Liput – 07 April 2026 | Turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang digelar di Ningbo, China, menjadi panggung persaingan sengit setelah sejumlah bintang top Asia mengumumkan mundurnya. Di tengah kekosongan itu, harapan besar tertuju pada pemain muda Korea Selatan, An Se Young, yang bertekad menambah koleksi gelarnya dengan meraih gelar juara pertamanya di ajang Asia.
An Se Young, yang baru berusia 24 tahun, telah mencuri perhatian dunia dengan medali emas Olimpiade Paris 2024 serta gelar juara dunia 2023. Namun, ironisnya, ia belum pernah mengangkat trofi Badminton Asia Championships. Kemenangan di BAC 2026 menjadi misi pribadi yang ia bawa dengan penuh semangat, terutama setelah menorehkan kemenangan di Malaysia Open, India Open, dan hampir menyabet gelar All England 2026. Jika berhasil, koleksi gelarnya akan menjadi lengkap: Olimpiade, Kejuaraan Dunia, serta Asia.
Sementara itu, daftar pemain yang mundur menambah dinamika tak terduga. Chen Yu Fei, juara bertahan tunggal putri dari China, serta pasangan ganda campuran Zhen Bang/Wei Ya Xin memutuskan tidak berpartisipasi. Jepang kehilangan Kenta Nishimoto, sementara India harus menelan kepergian Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan pasangan ganda putri Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela karena kondisi fisik. Indonesia pun tak luput; pasangan ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine mengundurkan diri akibat tifus yang menyerang Rinjani.
Absennya para unggulan membuka peluang kejutan bagi pemain lain, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang kualitas kompetisi. Dengan tiga slot ganda putri Indonesia terbuka, pasangan seperti Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadi sorotan utama.
Di luar bulu tangkis, tema juara juga muncul dalam sepak bola Eropa. PSV Eindhoven berhasil mengamankan gelar Eredivisie 2025/2026 pada pekan ke‑29 setelah mengalahkan FC Utrecht 4‑3, mencetak rekor juara tercepat dalam sejarah liga Belanda. Enam pemain kunci—Matej Kovar, Sergino Dest, Jerdy Schouten, Joey Vermann, Ismael Saibari, dan Guus Til—menjadi tulang punggung konsistensi tim. Keberhasilan PSV menegaskan bahwa pencapaian juara tidak hanya bergantung pada bintang tunggal, melainkan pada kontribusi kolektif seluruh skuad.
Di Asia Tenggara, Persija Jakarta menegaskan tekadnya untuk tidak menyerah dalam perburuan gelar Super League. Mauricio Souza, sang kapten, berjanji bahwa timnya akan terus berjuang meski menghadapi persaingan ketat, mencerminkan semangat juara yang sama seperti yang terlihat di BAC dan Eredivisie.
Keberagaman cerita juara ini menyoroti satu pola: di setiap cabang olahraga, kehadiran atau ketiadaan pemain kunci dapat mengubah lanskap kompetisi. Sebagai contoh, tiga negara kuat—Taiwan, Korea Selatan, dan India—meski memiliki prestasi individual gemilang, belum pernah mengangkat trofi Piala Thomas, simbol supremasi beregu putra bulu tangkis. Berikut adalah ringkasan prestasi mereka:
| Negara | Jumlah Gelar Piala Thomas | Prestasi Olimpiade Terbaru |
|---|---|---|
| Taiwan | 0 | Emas (Tokyo 2020, Paris 2024) – Ganda Putra |
| Korea Selatan | 0 | 7 Emas Olimpiade (berbagai kategori) |
| India | 0 | Medali Perunggu (Paris 2024) – Ganda Putra |
Dengan segala dinamika ini, BAC 2026 menjanjikan pertarungan yang tak terduga, sementara An Se Young berpeluang menulis bab baru dalam kariernya. Di sisi lain, PSV Eindhoven dan Persija Jakarta menunjukkan bahwa semangat juara dapat melintasi batas olahraga dan benua. Semua mata kini tertuju pada siapa yang akan mengangkat piala, menambah antisipasi para penggemar di seluruh dunia.