Liput – 21 April 2026 | Semarang menjadi saksi dramatis Final Four Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Jatidiri pada 19 April lalu. Dua sektor utama, putra dan putri, memperlihatkan persaingan ketat meski tiket Grand Final sudah berada di tangan beberapa tim unggulan. Turnamen ini tidak hanya menentukan siapa yang melaju ke final, tetapi juga mengukir sejarah bagi tim-tim yang berhasil menorehkan rekor tak terkalahkan.
Pada sektor putra, Jakarta LavAni Livin Transmedia menutup fase Final Four dengan kemenangan gemilang atas Jakarta Bhayangkara Presisi. LavAni mencatat 5 kemenangan dari 6 pertandingan, mengumpulkan total 18 poin, serta menguasai 18 set menang dan hanya 3 set kalah. Penampilan konsisten pemain bintang seperti Georg Grozer dan Boy Arnez Arabi menjadi motor utama serangan tim. Sementara itu, Bhayangkara, meski memberikan perlawanan sengit berkat Bardia Saadat, tak mampu menahan laju LavAni dan berakhir dengan 12 poin.
Di sisi putri, Jakarta Pertamina Enduro yang dibantu Megawati Cs menutup klasemen dengan posisi puncak. Meskipun pelatih melakukan rotasi pemain pada laga terakhir melawan Gresik Phonska Plus, tim tetap mampu mengamankan kemenangan penting. Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan, sementara kombinasi pemain lokal dan asing seperti Wilma Salas menambah dimensi taktis pada saat-saat krusial.
Klasemen akhir menegaskan dominasi kedua tim Jakarta di masing‑masing sektor. Berikut rangkuman tabel klasemen putra:
| Posisi | Tim | Main | Menang | Kalah | Set Menang | Set Kalah | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jakarta LavAni Livin Transmedia | 6 | 5 | 0 | 18 | 3 | 18 |
| 2 | Jakarta Bhayangkara Presisi | 6 | 4 | 2 | 14 | 6 | 12 |
| 3 | Surabaya Samator | 6 | 2 | 4 | 7 | 14 | 6 |
| 4 | Jakarta Garuda Jaya | 6 | 0 | 6 | 2 | 18 | 0 |
Meski data lengkap sektor putri tidak tersedia secara terperinci, laporan menyebutkan bahwa Pertamina Enduro menutup dengan poin tertinggi, mengamankan tiket Grand Final bersama LavAni.
Persaingan untuk posisi puncak klasemen tidak hanya soal poin, melainkan juga soal gengsi. Kedua tim Jakarta berusaha mengukuhkan superioritas mereka menjelang grand final yang akan digelar di Yogyakarta. Harga tiket untuk final diperkirakan mulai dari Rp 200.000, menjanjikan penonton mendapatkan pengalaman menonton kelas dunia.
Atmosfer di Semarang sangat memanas. Penonton yang hadir menambah energi bagi para pemain, sementara komentar pelatih menegaskan pentingnya menjaga konsistensi. “Kami fokus pada eksekusi taktik dan tidak menganggap remeh lawan, meski mereka sudah berada di luar zona relegasi,” ujar pelatih LavAni setelah pertandingan.
Dengan Final Four yang berakhir, mata kini tertuju pada persiapan Grand Final. Kedua tim unggulan diprediksi akan memperkuat skuad, memanfaatkan jeda untuk penyembuhan cedera, dan menyesuaikan strategi menghadapi lawan yang belum teruji di babak final.
Secara keseluruhan, Final Four Proliga 2026 memperlihatkan kualitas tinggi voli Indonesia, menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat kekuatan, dan menyiapkan panggung spektakuler untuk Grand Final yang akan datang.