Truk Dinas TNI AD Tabrak Motor di Kalideres, Sopir Diperiksa dan Korban Diberi Santunan

Liput – 06 April 2026 | JAKARTA, 5 April 2026 – Pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, sebuah truk dinas milik TNI Angkatan Darat (AD) menabrak sepeda motor di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat. Insiden ini menewaskan seorang penumpang motor berusia 51 tahun, Ani Maryati, dan melukai penumpang lainnya, Kartini (39).

Truk yang terlibat merupakan kendaraan satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad yang sedang mengantar siswa SDN 05 Kalideres menuju Cisarua untuk melaksanakan LDKS Pramuka, atas permintaan resmi sekolah. Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menjelaskan bahwa truk tersebut sedang melaksanakan tugas membantu masyarakat ketika kecelakaan terjadi.

Menurut keterangan resmi, sepeda motor yang dikendarai Kartini berusaha menyalip truk dari sisi kiri. Saat itulah pengendara motor kehilangan kontrol dan terjatuh, kemudian terjepit oleh truk. Dari rekaman CCTV yang beredar di media sosial, terlihat sepeda motor memang melintasi sisi kiri jalan sebelum roda depan kiri truk menyentuh ban motor, mengakibatkan motor terbalik dan pengendara terjepit.

Brigjen Donny menegaskan bahwa indikasi awal menunjukkan tidak ada unsur kesengajaan; peristiwa tersebut murni kecelakaan lalu lintas. Ia menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung dan pihak kepolisian, khususnya Denpom I Tangerang, telah melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk.

Sopir truk melaporkan diri ke satuan dan kini berada dalam pemeriksaan oleh Polisi Militer. “Pasca‑kejadian, pengemudi kendaraan dinas telah melaporkan diri ke satuan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Denpom I Tangerang,” ujar Donny dalam keterangan pada Minggu, 5 April 2026.

Sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AD telah memberikan bantuan kepada korban dan keluarga korban meninggal. Bantuan tersebut meliputi:

  • Biaya pengobatan bagi korban yang luka.
  • Santunan finansial bagi keluarga Ani Maryati yang meninggal di tempat.
  • Takziah dan permintaan maaf secara langsung oleh perwakilan satuan Menzikon/CRK Pusziad.

Donny menegaskan bahwa jika penyelidikan menemukan unsur kelalaian dari pengemudi, maka proses hukum akan tetap ditegakkan secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. “Apabila dalam hasil penyelidikan terbukti adanya kelalaian, yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kejadian ini memicu sorotan publik mengingat beberapa insiden lain yang melibatkan anggota TNI dalam seminggu terakhir, termasuk kasus peluru nyasar oleh prajurit marinir. Pemerintah dan TNI berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian untuk memastikan penanganan peristiwa serupa berjalan objektif dan profesional.

Di luar aspek hukum, pihak sekolah yang meminta layanan truk TNI AD untuk mengantar siswa ke kegiatan LDKS Pramuka menyatakan kesedihan mendalam atas tragedi ini. Sekolah berjanji akan mengevaluasi kembali prosedur transportasi siswa demi menghindari kejadian serupa di masa depan.

Secara keseluruhan, kecelakaan di Kalideres menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas, terutama dalam situasi kendaraan berat yang sedang mengangkut penumpang. Pemeriksaan menyeluruh terhadap faktor teknis, kondisi jalan, dan perilaku pengendara motor diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret untuk meningkatkan keselamatan jalan raya di Jakarta Barat.

Hingga kini, proses hukum masih dalam tahap penyelidikan, sementara keluarga korban dan masyarakat menanti kejelasan penyebab pasti serta penyelesaian yang adil.