Liput – 06 April 2026 | Stamford Bridge menjadi saksi salah satu kemenangan paling telak dalam sejarah Piala FA musim 2025/2026 ketika Chelsea menundukkan Port Vale dengan skor 7-0 pada perempat final yang digelar pada Sabtu, 4 April 2026. Tim asuhan Liam Rosenior menampilkan dominasi total sejak menit pertama, mencetak tujuh gol tanpa balas dan memastikan tempat di semifinal Wembley.
Gol pertama datang hampir seketika setelah peluit pertama dibunyikan. Pada detik ke-64, Jorrel Hato memanfaatkan umpan sudut yang diberikan Pedro Neto, menembakkan bola dengan kaki kiri dari sisi kanan lapangan dan mengarahkan ke gawang lawan. Gol tersebut menandai awal serangan beruntun Blues.
Setelah jeda singkat, tekanan Chelsea berlanjut. Pada menit ke-25, Joao Pedro menerima operan cerdas dari Neto, mengontrol bola di dalam kotak penalti dan menyelesaikannya dengan tenang. Gol ketiga tercipta melalui sebuah insiden tak terduga: tembakan Cole Palmer melengkung setelah menabrak Jordan Lawrence‑Gabriel, menghasilkan gol bunuh diri yang menambah keunggulan menjadi 3-0 menjelang jeda.
Babak kedua tidak kalah mengesankan. Pada menit ke-57, Tosin Adarabioyo menambah angka melalui sundulan tajam dari situasi sepak pojok yang dioper oleh Malo Gusto. Tak lama kemudian, pada menit ke-69, Andrey Santos memperbesar selisih menjadi 5-0 dengan gol sundulan hasil umpan dari Estevao, memanfaatkan kerumunan pertahanan Port Vale yang kebingungan.
Estevao sendiri menambah namanya di papan skor pada menit ke-82 setelah golnya sempat dipertanyakan oleh VAR, namun akhirnya dinyatakan sah. Gol keenam membuat tekanan semakin tak tertahankan bagi tamu.
Penutup pertandingan ditentukan oleh Alejandro Garnacho yang mengeksekusi penalti pada menit ke-90+2 setelah pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti. Dengan gol tersebut, skor akhir menjadi 7-0, menandai kemenangan bersejarah bagi Chelsea.
Statistik pertandingan menunjukkan superioritas jelas Chelsea: tim asal London mencatat 4,92 expected goals (xG) dari 20 tembakan, dibandingkan dengan 0,12 xG dari empat percobaan Port Vale. Dominasi tersebut tidak hanya tercermin dalam angka, melainkan juga dalam intensitas pressing, penguasaan bola, dan variasi pencetak gol dengan enam pemain berbeda serta satu gol bunuh diri.
Liam Rosenior, yang baru saja mengambil alih kepemimpinan tim, memuji sikap dan kerja keras para pemain. “Ini luar biasa. Inilah alasan Anda datang ke klub ini: untuk memenangkan trofi dan bermain di laga besar. Saya sangat senang dengan para pemain,” ujar Rosenior dalam wawancara usai laga. Ia menekankan pentingnya kontribusi kolektif, baik dalam serangan maupun pertahanan, serta menyoroti peran Cole Palmer yang juga membantu mengorganisir lini belakang.
Para pemain kunci yang mencetak gol—Jorrel Hato, Joao Pedro, Tosin Adarabioyo, Andrey Santos, Estevao, dan Alejandro Garnacho—menunjukkan kedalaman skuad Chelsea serta kesiapan mereka untuk menantang kompetisi di tahap selanjutnya. Dengan performa seperti ini, harapan untuk menambah trofi ke dalam koleksi klub semakin besar.
Port Vale, meski mengalami kekalahan berat, tetap mendapat pujian atas keberanian mereka mencapai perempat final. Namun, realita pertandingan menunjukkan jarak kualitas yang masih signifikan antara tim Premier League dan klub divisi bawah.
Kemenangan 7-0 ini menegaskan posisi Chelsea sebagai salah satu kontestan utama dalam pencarian trofi FA Cup tahun ini. Semifinal yang akan datang di Wembley menjanjikan pertarungan sengit, dan para penggemar Blues dapat menantikan aksi lebih lanjut dari skuad yang kini tampak berada dalam performa puncak.


