Liput – 14 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan kuat pada perdagangan Selasa 14 April 2026, menembus level 7.660,76 dengan kenaikan 2,14 persen sejak penutupan sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh gelombang beli yang meluas di kalangan investor institusional maupun ritel, terutama pada saham-saham yang berada dalam kelompok LQ45 dan IDX30. Di tengah euforia pasar, saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menjadi salah satu bintang yang bersinar, mencatat kenaikan 100 poin atau 12,74 persen, menutup pada harga 885 rupiah per lembar.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 513 saham mengalami kenaikan, 131 mengalami penurunan, dan 173 tetap stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 1.848.488 kali dengan total volume perdagangan mencapai 28,669 miliar lembar saham senilai Rp 13,600 triliun. Sektor keuangan, infrastruktur, dan bahan pokok menjadi pendorong utama, namun saham-saham industri kreatif dan teknologi juga turut berkontribusi pada momentum positif.

Salim Ivomas Pratama, bagian dari grup bisnis yang dipimpin oleh keluarga Salim, berhasil memanfaatkan sentimen bullish tersebut. Kenaikan tajam saham SIMP tidak lepas dari ekspektasi positif atas proyek-proyek infrastruktur baru, termasuk kerjasama strategis dalam bidang logistik dan pengembangan properti industri. Investor menilai bahwa profil risiko yang relatif terkontrol, ditambah dengan rekam jejak manajemen yang konsisten, menjadikan SIMP layak masuk dalam watchlist utama.

Baca juga:

Berikut rangkuman performa utama pada sesi perdagangan tersebut:

Indeks Kenaikan Level Penutupan
IHSG 2,14% 7.660,76
LQ45 2,34% 763,78
IDX30 1,58% 405,33

Saham-saham yang menonjol selain SIMP meliputi Danasupra Erapacific (DWFI) yang naik 34 persen, PP Presisi (PPRE) naik 26,73 persen, serta Bekasi Asri Pemula (BAPA) yang mencatat kenaikan 21,05 persen. Kenaikan ini mencerminkan diversifikasi minat investor yang tidak hanya terfokus pada saham-saham blue‑chip tradisional, melainkan juga pada perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang kuat.

Baca juga:

Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan indeks saham utama Asia. Nikkei 225 di Jepang naik 2,30 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,43 persen, SSE Composite China naik 0,55 persen, dan Straits Times Singapura naik 0,57 persen. Kondisi tersebut menandakan aliran modal internasional yang mengalir ke pasar Asia, memperkuat sentimen bullish di kawasan ini.

Dalam konteks nilai tukar, rupiah sedikit melemah 0,13 persen menjadi Rp 17.127 per dolar AS pada sesi siang. Meskipun demikian, dampak depresiasi mata uang tidak signifikan terhadap performa saham-saham ekspor‑oriented, karena perusahaan-perusahaan tersebut mampu mengimbangi dengan peningkatan harga jual di pasar internasional.

Baca juga:

Para analis pasar menilai bahwa momentum ini masih dapat berlanjut asalkan tidak terjadi gejolak eksternal yang signifikan, seperti perubahan kebijakan moneter global atau ketegangan geopolitik. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi, sehingga investor disarankan untuk tetap melakukan diversifikasi portofolio dan memantau indikator fundamental secara ketat.

Secara keseluruhan, kenaikan tajam saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan dalam rangka memperluas jaringan logistik dan infrastruktur. Kombinasi antara dukungan grup bisnis besar, manajemen yang kredibel, serta kondisi makroekonomi yang mendukung, menjadikan SIMP sebagai kandidat kuat untuk masuk dalam portofolio investasi jangka menengah hingga panjang.

Baca juga:

Ke depan, pelaku pasar diharapkan akan terus memantau perkembangan proyek-proyek strategis SIMP serta kebijakan pemerintah yang berpotensi memberikan insentif tambahan bagi sektor logistik dan infrastruktur. Jika faktor-faktor tersebut tetap positif, kemungkinan besar saham SIMP akan terus menampilkan tren naik yang stabil, sekaligus berkontribusi pada penguatan lebih lanjut indeks IHSG.

Baca juga: