Liput – 17 April 2026 | Ritme menegangkan kembali menyapa penonton pada babak akhir pertandingan grup Copa Sudamericana ketika RB Bragantino menorehkan kemenangan tipis 3-2 melawan tim asal Bolivia, Blooming, pada laga yang berlangsung di Arena Corinthians, São Paulo. Pertandingan yang berlangsung pada tanggal 16 April 2026 menyuguhkan aksi-aksi spektakuler, gol-gol krusial, serta dua kali pengurangan pemain di kedua sisi, menjadikannya sorotan utama pekan ini.
Sejak peluit awal, Bragantino menampilkan tekanan ofensif yang tinggi. Pada menit ke-12, pemain depan asal Kolombia, Isidro Pitta, membuka skor lewat sundulan tajam dari tendangan sudut, mengirim bola ke sudut atas gawang Blooming. Gol tersebut tidak hanya memberi keunggulan awal bagi tuan rumah, tetapi juga menegaskan niat Bragantino untuk menguasai pertandingan.
Blooming tidak tinggal diam. Hanya tiga menit kemudian, pada menit ke-15, pelatih mereka melakukan pergantian strategis dengan menurunkan Roberto Hinojosa, yang langsung membalas dengan tembakan keras dari luar kotak penalti, mengalahkan kiper Bragantino, Braulio Uraña. Gol balasan ini menyeimbangkan kembali kedudukan menjadi 1-1 dan menambah ketegangan pada laga.
Gol selanjutnya datang pada menit ke-27, ketika Fernando, gelandang serang Blooming, berhasil memanfaatkan kebobolan pertahanan Bragantino dan mengirim bola ke sudut jauh, memberi tim Bolivia keunggulan 2-1. Momen ini menambah tekanan pada Bragantino, yang harus mengejar kembali dalam waktu singkat.
Namun, keuletan Bragantino kembali terlihat pada menit ke-33. Setelah serangan terorganisir yang melibatkan pergerakan cepat dari sisi kanan, Moisés Villarroel mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Keputusan wasit memberikan tendangan penalti setelah Ignacio Sosa menerima kartu kuning kedua karena tantangan kasar terhadap Hinojosa.
Kejadian dramatis selanjutnya melibatkan pengurangan pemain. Pada menit ke-44, wasit menampakkan kartu merah kedua kepada Ignacio Sosa, mengirimnya keluar lapangan. Tak lama setelah istirahat, pada menit ke-61, Blooming kembali kehilangan satu pemain ketika Diago Gimenez menerima kartu merah kedua setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Marcelinho Braz. Kedua tim kini harus bertanding dengan sepuluh pemain masing-masing, menambah dimensi taktis pada fase akhir.
Memanfaatkan kelebihan satu pemain, Bragantino kembali menekan. Pada menit ke-64, Pitta kembali menambah angka lewat sundulan tajam, menyamakan kembali skor menjadi 3-3. Gol tersebut memperkuat peran penting Pitta dalam kemenangan timnya, sekaligus menegaskan dominasi udara Bragantino.
Detik-detik terakhir pertandingan menjadi puncak aksi. Pada menit ke-96, tepat tiga menit setelah peluit akhir normal, Pitta kembali menjadi pahlawan dengan menyundul bola ke gawang Blooming, mengukir gol kemenangan ke-4 untuk Bragantino. Gol tambahan ini memastikan kemenangan 3-2 bagi Bragantino, sekaligus menandai gol pertama yang dicetak di menit tambahan dalam kompetisi tersebut.
Selain aksi di atas, pertandingan ini menjadi sorotan karena dua tim bermain dengan sepuluh pemain, menambah beban fisik dan taktik bagi masing-masing pelatih. Kedua tim harus menyesuaikan formasi, meningkatkan koordinasi pertahanan, dan memaksimalkan peluang serangan melalui serangan balik cepat.
Kemenangan ini menjadi penting bagi Bragantino karena menandai kemenangan pertama mereka di fase grup Copa Sudamericana, memberikan mereka tiga poin krusial dalam klasemen. Sementara itu, Blooming harus menelan kekalahan yang menyakitkan, terutama setelah memiliki keunggulan lebih dulu dan bermain dengan keunggulan pemain pada awalnya.
Para analis sepakbola menilai bahwa performa Bragantino menunjukkan kedalaman skuad yang memadai, terutama kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan dan memanfaatkan situasi satu lawan satu di area penalti. Di sisi lain, Blooming diharapkan memperbaiki disiplin pemainnya, terutama dalam menghindari kartu merah yang dapat merusak keseimbangan tim di pertandingan-pertandingan penting.
Secara keseluruhan, laga ini tidak hanya menyajikan aksi-aksi menegangkan, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya manajemen emosional dan taktik dalam kompetisi internasional. Kedua tim kini melanjutkan kampanye mereka dengan pelajaran berharga yang dapat dijadikan modal untuk pertemuan selanjutnya.


