Pinkan Mambo Ngamen di Jalan, Target Rp100 Juta untuk Biaya Sekolah Anak Memicu Keputusan Ekstrem

Liput – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Penyanyi pop yang dikenal lewat lagunya “Aku Bukan Bintang” itu kembali menjadi sorotan publik setelah menggelar aksi ngamen secara live di TikTok dari trotoar kota. Aksi yang semula tampak seperti sekadar konten sensasi ternyata dipicu oleh kebutuhan mendesak: menumpuknya utang dan biaya pengobatan serta pendidikan anaknya.

Pinkan mengaku sejak beberapa tahun terakhir ia aktif mengembangkan kanal TikTok, mempelajari jenis konten yang mampu menarik penonton secara cepat. “Penonton TikTok suka konten ekstrem dan gila-gilaan,” ungkapnya dalam sebuah wawancara podcast C8 pada 8 April 2026. Dari situ, ia mulai bereksperimen dengan live streaming berbayar, berharap dapat mengubah hiburan menjadi sumber pendapatan yang signifikan.

Namun, tekanan ekonomi mulai menguat ketika anaknya harus dirawat di rumah sakit. Biaya pengobatan yang tinggi memaksa Pinkan mengambil pinjaman demi menutupi kebutuhan medis. “Aku punya banyak utang sejak anakku masuk rumah sakit, jadi kepepet,” katanya. Kondisi tersebut menambah beban pada keuangan keluarga, yang sebelumnya masih mengandalkan penghasilan dari penjualan barang preloved dan usaha katering kecil yang ia kelola.

Berbekal pengalaman berjualan, Pinkan memutuskan untuk menurunkan diri ke jalanan, berharap pendapatan dari ngamen dan donasi live TikTok dapat menutupi biaya sekolah anaknya. Ia menargetkan mengumpulkan Rp100 juta dalam waktu singkat, jumlah yang dianggap cukup untuk menutup biaya pendidikan hingga lulus SMA serta menebus sebagian utang yang menumpuk.

Strategi tersebut ternyata menarik perhatian netizen. Selama sesi ngamen, penonton dapat mengirimkan “gift” virtual yang langsung dikonversi menjadi uang tunai. Pinkan menjelaskan, “Live TikTok itu bisa menghasilkan sepuluh kali lebih banyak dibanding gaji biasa, asalkan konsepnya berbeda dan menarik.” Dengan memadukan musik akustik dan cerita pribadi, ia berhasil meningkatkan interaksi dan donasi.

  • Biaya pengobatan anak: diperkirakan Rp30 jutaan.
  • Utang pribadi: sekitar Rp20 jutaan.
  • Target dana pendidikan: Rp100 juta.

Selain mengamen, Pinkan juga tidak menutup peluang bisnis lain. Ia terus mengembangkan penjualan barang preloved dan layanan katering, meski keduanya belum mampu menutupi kebutuhan harian secara keseluruhan. “Aku sudah terbiasa susah sejak 12 tahun lalu, jadi fokus pada uang hari ini,” ujarnya, menegaskan kebiasaan yang terbentuk dari pengalaman ekonomi yang tidak stabil.

Reaksi publik beragam. Sebagian besar mengapresiasi keberanian Pinkan mengungkapkan masalah keuangan secara terbuka, sementara yang lain menilai aksi ngamen sebagai langkah yang terlalu drastis untuk seorang figur publik. Namun, tak dapat dipungkiri, aksi tersebut membuka diskusi luas tentang ketidakpastian ekonomi di kalangan artis dan pekerja kreatif di era digital.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa fenomena ini mencerminkan perubahan pola pendapatan di era media sosial, di mana influencer dapat menghasilkan uang secara langsung dari audiens mereka. “Kondisi ini menandakan pergeseran dari model pendapatan tradisional ke model yang lebih berbasis komunitas,” kata seorang pakar ekonomi digital.

Pinkan menegaskan, meskipun ia masih mencintai dunia panggung, prioritasnya kini beralih pada kesejahteraan keluarga. “Aku tidak ingin lagi mengkhawatirkan susu anak tiap hari,” katanya. Dengan target Rp100 juta, ia berharap dapat menstabilkan keuangan, melunasi utang, dan menyediakan pendidikan yang layak bagi anaknya.

Sejauh ini, upaya ngamen dan live TikTok Pinkan telah mengumpulkan sekitar Rp45 juta, setengah dari target yang diharapkan. Ia berencana melanjutkan aksi serupa hingga target tercapai, sekaligus memperluas usaha jualan barang preloved serta katering untuk menambah aliran pendapatan.