Liput – 16 April 2026 | Negara-negara di benua Eropa tengah mempercepat penyusunan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari aliansi NATO. Inisiatif ini muncul setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan pertimbangan penarikan AS dari pakta pertahanan, dipicu oleh ketidakpuasan atas penolakan sekutu Eropa membantu operasi militer melawan Iran. Meskipun pada dasarnya tujuan utama tetap mengandalkan kehadiran Amerika di Atlantik Utara, para pembuat kebijakan Eropa berusaha menyiapkan “asuransi” strategis bila Washington memang memutuskan langkah tersebut.
Rencana cadangan tersebut tidak dimaksudkan menjadi pesaing NATO, melainkan sebagai mekanisme mandiri yang memanfaatkan struktur militer aliansi yang sudah ada. Dengan memindahkan sebagian besar tanggung jawab pertahanan ke negara-negara Eropa, inisiatif ini diharapkan dapat memastikan kontinuitas pertahanan wilayah tanpa tergantung pada keputusan politik di Washington.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menjadi tokoh sentral dalam pergeseran kebijakan ini. Selama masa kepemimpinannya, Merz secara terbuka meragukan kemampuan AS sebagai sekutu yang dapat diandalkan, khususnya di era pasca‑Trump. Dukungan Jerman telah memicu minat serupa dari Inggris, Prancis, Polandia, negara‑negara Nordik, serta Kanada, yang semuanya menilai perlunya koalisi sukarela di dalam kerangka NATO.
Beberapa elemen kunci yang diidentifikasi dalam rencana tersebut meliputi:
- Peningkatan wajib militer: Beberapa negara mempertimbangkan kebijakan wajib militer untuk memperkuat basis personel militer domestik.
- Pengembangan industri pertahanan: Fokus pada sektor‑sektor yang masih tertinggal dibandingkan AS, seperti anti‑kapal selam, kemampuan ruang angkasa, intelijen, pengisian bahan bakar di udara, serta mobilitas udara.
- Koordinasi struktural NATO: Memanfaatkan jaringan komando dan logistik NATO yang sudah terintegrasi, sambil menyesuaikan peran tiap negara anggota dalam skenario tanpa kehadiran pasukan AS.
- Kerjasama intelijen dan siber: Memperkuat jaringan pertukaran data intelijen serta kemampuan pertahanan siber secara kolektif.
- Simulasi krisis dan latihan bersama: Mengadakan latihan bersama secara rutin untuk menguji kesiapan respons militer Eropa dalam skenario penarikan AS.
Langkah ini juga dipercepat setelah insiden pada 1 April 2026, ketika Trump menyatakan secara serius mempertimbangkan penarikan AS dari NATO setelah sekutu Eropa menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Pernyataan tersebut menambah tekanan pada pemerintah-pemerintah Eropa untuk menyiapkan opsi alternatif, sekaligus menyoroti keretakan kepercayaan yang terjadi dalam aliansi tradisional.
Selain aspek militer, rencana cadangan mencakup kebijakan ekonomi dan diplomatik. Negara‑negara Eropa berupaya meningkatkan anggaran pertahanan masing‑masing, mengurangi ketergantungan pada pasokan teknologi dari AS, serta memperluas kerjasama pertahanan dengan negara‑negara non‑NATO yang memiliki kapabilitas tinggi, seperti Kanada dan Jepang.
Secara geopolitik, skenario NATO tanpa AS menimbulkan tantangan baru bagi keamanan kawasan. Rusia dapat memanfaatkan potensi perpecahan aliansi, sementara China semakin memperkuat posisi di Indo‑Pasifik. Oleh karena itu, Eropa berusaha menyeimbangkan antara menjaga kemandirian pertahanan dan tetap menjaga dialog strategis dengan kedua kekuatan besar tersebut.
Dalam konteks internal, pendapat publik di beberapa negara Eropa menunjukkan dukungan yang beragam. Di Jerman, survei menunjukkan peningkatan dukungan terhadap kebijakan pertahanan mandiri, sementara di Prancis dan Inggris terdapat perdebatan mengenai alokasi anggaran yang diperlukan untuk menutup kesenjangan kemampuan militer yang ada.
Kesimpulannya, meskipun AS masih menjadi pilar utama keamanan Eropa, upaya kolektif yang sedang dijalankan oleh negara‑negara Eropa menandai langkah signifikan menuju kemandirian strategis. Rencana cadangan ini tidak hanya berfungsi sebagai “asuransi” jika Washington mundur, tetapi juga memperkuat solidaritas internal aliansi NATO melalui pembagian beban pertahanan yang lebih merata.