Liput – 09 April 2026 | Timnas Futsal Indonesia memasuki babak semifinal ASEAN Futsal Championship 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan rekor sempurna di fase grup. Di bawah asuhan pelatih asal Brazil, Hector Souta, skuad Garuda menutup penyisihan grup B dengan tiga kemenangan beruntun, mencatat skor 7-0 atas Brunei Darussalam, 1-0 melawan Malaysia, dan 3-2 mengalahkan tuan rumah Australia. Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai juara Grup B dan mengamankan tiket semifinal yang dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026.
Pertandingan semifinal akan digelar di Nonthaburi Sports Center Complex Gymnasium, Thailand, melawan runner-up Grup A, yaitu Timnas Futsal Vietnam. Vietnam sendiri menempati posisi kedua grup setelah kalah tipis 2-3 dari Thailand pada laga penutup grup A. Kedua tim sudah memiliki sejarah pertemuan yang cukup intens, termasuk pertemuan di Piala Asia 2026 (perempat final) dan final Piala AFF 2024, di mana Indonesia keluar sebagai pemenang.
Berikut rangkuman singkat perjalanan Indonesia di fase grup:
- 6 April 2026 – Indonesia 7-0 Brunei Darussalam (Nonthaburi, Thailand)
- 7 April 2026 – Indonesia 1-0 Malaysia (Nonthaburi, Thailand)
- 8 April 2026 – Indonesia 3-2 Australia (Nonthaburi, Thailand)
Keberhasilan tiga laga tersebut tidak lepas dari pendekatan latihan yang disiplin. Souta menjelaskan bahwa sesi latihan dibagi menjadi empat fokus utama: pertahanan, set piece, power play, dan serangan, masing‑masing satu hari dalam seminggu. Dengan durasi latihan hanya dua jam per sesi, ia menegaskan pentingnya efisiensi dan konsistensi pemain.
“Saya rasa kami cukup konsisten. Latihan kami terbagi: satu hari fokus bertahan, satu hari set piece, satu hari power play, dan satu hari menyerang. Dengan waktu latihan hanya dua jam, itu tidak mudah,” ujar Souta dalam konferensi pers usai kemenangan atas Australia. Ia menambahkan bahwa pemain baru yang masuk ke skuad menunjukkan performa yang memuaskan, menambah kedalaman opsi taktis tim.
Di sisi Vietnam, pelatih Diego Giustozzi telah mengembangkan sistem permainan yang matang selama empat tahun terakhir. Tim Bintang Emas menampilkan strategi power play yang terasah, serta pola serangan bola mati yang efektif. Hal ini membuat Souta menilai lawan Vietnam lebih matang dibandingkan pertemuan sebelumnya.
“Diego Giustozzi sudah berinvestasi pada skuad Vietnam hampir empat tahun. Jadi, mereka datang dengan sistem yang sudah matang, detail permainan yang lengkap, strategi power play, serta skema bola mati yang terasah,” kata Souta.
Selain faktor taktik, catatan pertemuan historis juga menjadi bahan bakar motivasi. Pada final Piala AFF 2024, Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam 2-0 berkat gol Muhammad Syaifullah dan Rizki Xavier, meraih gelar kedua dalam kompetisi tersebut. Sedangkan pada perempat final Piala Asia 2026, Indonesia menang tipis 3-2 setelah pertarungan sengit yang menonjolkan kecepatan dan taktik Vietnam.
Semifinal ini menjadi ujian nyata bagi kesiapan mental dan fisik Garuda, mengingat jadwal pertandingan yang padat dan tekanan penonton di arena internasional. Dengan dukungan penuh federasi, media, serta fans, Indonesia berharap dapat melanjutkan tren kemenangan dan melaju ke final melawan pemenang pertemuan Thailand vs Australia.
Jika Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam, peluang meraih gelar juara pertama dalam sejarah ASEAN Futsal Championship akan semakin besar. Sebaliknya, kekalahan akan menjadi pelajaran berharga untuk persiapan turnamen internasional selanjutnya, termasuk Piala Dunia Futsal yang akan datang.
Secara keseluruhan, kombinasi performa konsisten di fase grup, persiapan latihan terstruktur, dan motivasi historis menjadikan Timnas Futsal Indonesia sebagai kandidat kuat untuk menjuarai ASEAN Futsal Championship 2026. Laga semifinal pada 10 April akan menjadi momen krusial yang menanti sorotan seluruh pecinta futsal di Asia Tenggara.