Liput – 07 April 2026 | Tim alvinegro Corinthians kembali ke Neo Química Arena pada Minggu (5/4/2026) untuk menghadapi rival mereka dari Rio Grande do Sul, Internacional, dalam laga ke-10 Campeonato Brasileiro 2026. Pertemuan yang dijadwalkan pukul 19.30 WIB ini menjadi ujian penting bagi dua tim yang sama-sama berjuang menghindari zona degradasi. Namun, hanya satu yang berhasil membawa tiga poin pulang, sementara yang lainnya menambah deretan kekalahan dan menambah tekanan pada pimpinan teknis.
Sejak kemenangan terakhir pada 19 Februari melawan Athletico Paranaense, Corinthians belum menorehkan kemenangan dalam sembilan laga, mencatat lima seri dan tiga kekalahan, termasuk kegagalan di semifinal Paulistão melawan Novorizontino serta kekalahan 3-1 di Maracanã melawan Fluminense. Dengan total 10 poin dari 36 yang tersedia, sang Tim Tim (9 pertandingan) berada di posisi ke-16, hanya selisih dua poin dari Chapecoense yang menempati zona relegasi.
Internacional, di sisi lain, menempati peringkat ke-13 dengan 12 poin, mengamankan empat pertandingan tak terkalahkan (tiga kemenangan dan satu seri). Mereka datang ke São Paulo dengan catatan tak terkalahkan selama tiga laga terakhir, termasuk hasil seri 1-1 melawan São Paulo di Beira-Rio. Kedua tim masuk ke laga ini dengan tekanan besar, namun hasil akhir menegaskan perbedaan performa.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang rendah. Pada menit ke-25, Matheuzinho mengirimkan umpan corner yang diikuti oleh Raniele, namun bola melenceng ke luar gawang. Upaya serangan Corinthians selanjutnya melalui Angileri yang mengirimkan silang ke dalam kotak penalti, namun tak menghasilkan peluang signifikan. Pada menit ke-32 babak kedua, Internacional membuka skor berkat gol tunggal Bernabei. Bola diterima dari Vitinho, Bernabei menembus pertahanan Corinthians dan menaklukkan kiper Hugo Souza dengan tembakan keras dari dalam area.
Setelah gol, tekanan meningkat pada kedua sisi. Corinthians mencoba menyeimbangkan permainan; Yuri Alberto dan Zakaria Labyad menciptakan beberapa peluang, termasuk tembakan keras yang meleset melebar. Namun, pertahanan Internacional tetap solid, didukung oleh kiper Rochet yang melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan keras Garro dari jarak jauh pada menit ke-39.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi defensif kedua tim. Kartu kuning dibagikan kepada Lingard (Corinthians) serta Carbonero, Vitinho, dan Victor Gabriel (Internacional). Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan. Penyelenggaraan pertandingan dipimpin oleh wasit Felipe Fernandes de Lima (MG) dengan bantuan asisten Alex dos Santos (SC) dan Felipe Alan Costa de Oliveira (MG), serta dukungan VAR Paulo Renato Moreira da Silva Coelho (RJ).
| Statistik | Corinthians | Internacional |
|---|---|---|
| Gol | 0 | 1 |
| Posisi di Tabel | 16 (10 poin) | 13 (12 poin) |
| Kartu Kuning | Lingard | Carbonero, Vitinho, Victor Gabriel |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
Hasil ini memperparah krisis yang tengah melanda Corinthians. Dengan sembilan pertandingan tanpa kemenangan, tekanan terhadap pelatih Dorival Junior mencapai puncaknya. Pada sore harinya, manajemen klub mengumumkan pemecatan Dorival Junior, menjadikannya keputusan drastis setelah kegagalan tim mengamankan tiga poin melawan tim yang berada di zona yang sama. Keputusan ini diambil menjelang kompetisi internasional, karena Corinthians akan berangkat ke fase grup Copa Libertadores pada 9 April melawan tim asal Argentina, Platense.
Di sisi lain, Internasional menyambut kemenangan ini dengan optimisme. Tim asuhan Paulo Pezzolano kini mengukuhkan posisi mereka di zona aman, sekaligus menyiapkan diri untuk pertemuan berikutnya melawan Grêmio pada 11 April di Beira-Rio. Keberhasilan Bernabei menjadi sorotan utama, menggarisbawahi kemampuan serangan tim Colorado yang mampu menembus pertahanan lawan meski dalam pertandingan yang cenderung pasif.
Ke depan, Corinthians harus segera bangkit. Pertandingan berikutnya melawan Palmeiras di Itaquera pada 12 April akan menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan poin dan mengurangi tekanan pada papan klasemen. Sementara itu, perbaikan taktik dan mentalitas tim menjadi prioritas utama bagi manajemen baru yang akan mengambil alih kendali teknis.
Dengan hasil ini, persaingan di bagian bawah klasemen menjadi semakin ketat. Setiap poin menjadi krusial bagi tim-tim yang berjuang menghindari degradasi. Bagi Corinthians, perubahan kepelatihan dan penyesuaian taktik menjadi kebutuhan mendesak untuk menghentikan tren negatif dan memulihkan kepercayaan pendukung setia mereka.