Liput – 17 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Grup musik legendaris GIGI resmi mengklarifikasi isu hengkangnya bassist Thomas Ramdhan setelah serangkaian spekulasi yang menggelitik para penggemar. Melalui unggahan di akun Instagram resmi band, keempat personel – Armand Maulana (vokal), Thomas Ramdhan (bass), Dewa Budjana (gitar), dan Gusti Hendy (drum) – menegaskan bahwa formasi tetap utuh dan tidak ada rencana pemisahan.
Kalimat pembuka pernyataan berbunyi, “Kami, Armand Maulana, Thomas Ramdhan, Dewa Budjana, Gusti Hendy, sebagai GIGI yang seutuhnya,” menegaskan kesatuan yang masih kuat. Pernyataan tersebut muncul setelah Thomas mengunggah pesan emosional pada 12 April 2026 yang menyinggung kemungkinan akhir kariernya bersama GIGI, termasuk menyebut tanggal 25 April 2026 sebagai hari potensial terakhirnya tampil di atas panggung.
Band tidak menafikan bahwa terdapat perbedaan pendapat di antara keempat anggota. Dalam penjelasan lanjutan, mereka menyebutkan bahwa “perbedaan pendapat dan gesekan kecil jadi hal yang tidak bisa dihindari di antara kami berempat. Apalagi setelah manggung dan kondisi badan serta pikiran lagi sama-sama lelah, semuanya bisa terasa lebih sensitif dari biasanya.” Kondisi kelelahan pasca‑konser memang kerap memicu emosi yang lebih tinggi, sehingga isu kecil dapat bereskalasi menjadi rumor besar.
Namun, GIGI menekankan bahwa dinamika tersebut justru menjadi pelajaran berharga. “Tapi justru dari proses itu, kami terus belajar untuk saling memahami dan bertumbuh bersama,” ujar band. Mereka menambahkan bahwa proses penyelesaian konflik ini berujung pada konser bersama pada 14 April 2026, yang menurut mereka menjadi titik balik penting. “Gigs kami pada tanggal 14 April 2026 membuat kami sadar akan kebersamaan dan chemistry yang tetap kuat,” kata GIGI dalam catatan resmi.
Sejak kejadian tersebut, Thomas tidak lagi menghapus postingannya, melainkan mengubah nada menjadi lebih optimis. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi dalam proses kreatif band, sambil tetap menjaga kesehatan mental dan fisik yang sempat tertekan. Pada saat yang sama, Armand Maulana menambahkan bahwa vokalis utama tetap siap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya, terutama dalam situasi yang menuntut koordinasi intens di atas panggung.
Selain menenangkan para penggemar, klarifikasi GIGI juga memberikan gambaran tentang proses internal sebuah grup musik yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Menurut Dewa Budjana, “Kita sudah terbiasa dengan dinamika, baik itu suka maupun duka. Yang penting adalah kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.” Sementara Gusti Hendy menekankan pentingnya komunikasi terbuka: “Kami selalu mengadakan diskusi setelah setiap penampilan untuk mengevaluasi apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki.”
Penggemar GIGI yang sempat khawatir kini dapat bernapas lega. Reaksi di media sosial mengalir positif, dengan banyak yang memuji keberanian band untuk mengakui masalah internal tanpa menutupnya. Beberapa netizen menambahkan bahwa transparansi semacam ini meningkatkan kepercayaan terhadap integritas artis dan memperkuat ikatan emosional antara band dan pendengar.
Secara keseluruhan, pernyataan resmi GIGI menegaskan bahwa meski terdapat gesekan, formasi band tetap solid dan komitmen untuk terus berkarya tidak berubah. Mereka berjanji akan tetap menghadirkan karya‑karya berkualitas, serta menjaga chemistry yang telah menjadi ciri khas musik mereka sejak era “11 Januari”.
Dengan klarifikasi ini, spekulasi mengenai kepindahan Thomas Ramdhan berakhir, dan GIGI melangkah maju dengan keyakinan bahwa kebersamaan mereka adalah aset utama dalam menghadapi tantangan industri musik yang terus berubah.