Liput – 08 April 2026 | Tim Nasional Futsal Indonesia mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas Australia pada Rabu, 8 April 2026, di Nonthaburi, Thailand. Kemenangan tersebut mengamankan posisi unggulan sebagai juara Grup B pada Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 dan menjamin tiket semifinal bagi skuad Merah Putih.
Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Indonesia membuka keunggulan pada menit ke‑8 lewat gol Andres Dwi Saputra yang menerima umpan tajam dari Andarias Kareth di sisi kanan lapangan. Australia berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama lewat tendangan bebas Corey Sewell.
Pada babak kedua, Australia sempat memimpin 2‑1 berkat serangan balik cepat. Namun Andres Dwi kembali menegaskan diri dengan mencetak gol ke‑dua, menyamakan kedudukan menjadi 2‑2. Detik‑detik akhir pertandingan menyaksikan Muhammad Sanjaya menembus gawang lawan, memastikan kemenangan 3‑2 bagi Indonesia.
Pelatih tim, Hector Souto, memuji penampilan pemain baru yang dipercaya mengisi beberapa posisi penting. “Kami bisa mempercayai mereka. Jika kami memberi kesempatan, bakat mereka akan muncul dan mereka bisa bersaing dengan sangat baik,” ujar Souto dalam konferensi pers resmi.
- Andarias Kareth (Fafage Banua)
- Piter Junior (Blacksteel Papua)
- Dipo Arrahman (Pangsuma FC Kalbar)
- Rizky Fauzan (Fafage Banua)
- Adityas Priambudi (Blacksteel Papua)
Keberhasilan grup ini tidak lepas dari hasil positif pada dua laga sebelumnya, yaitu kemenangan 7‑0 melawan Brunei Darussalam dan kemenangan tipis 1‑0 atas Malaysia. Dengan tiga kemenangan beruntun, Indonesia mengumpulkan sembilan poin penuh, menegaskan dominasi skuad di Grup B.
Souto menegaskan bahwa target awal tim, yaitu mencapai semifinal, telah tercapai tanpa tekanan berlebih. “Kami sudah mencapai target awal kami, sehingga tidak ada tekanan bagi kami. Selanjutnya kami akan memperbaiki detail latihan agar lebih maksimal di babak semifinal,” katanya.
Pelatih juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan klub-klub domestik. “Klub‑klub kini semakin banyak berinvestasi pada staf pelatih, dan kualitas pelatih juga semakin meningkat. Itu adalah masa depan kami,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa proses pelatihan hanya mencakup dua jam per hari, namun difokuskan pada pertahanan, set‑piece, power play, dan serangan.
Selain menatap babak semifinal, Souto berharap prestasi tim dapat menginspirasi generasi muda. Ia menyebut pemain berusia 13‑15 tahun yang menyaksikan penampilan senior dapat melihat peluang bagi diri mereka di masa depan. “Mereka bisa melihat penampilan para senior dan berkata, ‘Wah, mereka baru berusia 20‑22 tahun. Dalam empat atau lima tahun ke depan saya juga bisa bermain di tim nasional,’” ujar pelatih.
Keberhasilan Indonesia di turnamen ini juga menegaskan peningkatan standar futsal nasional, baik dari sisi taktik maupun kualitas pemain. Dengan penampilan konsisten dan kemampuan mengatasi tekanan dalam menit‑menit akhir, Timnas Futsal Indonesia menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di tingkat regional dan berpotensi melangkah lebih jauh di turnamen internasional selanjutnya.