Anthony Ginting Sambut Tantangan France: Dari Tunggal Keempat Menjadi Penentu Kemenangan Thomas Cup 2026

Liput – 17 April 2026 | Thomas Cup 2026 yang digelar di Horsens, Denmark, menjadi sorotan utama bagi para penggemar bulu tangkis dunia. Tim Indonesia kembali menurunkan empat pemain tunggal putra: Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah (sering dipanggil “Ubed”), dan Anthony Sinisuka Ginting. Meskipun Ginting biasanya menjadi andalan, kali ini ia ditempatkan sebagai tunggal keempat, sebuah posisi yang memaksa ia kembali mengingat jejak kariernya sejak debut pada Thomas Cup 2016.

Ginting mengungkapkan bahwa penurunan posisi tersebut mengingatkannya pada masa-masa awalnya sebagai pelapis. “Ya, pastinya beda banget. Rasanya seperti kembali ke masa pertama kali saya melangkah di turnamen beregu bergengsi ini,” ujarnya saat ditemui di pelatnas PBSI pada 16 April 2026. Ia menambahkan, meski peringkat dunia Ginting berada di angka 46, ia tetap yakin dapat memberi kontribusi penting bagi tim. “Kami punya kedalaman skuad yang kuat, jadi strategi penempatan pemain akan sangat menentukan,” tambahnya.

Penempatan tiga pemain muda, Alwi Farhan (peringkat ke-14 dunia) dan Ubed (peringkat ke-39 dunia), menjadi faktor kunci dalam strategi Indonesia. Ubed, yang baru berusia 18 tahun, akan menempati posisi tunggal ketiga. “Pressure-nya pasti ada karena saya harus menanggung tanggung jawab pada partai penutup,” kata Ubed. Sementara Alwi Farhan, dengan peringkat ke-14, menjadi tunggal kedua yang diharapkan dapat menstabilkan performa tim.

Selain susunan pemain, faktor eksternal juga menjadi perhatian utama. Grup D Thomas Cup 2026 mempertemukan Indonesia dengan Prancis, Thailand, dan Aljazair. Tim Prancis menampilkan lini tunggal yang mengesankan: Christo Popov (peringkat ke-4 dunia), Alex Lanier (peringkat ke-10 dunia), dan Toma Junior Popov (peringkat ke-17 dunia). Keberhasilan mereka dalam Kejuaraan Beregu Eropa menambah keyakinan bahwa Prancis merupakan batu sandungan terberat.

Ginting menanggapi ancaman tersebut dengan keyakinan. “Meskipun mereka kuat, kami juga punya kedalaman. Jonatan, Alwi, Ubed, dan saya semuanya siap memberikan yang terbaik,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya strategi pelatih dan keputusan binpres dalam menentukan urutan pertandingan. “Strategi akan sangat menentukan, terutama pada partai penutup yang biasanya menjadi penentu kemenangan atau kekalahan,” jelas Ginting.

Kehadiran Jonatan Christie, yang kali ini masuk sebagai non‑pelatnas, menambah dinamika tim. Meskipun tidak lagi berada dalam program pelatnas PBSI, peringkatnya yang berada di urutan kelima dunia menjadikannya pemain paling berpengalaman di skuad. Ginting menilai kehadiran Jonatan sebagai nilai tambah besar. “Keberadaannya dapat memotivasi kami semua, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya. Jonatan diharapkan menjadi pilar utama pada tunggal pertama, menyalurkan pengalaman dan stabilitas bagi tim muda.

Berikut rangkuman posisi pemain Indonesia beserta peringkat dunia mereka pada 14 April 2026:

  • Jonatan Christie – Peringkat 5
  • Alwi Farhan – Peringkat 14
  • Moh. Zaki Ubaidillah – Peringkat 39
  • Anthony Ginting – Peringkat 46

Dengan susunan ini, tim Indonesia menargetkan pencapaian maksimum pada fase grup dan berharap dapat melaju ke babak semifinal. Kekuatan kolektif dan mentalitas juara menjadi landasan utama dalam menghadapi lawan-lawan kuat, terutama Prancis yang tengah naik daun di sektor tunggal.

Secara keseluruhan, respons Anthony Ginting menunjukkan profesionalisme tinggi dan kesiapan mental untuk beradaptasi dengan peran baru. Meski berada di posisi tunggal keempat, ia tidak menganggapnya sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk mengingat kembali perjuangan awal kariernya dan membuktikan bahwa kedalaman skuad Indonesia tetap menjadi senjata utama dalam menatap gelar Thomas Cup 2026.