternas IP

Liput – 15 April 2026 | Uppsala menjadi saksi dramatis pada laga pekan ini ketika IK Sirius menumbangkan Hammarby IF dengan skor 2-0 di Studenternas IP. Kedua gol tercipta lewat aksi brilian Isak Bjerkebo dan Robbie Ure, yang dijuluki oleh Nahir Besara sebagai “topp i allsvenskan“. Kemenangan ini sekaligus menandai Hammarby mengalami kekalahan pertama mereka di musim Allsvenskan 2026, mengakhiri rentetan kemenangan enam laga beruntun.

Sejak peluit pertama, Sirius menunjukkan strategi defensif yang rapat sekaligus transisi cepat. Pada menit kelima, Bjerkebo memanfaatkan ruang di kotak penalti Hammarby dan menembakkan bola ke gawang, memberikan Sirius keunggulan awal. Hammarby berusaha bangkit, namun pertahanan yang dipimpin oleh bek veteran Frederik Winther dan kiper Warner Hahn tampak kebingungan, memungkinkan Ure menambah satu lagi pada babak pertama. Ure mengeksekusi serangan balik yang cepat, menyelesaikan peluang dengan tembakan rendah ke sudut kiri gawang.

Pelatih Andreas Engelmark menegaskan keputusan taktisnya dengan menurunkan Mohamed Soumah menggantikan Victor Ekström, strategi yang terbukti efektif dalam menahan serangan Hammarby. Di sisi lain, Kalle Karlsson, pelatih Hammarby, melakukan perubahan di lini depan dengan menurunkan Elohim Kaboré menggantikan Paulos Abraham yang sebelumnya menjadi pencetak hattrick di laga sebelumnya. Perubahan tersebut ternyata belum cukup mengatasi tekanan Sirius yang konsisten.

Setelah jeda, Hammarby mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, pernyataan kiper Warner Hahn mengungkapkan rasa kecewa atas dua gol mudah yang masuk. “Kami membiarkan dua gol sederhana masuk, pertama setelah lima menit. Kami mencoba menciptakan peluang, tetapi sering hanya peluang kecil,” ungkap Hahn dalam konferensi pers pasca pertandingan. Sementara itu, kapten Nahir Besara menilai bahwa tim lawan sangat kuat secara defensif dan cepat dalam transisi, sehingga sulit bagi Hammarby untuk mengejar ketertinggalan.

Neo Jönsson, gelandang Sirius, menambahkan perspektif pribadi tentang kemenangan ini. Ia menyebutkan bahwa mengalahkan Hammarby memiliki nilai khusus karena ayahnya, Nicklas Jönsson, pernah menjadi pemain Hammarby. “Dengan latar belakang keluarga, mengalahkan Bajen terasa ekstra memuaskan,” ujarnya. Jönsson juga mengakui kekecewaan pribadi karena tidak mencetak gol, namun menekankan pentingnya kontribusi defensif dan kerja tim.

Rekor kehadiran penonton pada malam itu juga patut dicatat. Studenternas IP dipadati penonton terbanyak dalam sejarah stadion, dengan sorakan riuh dari pendukung Sirius termasuk anak-anak seperti Adam Westin, berusia 10 tahun, yang menyatakan kegembiraannya atas kemenangan tim kesayangan. Sementara itu, sebagian pendukung Hammarby, seperti Signe Bennich Karlstedt, mengkritik hasil akhir dengan menyebutnya “bajsmacka”.

Secara statistik, Sirius mencatat penguasaan bola 58% dan menciptakan 12 tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang. Hammarby hanya menghasilkan 7 tembakan, dengan 2 di antaranya menembus kotak penalti tetapi tidak berhasil mengubah arah bola. Pertahanan Sirius yang solid, dipimpin oleh Bjerkebo dan Ure, menjadi kunci utama dalam menahan serangan Hammarby yang kehilangan konsistensi di lini pertahanan.

Melihat ke depan, Neo Jönsson optimis bahwa timnya mampu bersaing untuk tempat di kompetisi Eropa. “Kami ingin menantang diri untuk meraih tempat di liga Eropa, 100 persen,” kata Jönsson setelah pertandingan. Di sisi lain, Hammarby harus mengevaluasi strategi ofensif mereka, terutama setelah kehilangan pemain kunci seperti Paulos Abraham dalam laga ini. Pertarungan selanjutnya di Allsvenskan diprediksi akan semakin sengit, dengan Sirius kini memimpin klasemen sementara, sementara Hammarby berusaha bangkit kembali dari kekecewaan pertama mereka.

Kemenangan 2-0 ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Sirius, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim paling kompetitif di Allsvenskan 2026. Dengan dukungan fanatik di Studenternas IP, Sirius menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim penengah, melainkan kandidat kuat untuk meraih gelar musim ini.