Liput – 08 April 2026 | Manchester, 7 April 2026 – Menjelang akhir era kepemimpinan Sir Alex Ferguson di Manchester United, sebuah percakapan yang kini menjadi legenda tersembunyi terungkap lewat pengakuan mantan pemain asal Prancis, Patrice Evra. Dalam sebuah wawancara, Evra mengungkap bahwa pada awal tahun 2013, Ferguson dengan yakin menyatakan bahwa Cristiano Ronaldo “99 persen” akan kembali ke Old Trafford. Percakapan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum bos legendaris tersebut mengumumkan pengunduran dirinya, menimbulkan kebingungan di antara para pemain dan staf.
Ronaldo, yang pada saat itu masih menjadi bintang Real Madrid setelah dijual dengan rekor £80 juta pada 2009, memang seringkali menjadi sorotan media sebagai kandidat potensial untuk kembali ke Manchester United. Ferguson, yang memimpin United meraih delapan gelar Premier League, berkeinginan kuat mengembalikan sang bintang ke tim ketika ia masih berada di puncak karier. Menurut Evra, Ferguson tidak hanya menargetkan Ronaldo, melainkan juga berencana mendatangkan Gareth Bale dari Tottenham Hotspur sebagai hadiah bagi penerusnya, David Moyes.
“Saya tidak percaya pada awalnya. Sir Alex masuk ke kantor saya dan berkata, ‘Patrice, 99 persen Cristiano Ronaldo akan kembali dan saya juga akan bawa Gareth Bale.’ Saya pikir itu lelucon,” ujar Evra dalam penuturannya kepada The Athletic. “Kemudian, hanya seminggu kemudian, dia mengumumkan pensiun. Saya sempat mengira itu hanya taktik untuk menipu pemain.”
Alasan sebenarnya di balik keputusan Ferguson untuk mundur ternyata jauh lebih pribadi. Pada Oktober 2012, istri beliau, Lady Cathy, kehilangan saudara kembar bernama Bridget. Kesedihan yang mendalam membuat Ferguson memutuskan untuk mendampingi keluarganya, mengesampingkan ambisi profesionalnya. Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph pada 2015, Ferguson mengakui, “Saya pasti akan melanjutkan, tapi melihat istri saya berduka, saya tahu saya harus berada di sisinya.”
Keputusan itu menandai akhir era dominasi Ferguson, yang berakhir dengan kemenangan Premier League 2012-13. Pengunduran diri beliau membuka babak baru bagi United, dengan David Moyes mengambil alih. Namun, masa transisi tersebut tidak berlangsung lama; Moyes hanya bertahan delapan bulan sebelum digantikan oleh interim manager Ryan Giggs, lalu akhirnya oleh Ole Gunnar Solskjær.
Ronaldo akhirnya kembali ke Manchester United pada tahun 2021, setelah masa kejayaan di Juventus berakhir. Sayangnya, kepulangan tersebut tidak membawa kesuksesan yang diharapkan. Ronaldo, yang pada saat itu telah melewati puncak performa, menghadapi tantangan fisik dan taktik yang membuat kontribusinya terbatas. Sementara itu, Gareth Bale tetap berkarier bersama Real Madrid bersama Ronaldo, menciptakan periode lima tahun yang dipenuhi trofi bagi kedua pemain tersebut.
Pengungkapan Evra menambah dimensi baru pada sejarah United. Jika Ferguson tidak mengumumkan pensiun, kemungkinan besar Ronaldo dan Bale akan bergabung dengan United pada 2013, mengubah lanskap kompetisi Premier League secara signifikan. Analisis para pakar sepak bola menyebutkan bahwa keberadaan Ronaldo di usia puncak bersama United dapat memperpanjang era dominasi merah, sementara kehadiran Bale dapat menambah variasi serangan.
Selain itu, percakapan tersebut menyoroti dinamika internal klub pada masa transisi. Evra, yang kemudian meninggalkan United pada 2014 setelah musim yang sulit di bawah Moyes, mengingat kembali atmosfer ketidakpastian yang melanda pemain. “Saya merasa semua pemain akan terancam jika kepemimpinan berubah secara tiba-tiba,” ujarnya. “Kabar pensiun Sir Alex datang begitu cepat, membuat kami semua terkejut.”
Secara keseluruhan, cerita ini menegaskan bahwa keputusan pribadi dapat memengaruhi jalur sejarah sepak bola. Janji 99% kembalinya Ronaldo dan rencana penambahan Bale menjadi sekadar “what if” yang kini hanya dapat dipelajari melalui narasi Evra. Meskipun United tidak berhasil merealisasikan rencana tersebut, warisan Sir Alex Ferguson tetap menginspirasi generasi pelatih dan pemain, menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan, baik di lapangan maupun di luar lapangan, selalu menjadi bagian integral dari sportivitas.
Ke depan, Manchester United terus berupaya mengembalikan kejayaan masa lalu dengan mengembangkan pemain muda dan merekrut talenta baru. Namun, bayang-bayang keputusan 2013 tetap menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana faktor emosional dan keluarga dapat memengaruhi arah sebuah klub besar.