Liput – 14 April 2026 | Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 16.20 WITA, sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Denpasar‑Singaraja tepatnya di depan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Induk Tanaman Pangan Provinsi Bali, Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Sebuah truk dinas Angkatan Darat (TNI AD) tipe Hino dengan nomor polisi 8243‑IX menabrak sepeda motor Honda milik seorang pemuda berusia 21 tahun.

Pengemudi truk adalah Pratu Agung Mesyak Napalior Timbola, anggota Komandan Legiun Komplek Kodam IX/Udayana. Pada saat kejadian, truk tersebut sedang melaksanakan tugas pengantaran 18 personel Satgas Penanggulangan Terorisme Papua Nugini (Pamtas PNG) menuju Yonif 900/SBW Singaraja. Sementara itu, motor yang ditumpangi I Putu Krisnawan, seorang warga setempat, sedang melaju dari arah berlawanan. Kedua kendaraan berusaha mendahului kendaraan lain secara bersamaan sehingga menimbulkan situasi berbahaya.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kapendam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Widi Rahman, truk sempat berupaya menghindari tabrakan dengan membanting setir, namun gaya manuver tersebut tidak cukup untuk mencegah benturan keras. Dampak tabrakan membuat I Putu Krisnawan mengalami luka berat di kepala, dada, dan anggota tubuh lainnya.

Baca juga:

Setelah kejadian, korban pertama kali mendapatkan pertolongan medis di RS Semara Ratih, kemudian dirujuk ke RSUD Singasana untuk perawatan lanjutan. Meskipun telah dilakukan upaya penyelamatan intensif, luka yang diderita korban terlalu parah sehingga mengakibatkan kematian pada malam harinya.

Pejabat TNI AD melalui Kodam IX/Udayana segera mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta keluarga korban. Dalam langkah humanis, jajaran Komlekdam IX/Udayana melakukan kunjungan duka ke rumah keluarga almarhum, menyampaikan rasa belasungkawa, serta menyalurkan bantuan santunan kepada keluarga.

Baca juga:

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 13 April 2026, Kolonel Widi Rahman menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat Tabanan. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan memastikan proses penanganan dilakukan secara transparan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana akan bertanggung jawab penuh atas kecelakaan ini.

  • Penanganan darurat: Pengamanan lokasi, evakuasi korban, koordinasi medis.
  • Bantuan keluarga: Kunjungan duka, santunan finansial, dukungan moral.
  • Proses hukum: Penyidikan internal militer dan koordinasi dengan kepolisian.
  • Evaluasi internal: Audit prosedur pengoperasian kendaraan dinas dan pelatihan pengemudi.

Selain itu, Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa proses hukum terhadap pengemudi truk akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik di lingkungan militer maupun sipil. Evaluasi internal juga akan dilaksanakan untuk meninjau kembali standar keselamatan, prosedur pengiriman personel, serta pelatihan mengemudi bagi personel militer yang mengoperasikan kendaraan berat.

Baca juga:

Kecelakaan ini memicu keprihatinan luas di media sosial, dengan banyak netizen menyoroti pentingnya keselamatan jalan bagi semua pengguna, termasuk kendaraan dinas militer. Pihak berwenang diharapkan dapat mempercepat penyelidikan dan memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat mencegah terulangnya insiden serupa.

Secara keseluruhan, tragedi ini menegaskan kembali perlunya sinergi antara militer, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman. Keluarga I Putu Krisnawan kini harus menanggung duka yang mendalam, sementara Kodam IX/Udayana berkomitmen memperbaiki prosedur operasionalnya demi keselamatan publik.

Baca juga:

Dengan langkah-langkah transparan dan evaluasi menyeluruh, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer dapat pulih, sekaligus menegakkan prinsip keadilan bagi korban dan keluarganya.

Baca juga: