Liput – 06 April 2026 | Southampton menorehkan kejutan besar pada babak perempat final Piala FA 2026 dengan mengalahkan Arsenal 2‑1 di St. Mary’s Stadium, Southampton. Kemenangan tersebut tidak hanya menyingkirkan sang Gunners dari kompetisi bergengsi, tetapi juga memadamkan harapan Arsenal untuk meraih treble musim ini. Dengan gol pembuka Ross Stewart pada menit ke‑35, sang tamu unggul lebih dulu, memaksa Arteta menyesuaikan taktik di babak kedua.
Setelah jeda, Arsenal mencoba bangkit melalui serangan balik yang dipimpin oleh Kai Havertz. Pada menit ke‑68, Viktor Gyökeres—pemain baru yang mencatat 17 gol dalam debutnya—menyamai kedudukan berkat umpan terobosan dari Havertz. Gol itu menambah tekanan pada tim Mikel Arteta, yang kemudian memasukkan beberapa pengganti termasuk Riccardo Calafiori, Noni Madueke dan pemain lain untuk mencari titik terang.
Namun, Southampton kembali menunjukkan keefektifan serangan cepatnya. Pada menit ke‑85, Tom Fellows menyalurkan bola ke Shea Charles, yang menembakkan tembakan keras ke sudut atas gawang, menambah angka menjadi 2‑1 untuk Saints. Gol penentu itu bertahan hingga peluit akhir, mengamankan tempat Southampton di semifinal untuk pertama kalinya sejak 2021.
Reaksi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, di konferensi pers BBC menegaskan sikap realistis sekaligus optimis. “Kami harus memberi selamat kepada Southampton. Mereka berada di Wembley, kami tidak,” ujar Arteta, menyoroti kegagalan tim dalam mengelola bola panjang dan pertahanan zona. Ia menambahkan, “Kami harus bangkit dan menunjukkan karakter kami di lapangan, bukan di luar sana,” menanggapi tekanan media dan ekspektasi tinggi.
Di sisi lain, manajer Southampton, Tonda Eckert, mengakui besarnya tantangan melawan Arsenal namun tetap percaya pada pendekatan taktis timnya. “Ini adalah pertandingan besar bagi kami. Kami sudah menyiapkan diri selama libur, dan kami siap menghadapi tantangan,” katanya kepada TNT Sports. Pendekatan langsung dan pertahanan yang terorganisir terbukti berhasil, menahan serangan Arsenal yang berbahaya.
- Gol Southampton: Ross Stewart (35′) dan Shea Charles (85′).
- Gol Arsenal: Viktor Gyökeres (68′).
- Statistik utama: Kepa Arrizabalaga (Arsenal) melakukan beberapa penyelamatan penting, sementara Daniel Peretz (Southampton) menahan beberapa tembakan berbahaya.
Kekalahan ini menandai rekor kelam bagi Arsenal: pertama kalinya mereka mengalami dua kekalahan beruntun di semua kompetisi musim ini, serta pertama kalinya sejak 2021‑22 mereka tersingkir dari FA Cup oleh tim divisi lebih rendah. Selain itu, Arsenal kini hanya memiliki peluang untuk mengincar gelar Liga Premier dan Liga Champions.
Para penggemar Arsenal pun melontarkan ribuan meme di media sosial, mengolok‑olok kegagalan tim dalam upaya meraih treble. Meme‑meme tersebut bahkan sampai menjadi bahan lelucon di akun resmi Southampton, menambah bumbu kontroversi di antara suporter kedua klub.
Meski kecewa, Arteta menegaskan bahwa timnya akan fokus pada sisa kompetisi. “Kami harus pulih, mengatasi cedera, dan menyiapkan diri untuk laga-laga penting di Liga dan Champions League,” ujarnya. Ia juga berharap pemain kunci seperti Declan Rice dan Bukayo Saka dapat kembali fit untuk pertandingan-pertandingan krusial mendatang.
Dengan hasil ini, Southampton melaju ke semifinal FA Cup 2026, menatap peluang besar untuk menambah koleksi trofi klub. Bagi Arsenal, kegagalan ini menjadi peringatan keras bahwa ambisi treble membutuhkan konsistensi dan ketahanan mental yang tinggi.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Southampton dan Arsenal menjadi sorotan utama kalender sepakbola Inggris minggu ini, menegaskan bahwa dalam turnamen knock‑out, satu gol dapat mengubah nasib seluruh musim.