Liput – 12 April 2026 | Fenomena “pursuit of jade” atau pengejaran jade kini menjadi sorotan di berbagai bidang, mulai dari warisan budaya hingga tren hobi yang menghasilkan pendapatan. Jade, batu mulia hijau yang telah lama menjadi simbol kemakmuran dalam tradisi Tiongkok, kini muncul kembali dalam konteks modern sebagai nama panggung kreator konten, tema dalam drama televisi, hingga peluang usaha bagi generasi milenial di Indonesia.
Sejak satu dekade terakhir, drama China mengalami lonjakan popularitas yang signifikan di pasar global. Serial‑serial seperti yang mengusung alur romantis di kampus dan cerita coming‑of‑age menarik penonton Indonesia melalui platform streaming seperti Netflix dan WeTV. Di tengah deretan drama tersebut, tema nilai estetika dan budaya Timur, termasuk simbol jade, sering kali menjadi latar yang menambah kedalaman narasi. Popularitas ini tidak hanya menumbuhkan minat pada cerita, tetapi juga memperkenalkan nilai simbolik jade kepada audiens muda.
Di dunia nyata, jade kembali menancapkan cengkeramannya melalui tren hobi yang menggabungkan kreativitas dan monetisasi. Salah satu contoh yang menonjol adalah fotografer dengan nama akun @captured.by.jade, yang memanfaatkan platform media sosial untuk menjual foto-foto estetis. Menurut laporan tentang 12 hobi yang dapat menghasilkan uang, fotografi menjadi salah satu kegiatan paling fleksibel, terutama dengan kualitas kamera smartphone yang terus meningkat. Kreator seperti Jade tidak hanya berbagi karya, tetapi juga mengonversi minat visual menjadi aliran pendapatan lewat pemotretan mini, penjualan cetakan, dan kerja sama merek.
Selain fotografi, jade muncul dalam konteks kerajinan tangan dan jual‑beli online. Hobi merajut, membuat perhiasan, dan bahkan pembuatan barang berbahan dasar batu jade semakin diminati. Para pemula dapat memulai dengan kit sederhana, kemudian memasarkan produk melalui platform seperti Instagram, TikTok, atau marketplace lokal. Kelebihan jade sebagai bahan kerajinan terletak pada nilai estetika tinggi serta persepsi nilai budaya, yang memungkinkan penjual menambahkan premium price pada produk mereka.
Berikut adalah langkah‑langkah praktis bagi siapa pun yang ingin memanfaatkan tren jade dalam hobi atau bisnis:
- Identifikasi niche: pilih apakah fokus pada fotografi, kerajinan perhiasan, atau penjualan batu jade mentah.
- Pelajari teknik dasar: ikuti tutorial online, kursus singkat, atau workshop lokal untuk menguasai keterampilan.
- Buat portofolio digital: gunakan media sosial untuk menampilkan hasil karya, sertakan cerita di balik setiap produk untuk menambah nilai emosional.
- Manfaatkan platform e‑commerce: daftar di marketplace, optimalkan deskripsi dengan kata kunci seperti “jade” dan “handmade”.
- Bangun jaringan: kolaborasi dengan influencer, partisipasi dalam pameran kerajinan, atau komunitas hobi untuk memperluas jangkauan pasar.
Pengejaran jade juga memberikan dampak ekonomi mikro di Indonesia. Dengan modal awal yang relatif rendah, banyak pelajar dan pekerja lepas berhasil menambah pemasukan tambahan, membantu mereka menutupi biaya hidup seperti sewa, transportasi, atau bahkan menabung untuk pendidikan lanjutan. Fenomena ini sejalan dengan penolakan terhadap budaya hustle 24/7, dimana generasi muda lebih memilih menggabungkan kegembiraan pribadi dengan peluang finansial.
Namun, popularitas jade tidak lepas dari tantangan. Pasar batu mulia asli masih rentan terhadap penipuan, sehingga konsumen harus berhati‑hati dalam verifikasi keaslian. Selain itu, regulasi terkait penjualan barang antik dan batu berharga di Indonesia menuntut kepatuhan pada standar sertifikasi, yang dapat menjadi hambatan bagi pemula.
Dalam konteks sosial, cerita kriminal yang menimpa keluarga kaya di Sunshine Coast, Australia, yang melibatkan tokoh bernama Kieysha Jade Sky, menambah dimensi lain pada persepsi publik tentang nama “Jade”. Meski kasus tersebut tidak berhubungan langsung dengan hobi atau budaya, penyebutan nama Jade dalam media menyoroti betapa luasnya penggunaan istilah ini dalam narasi modern.
Secara keseluruhan, pengejaran jade mencerminkan sinergi antara warisan budaya, inovasi kreatif, dan peluang ekonomi. Dari layar televisi hingga ruang kerja kreatif di rumah, jade terus memikat hati banyak orang, menawarkan bukan hanya keindahan visual tetapi juga jalan bagi mereka yang ingin mengubah passion menjadi pendapatan. Dengan pendekatan yang tepat, jade dapat menjadi simbol kemakmuran modern yang menginspirasi generasi selanjutnya.
Kesimpulannya, baik sebagai batu mulia bersejarah, nama brand kreatif, maupun tema dalam hiburan, jade menunjukkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mengikuti jejak para kreator dan pelaku pasar yang berhasil, masyarakat Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan tren ini, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan nilai budaya yang telah lama menghiasi peradaban Timur.