Truk TNI Tabrak Motor di Kalideres: Siswa SD Diangkut, Sopir Diperiksa, Tindakan Brutal Dipertanyakan

Liput – 06 April 2026 | Jakarta Barat, 6 April 2026 – Sebuah truk milik TNI Angkatan Darat yang sedang mengangkut siswa Sekolah Dasar Negeri 05 Kalideres untuk kegiatan LDKS Pramuka mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Utan Jati, Kalideres. Insiden tersebut menewaskan seorang penumpang sepeda motor berinisial AM (51) dan melukai pengendara motor lain. Kejadian menimbulkan sorotan publik mengenai prosedur pengangkutan siswa dan penanganan kendaraan militer di jalan umum.

Menurut keterangan Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, truk tersebut berasal dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad dan sedang menjalankan tugas resmi mengantar rombongan siswa ke Cisarua untuk latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS). Pada saat truk melintas, seorang pengendara sepeda motor berusaha menyalip dari sisi kiri namun kehilangan kendali dan jatuh, sehingga tubuh penumpang motor terjepit roda belakang truk. Korban tewas di lokasi, sementara pengendara motor selamat dengan luka-luka ringan.

Brigjen Donny menegaskan bahwa berdasarkan indikasi awal tidak ada unsur kesengajaan; kecelakaan tersebut merupakan peristiwa lalu lintas biasa. Ia menambahkan bahwa pihak TNI AD telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Denpom I Tangerang untuk melakukan penyelidikan mendalam. Pengemudi truk telah melaporkan diri ke satuan dan kini berada dalam proses pemeriksaan oleh Detasemen Polisi Militer.

Sejumlah saksi mata, termasuk seorang warga bernama Firman, melaporkan bahwa truk tersebut bergerak dalam formasi iring-iringan sekitar lima unit dengan kecepatan tinggi pada pukul 07.30 WIB. Firman mengaku melihat truk kedua berhenti sebentar setelah motor tertabrak, namun kemudian melanjutkan perjalanan. Rekaman CCTV yang dipublikasikan oleh media menunjukkan motor menabrak bagian belakang truk, bukan sebaliknya, menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika kecelakaan.

Dalam upaya menanggapi tragedi ini, satuan Menzikon/CRK Pusziad telah melakukan langkah-langkah berikut:

  • Mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan takziah dan permohonan maaf secara langsung.
  • Memberikan santunan kepada keluarga almarhum serta biaya pengobatan kepada korban selamat.
  • Menjamin bahwa proses penyelidikan akan berlangsung objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

Brigjen Donny menambahkan bahwa bila hasil penyelidikan menemukan kelalaian dari pengemudi, maka tindakan hukum tegas akan diterapkan tanpa pandang bulu. Ia menegaskan komitmen TNI AD untuk menjunjung tinggi profesionalitas dan supremasi hukum, serta menekankan bahwa penggunaan truk dinas untuk mengantar siswa merupakan permintaan resmi dari pihak sekolah.

Kasus ini menimbulkan kritik tajam dari sejumlah pihak yang menilai tindakan mengirimkan truk militer berisi anak-anak sekolah melalui jalan utama yang padat sebagai keputusan yang berisiko. Mereka menyoroti kurangnya koordinasi lalu lintas dan kurangnya penilaian risiko sebelum mengoperasikan kendaraan berat di area perkotaan yang ramai.

Di samping itu, masyarakat menuntut transparansi penuh mengenai prosedur penugasan kendaraan militer di lingkungan sipil, serta permintaan agar otoritas terkait mengevaluasi kembali kebijakan serupa untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian Militer Tangerang bersama tim investigasi lalu lintas akan memeriksa rekaman CCTV, keterangan saksi, serta data kecepatan truk pada saat kejadian. Hasil akhir diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang faktor-faktor penyebab, serta menuntun rekomendasi kebijakan yang lebih aman bagi transportasi siswa dan pengguna jalan lainnya.

Kasus truk TNI yang menabrak motor di Kalideres mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil serta perlunya evaluasi prosedur operasional militer di ruang publik. Masyarakat menanti jawaban yang memadai dan tindakan korektif yang dapat mencegah tragedi serupa terulang.