Liput – 17 April 2026 | JAKARTA – Sejak pertengahan Maret 2026, masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas luar biasa dengan menggalang dana kemanusiaan untuk rakyat Iran yang terdampak konflik bersenjata. Rekening khusus yang dibuka di Bank BRI pada 17 Maret 2026 berhasil menghimpun total dana sebesar Rp9.069.280.661, atau lebih dari sembilan miliar rupiah, menurut laporan resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa seluruh dana akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) kepada Bulan Sabit Merah Iran. Tujuan utama bantuan adalah mendukung korban luka, membantu rehabilitasi rumah‑rumah yang hancur, serta menyediakan kebutuhan dasar bagi warga yang mengalami dampak serangan selama bulan Ramadan.
Data yang diunggah di akun Instagram resmi Kedubes Iran (@iraninindonesia) pada 16 April 2026 menunjukkan partisipasi luas: sebanyak 24.369 orang dari beragam lapisan masyarakat—mahasiswa, pekerja migran, pelaku usaha, hingga komunitas keagamaan—telah menyumbangkan dana melalui sistem transfer digital. Banyak di antara mereka yang datang secara langsung ke kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta untuk menyerahkan bukti donasi, mencerminkan antusiasme yang menggelora.
Berikut rangkuman data utama penggalangan dana:
- Total dana terkumpul: Rp9.069.280.661
- Jumlah donatur: 24.369 orang
- Periode penggalangan: 17 Maret – 30 April 2026 (masih berlangsung)
- Bank penampung: BRI (rekening resmi Kedubes Iran)
- Penyaluran: PMI bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Iran
Duta Besar Boroujerdi menjelaskan, “Kami membuka rekening khusus karena masyarakat Indonesia bersikeras membantu. Dalam beberapa hari, ribuan orang Indonesia datang untuk memberikan sumbangan kepada saudara‑saudara kami di Iran.” Ia menambahkan, bantuan ini tidak hanya berupa uang, melainkan juga simbol persahabatan antar bangsa yang terjalin kuat dalam situasi krisis.
Sementara upaya kemanusiaan terus bergulir, pemerintah Indonesia juga tengah menangani evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa pada 16 April 2026, sembilan WNI tiba kembali di Tanah Air sebagai bagian dari tahap ketiga evakuasi, yang secara keseluruhan menargetkan 45 orang. Evakuasi dilakukan secara bertahap melalui tiga kloter, dengan kloter pertama tiba pada 14 April, kloter kedua pada 15 April, dan kloter ketiga pada sore hari 16 April. Total WNI yang masih berada di wilayah Iran setelah proses evakuasi mencapai 236 orang, terdiri dari mahasiswa, pekerja migran, dan ekspatriat yang menikah dengan warga setempat.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyatakan, “Setibanya di Indonesia, para evakuasi akan diserahkan ke Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk proses pemulangan ke daerah asal masing‑masing.” Ia juga menambahkan bahwa 13 orang anak buah kapal masih menunggu penerbangan lanjutan di Baku, Azerbaijan, sebelum dapat kembali ke tanah air.
Penggalangan dana dan evakuasi warga Indonesia ini mencerminkan dua dimensi penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia: solidaritas kemanusiaan dan perlindungan warga negara di luar negeri. Kedua upaya tersebut berjalan beriringan, memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli pada sesama serta responsif terhadap kebutuhan warganya.
Dengan lebih dari 24 ribu donatur yang berkontribusi, donasi Rp9 miliar menjadi bukti nyata bahwa rasa empati lintas batas negara masih dapat diwujudkan melalui aksi kolektif. Kedutaan Iran menutup pernyataannya dengan harapan agar bantuan ini dapat meringankan penderitaan korban dan mempercepat proses rekonstruksi pasca‑konflik. Sementara itu, pemerintah Indonesia terus memantau situasi di Iran serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan WNI yang masih berada di wilayah tersebut.
Kesimpulannya, upaya bersama masyarakat Indonesia, kedutaan Iran, dan lembaga kemanusiaan menunjukkan bahwa solidaritas internasional masih kuat, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi warganya di luar negeri.


