Liput – 06 April 2026 | Jawa Timur, 6 April 2026 – Pada periode libur panjang Paskah 3–5 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan tabung gas LPG 3 kilogram secara signifikan di Jawa Timur. Penambahan tersebut dipandang sebagai respons strategis terhadap lonjakan permintaan energi rumah tangga dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang biasanya terjadi saat masyarakat berlibur dan aktivitas pariwisata meningkat.
Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, total distribusi tambahan di Jawa Timur mencapai 120.000 tabung, atau sekitar 45% di atas rata-rata harian normal yang berkisar 260.000 tabung. Angka ini sejalan dengan pola peningkatan yang tercatat di wilayah wisata lain, seperti Bali yang menerima tambahan 131.600 tabung (49% di atas rata-rata) dan Lombok Timur yang memperoleh 27.000 tabung tambahan selama minggu yang sama.
Ahad menjelaskan, “Permintaan LPG naik tajam selama libur panjang karena aktivitas memasak di rumah, usaha kuliner rumahan, serta kebutuhan energi bagi UMKM yang melayani wisatawan. Penyaluran tambahan ini menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara supply dan demand tanpa menimbulkan kelangkaan atau tekanan harga.”
Distribusi tambahan di Jawa Timur difokuskan pada daerah‑daerah dengan konsentrasi wisata dan kepadatan penduduk tinggi, antara lain Surabaya, Malang, dan Kabupaten Kediri. Penambahan tersebut juga mencakup kawasan penyangga pariwisata seperti Batu dan Pantai Pasir Putih, di mana konsumsi LPG selama libur biasanya melonjak akibat meningkatnya kegiatan memasak di rumah penginapan dan warung makan.
Strategi pertambahan pasokan tidak hanya melibatkan peningkatan volume, tetapi juga penguatan stok cadangan BBM dan pengawasan kualitas di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Pertamina menegaskan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi praktik panic buying yang dapat mengganggu stabilitas pasar. Seluruh agen dan pangkalan diminta untuk memprioritaskan penjualan langsung ke konsumen dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku, yaitu Rp 18.000 per tabung 3 kg.
Langkah serupa juga diimplementasikan di wilayah lain. Di Bali, penambahan 131.600 tabung menandakan konsentrasi distribusi di pusat ekonomi seperti Denpasar, Badung, dan Gianyar. Sementara di Lombok Timur, Pertamina menggelontorkan 27.000 tabung, termasuk operasi pasar tiga hari dengan tambahan 24.000 tabung (sekitar 70% alokasi normal) untuk mengantisipasi kelangkaan.
Keberhasilan strategi ini dinilai dari tidak adanya laporan kelangkaan atau lonjakan harga di pasar regional selama tiga hari libur panjang. Hal ini mencerminkan kesiapan jaringan logistik Pertamina dalam mengatur alokasi secara dinamis berdasarkan data permintaan real‑time yang dikumpulkan dari pangkalan, agen, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
Para pengamat energi menilai bahwa kemampuan Pertamina menyesuaikan pasokan secara cepat menjadi indikator kuat ketahanan energi domestik Indonesia. “Libur Paskah menjadi semacam stress test bagi sistem distribusi energi nasional. Jika pasokan LPG dapat dipertahankan tanpa gangguan, maka negara berada pada posisi yang lebih tangguh menghadapi fluktuasi musiman di masa mendatang,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, pakar energi energi di Universitas Indonesia.
Dengan menambah pasokan LPG di Jawa Timur, Pertamina tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga selama libur, tetapi juga mendukung kelangsungan operasi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga, mencegah praktik spekulasi, serta memastikan keberlangsungan layanan energi yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara keseluruhan, penambahan pasokan LPG selama libur panjang Paskah menegaskan peran strategis Pertamina dalam menjaga stabilitas energi domestik, sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap ketersediaan bahan bakar yang esensial bagi kehidupan sehari‑hari.