Moh Zaki Ubaidillah Siap Buktikan Kualitas di Piala Thomas 2026, Debut di Turnamen Bergengsi

Liput – 14 April 2026 | Moh Zaki Ubaidillah, pemain tunggal putra berusia muda, resmi masuk dalam skuad Timnas Indonesia untuk Piala Thomas 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark mulai 24 April hingga 3 Mei 2026. Penempatan Zaki dalam daftar 20 pemain menandai debut internasionalnya di ajang bergengsi ini, sekaligus menjadi bukti kepercayaan Pelatih Nasional serta Badminton Association of Indonesia (PBSI) terhadap potensi dan kesiapan fisik‑mentalnya.

Karir Zaki dimulai dari kejuaraan junior tingkat nasional, dimana ia berhasil meraih beberapa gelar di kategori U‑19 sebelum melaju ke kancah senior. Sejak 2023, ia menjadi bagian dari program pembinaan elite PBSI, berlatih bersama pemain senior seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, serta pasangan ganda Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Pengalaman berlatih di pusat pelatihan Cipayung memberikan Zaki kesempatan belajar taktik permainan tinggi serta kebiasaan mental juara.

Skuad Indonesia untuk Piala Thomas 2026 terdiri dari 10 pemain putra yang dibagi antara pemain senior berpengalaman dan pendatang baru. Daftar lengkapnya antara lain:

  • Jonatan Christie
  • Anthony Sinisuka Ginting
  • Fajar Alfian
  • Muhammad Shohibul Fikri
  • Sabar Karyaman Gutama
  • Moh Reza Pahlevi Isfahani
  • Alwi Farhan
  • Moh Zaki Ubaidillah
  • Raymond Indra
  • Nikolaus Joaquin

Di antara mereka, tiga pemain senior—Christie, Ginting, dan Fajar—telah menjadi tulang punggung tim sejak kemenangan Piala Thomas 2020 di Aarhus. Mereka diharapkan menjadi mentor bagi Zaki dan rekan‑rekan junior agar transisi ke level dunia berjalan mulus.

Penampilan Zaki di ajang internasional pertama kali terlihat pada Thailand Masters 2026, di mana ia berhasil menembus babak 16 besar dengan mengalahkan dua lawan berperingkat lebih tinggi. Meskipun kemudian berakhir di perempat final setelah kalah dari pemain asal Thailand, performanya menunjukkan keberanian serta kemampuan mengendalikan rally panjang—dua aspek yang menjadi sorotan pelatih tim.

PBSI menilai kontribusi semua anggota skuad, termasuk pemain muda seperti Zaki, sebagai faktor penting dalam persiapan jangka panjang. Penghargaan khusus diberikan kepada Jonatan Christie dan pasangan Sabar‑Reza yang terus menginspirasi generasi berikutnya lewat prestasi dan etos kerja. Dalam konferensi pers menjelang turnamen, Ketua PBSI menegaskan bahwa “ranking bukan lagi satu‑satunya patokan; konsistensi di lapangan dan kemampuan beradaptasi dengan lawan baru menjadi kunci utama.”

Keikutsertaan Zaki Ubaidillah di Piala Thomas 2026 tidak hanya menjadi batu loncatan pribadi, tetapi juga bagian dari strategi Indonesia untuk menyiapkan tim kuat menjelang Piala Thomas‑Uber 2028 yang akan diselenggarakan di tanah air. Dengan menambah pengalaman pemain muda di kompetisi kelas dunia, harapan besar diletakkan pada mereka untuk membawa pulang gelar di masa depan.

Secara keseluruhan, debut Moh Zaki Ubaidillah di Piala Thomas 2026 mencerminkan siklus regenerasi bulu tangkis Indonesia—senior yang tetap berkompetisi, junior yang belajar, dan federasi yang terus memperkuat fondasi. Jika Zaki dapat mempertahankan performa dan mentalitas yang ditunjukkan di Thailand Masters, ia berpotensi menjadi salah satu andalan tim dalam lima tahun ke depan, sekaligus menambah kebanggaan Indonesia di panggung internasional.