Garuda Futsal Siap Guncang Piala AFF 2026: Hector Souto Andalkan Albagir, Runtuboy Tak Masuk Daftar Akhir

Liput – 04 April 2026 | Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi mengumumkan skuad final Timnas Futsal Indonesia yang akan berkompetisi di Piala AFF Futsal 2026 yang digelar pada 5-13 April di Nonthaburi Hall, Thailand. Empat belas pemain terpilih berasal dari klub-klub Pro Futsal League (PFL) terbaik tanah air, dan mereka akan dipimpin oleh pelatih asal Spanyol, Héctor Souto, yang menegaskan filosofi baru dalam menyiapkan tim juara bertahan.

Menurut pernyataan resmi FFI, skuad Garuda menampung dua penjaga gawang, yaitu Muhammad Albagir (Cosmo JNE FC Jakarta) dan Angga Ariansyah (Bintang Timur Surabaya). Keputusan mempercayakan Albagir kembali ke timnas mendapat sorotan khusus karena ia sempat absen pada kompetisi sebelumnya. “Albagir menunjukkan performa konsisten di liga, terutama dalam mengorganisir pertahanan dan mengatur distribusi bola,” ujar Souto dalam konferensi pers pra-pelatihan. Pilihan tersebut menegaskan keyakinan pelatih bahwa pengalaman dan mentalitas Albagir sangat diperlukan untuk menstabilkan lini belakang tim.

Sementara itu, nama Ardiansyah Runtuboy tidak muncul dalam daftar akhir meskipun sempat mengikuti proses seleksi. Runtuboy, yang sebelumnya menjadi andalan di beberapa klub PFL, dinyatakan tidak memenuhi kriteria taktis terbaru yang diimplementasikan oleh Souto. “Tidak ada kasta dalam tim, namun kami harus menyesuaikan pemain dengan sistem yang kami gunakan. Keputusan ini diambil secara objektif,” jelas pelatih.

Berikut adalah susunan lengkap pemain yang akan berangkat ke Thailand:

  • Penjaga Gawang: Muhammad Albagir, Angga Ariansyah
  • Anchor (Defensive Pivot): Dewa Rizki (Unggul FC Malang), Piter Junior (Cosmo JNE FC Jakarta), Dipo Arrahman (Fafage Banua)
  • Flank (Winger): Guntur Sulisto Ariwibowo (Blacksteel FC Papua), Yogi Saputra (Pangsuma FC Kalbar), M Rizky Fauzan (Blacksteel FC Papua), Imam Anshori (Pangsuma FC Kalbar), Andarias Kareth (Bintang Timur Surabaya), Adityas Priambudi (Unggul FC Malang)
  • Pivot (Forward): Muhammad Sanjaya (Blacksteel FC Papua), Andres Dwi (Kuda Laut Nusantara FC), Kris Daniel Yeimo (Blacksteel FC Papua)

Komposisi tim didominasi pemain dari Blacksteel FC Papua (empat pemain), diikuti oleh Pangsuma FC Kalbar (tiga pemain), dan Unggul FC Malang (dua pemain). Sisa tempat diisi oleh perwakilan dari klub-klub lain seperti Cosmo JNE FC Jakarta, Bintang Timur Surabaya, Fafage Banua, dan Kuda Laut Nusantara FC. Distribusi ini mencerminkan keberagaman talent yang dipupuk oleh kompetisi PFL.

Persiapan tim memang terbilang singkat. Karena jadwal kompetisi klub yang padat, pelatihan intensif hanya berlangsung selama satu minggu dengan lima sesi utama di Tifosi Sport Center, Jakarta. Souto menekankan bahwa kualitas latihan menjadi prioritas, bukan kuantitas. “Kami fokus pada adaptasi taktik, chemistry antar pemain, serta instruksi detail yang tidak mengganggu ekosistem klub masing-masing,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan ini cukup untuk menyiapkan Garuda menghadapi lawan-lawan kuat seperti Australia dan Malaysia di Grup B.

Target resmi yang disampaikan pelatih adalah lolos ke semifinal. Mengingat Indonesia masuk sebagai juara bertahan, harapan publik memang tinggi, namun Souto mengingatkan pentingnya realisme. “Kami tidak menekan pemain dengan target juara. Fokus kami adalah memastikan tim mampu berkompetisi dengan konsisten dan mengamankan tiket ke fase knockout,” katanya.

Turnamen Piala AFF Futsal 2026 akan menampilkan delapan tim dari ASEAN, dengan Indonesia berhadapan melawan Brunei Darussalam (6 April), Malaysia (7 April), dan Australia (9 April) pada fase grup. Jadwal siaran langsung disediakan oleh MNCTV dan platform streaming Vidio, sehingga pendukung dapat menyaksikan aksi Garuda secara real time.

Selain aspek teknis, pelatih juga menyoroti pentingnya dukungan mental. Ia mengingat kembali keberhasilan tim pada SEA Games 2025 dan final Piala Asia Futsal 2026, yang memberi kepercayaan diri namun sekaligus menuntut kedewasaan mental untuk mengatasi tekanan. “Kami ingin pemain muda mendapatkan pengalaman internasional yang berharga tanpa harus terbebani ekspektasi berlebihan,” tambah Souto.

Dengan susunan pemain yang seimbang antara pengalaman dan energi muda, serta pendekatan persiapan yang terfokus, Garuda Futsal menatap turnamen dengan optimisme. Penampilan Albagir di bawah mistar gawang akan menjadi faktor kunci, sementara kepergian Runtuboy memberi ruang bagi talenta baru untuk menunjukkan kelasnya. Semua mata kini tertuju pada Nonthaburi, di mana harapan bangsa Indonesia akan menguji strategi dan kesiapan tim nasional di panggung regional.

Jika Garuda dapat menembus semifinal, langkah selanjutnya adalah menyiapkan diri untuk menghadapi lawan-lawan klasik dan memperkuat posisi sebagai tim terkuat di Asia Tenggara. Keberhasilan di Piala AFF 2026 tidak hanya menjadi batu loncatan bagi gelar berikutnya, tetapi juga sebagai persiapan menuju target jangka panjang: kualifikasi Piala Dunia Futsal 2028.