Ross Stewart Bawa Southampton Kejutan Besar Atas Arsenal di Piala FA: Dari Rehab Hingga Gol Penentu

Liput – 06 April 2026 | Southampton menorehkan salah satu kejutan paling menggemparkan dalam sejarah Piala FA 2025/2026 ketika mereka mengalahkan pemimpin Premier League, Arsenal, dengan skor 2-1 di St. Mary’s Stadium. Gol penentu datang dari Ross Stewart, striker asal Skotlandia yang sebelumnya harus menjalani rehabilitasi panjang akibat cedera. Kemenangan ini tidak hanya mengantar Saints ke semifinal, tetapi juga menegaskan peran penting Stewart dalam mengubah nasib tim pada malam yang penuh drama.

Ross Stewart mengaku bahwa rasa euforia setelah mencetak gol melawan Arsenal menghapus semua rasa sepi yang ia rasakan selama masa pemulihan. Setelah mengalami cedera yang membuatnya absen selama beberapa bulan, Stewart menjalani program rehabilitasi yang menuntut disiplin tinggi. “Setiap hari di ruang rehab terasa sunyi, namun saat saya menendang bola dan mencetak gol di Piala FA, semua rasa sakit itu menghilang seketika,” ujar ia dalam wawancara pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa dukungan rekan-rekan satu tim serta pelatih sangat membantu proses kembali ke lapangan.

Pada menit ke-35, Stewart memanfaatkan kesalahan pertahanan Arsenal yang melibatkan Ben White. Bola meluncur ke arah James Bree, yang kemudian mengirimkan umpan terobosan kepada Stewart di area penalti. Dengan kecepatan dan instingnya, Stewart menaklukkan kiper Daniel Peretz, menempatkan Southampton unggul pertama kali dalam pertandingan. Gol tersebut menjadi titik balik, mengubah dinamika tim yang sebelumnya tampak tertekan.

Arsenal berusaha bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68 melalui Viktor Gyokeres. Serangan balik cepat Arsenal dimediasi oleh Kai Havertz, yang mengirimkan bola lurus ke kaki Gyokeres. Gol tersebut menambah ketegangan, namun Saints tidak menyerah. Pada menit ke-85, Shea Charles, yang masuk sebagai pemain pengganti, menambah keunggulan Southampton dengan tembakan keras ke pojok kiri bawah gawang, melampaui jangkauan Kepa Arrizabalaga.

Berikut rangkaian penting dalam pertandingan:

  • 6′: Max Dowman (Arsenal) menendang keras, namun diselamatkan oleh Peretz.
  • 25′: Martin Ødegaard (Arsenal) hampir mencetak lewat tembakan jarak jauh, tetapi gagal.
  • 35′: Ross Stewart (Southampton) memanfaatkan umpan James Bree, mencetak gol pembuka.
  • 68′: Viktor Gyokeres (Arsenal) menyamakan kedudukan dari assist Kai Havertz.
  • 85′: Shea Charles (Southampton) menutup pertandingan dengan gol ketiga.

Setelah gol penentu, Stewart mengungkapkan kegembiraannya: “Ini malam yang luar biasa, perayaan di ruang ganti sangat gila. Kami tahu kami bisa menyakiti mereka, terutama dengan serangan balik yang cepat.” Sementara Charles menambahkan, “Saya hanya diminta untuk masuk dan membantu tim, mencetak gol adalah kebahagiaan tersendiri. Saya hanya mencoba menempatkannya di sudut.” Kedua pemain menegaskan bahwa meskipun kemenangan ini penting, mereka tetap fokus pada pertandingan liga yang akan datang.

Di sisi lain, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memilih untuk tidak mengkritik pemainnya. Dalam konferensi pers, ia menyatakan, “Saya mencintai para pemain saya dan apa yang mereka lakukan selama sembilan bulan ini. Saya tidak akan menyalahkan mereka atas kekalahan ini. Tanggung jawab penuh ada pada saya sebagai pelatih.” Arteta menekankan perlunya evaluasi diri dan sikap yang tepat untuk bangkit kembali, menegaskan bahwa tim harus tetap percaya diri dan kompetitif di level tertinggi.

Kekalahan ini menutup harapan Arsenal untuk meraih tiga trofi musim ini. Selain tertinggal dari Piala FA, mereka juga gagal menjuarai Piala Liga, menyisakan fokus pada Liga Premier dan Liga Champions. Sementara itu, Southampton kini melaju ke semifinal Piala FA, menambah kepercayaan diri tim dalam upaya mempertahankan posisi di zona aman klasemen Championship.

Kesimpulannya, gol Ross Stewart tidak hanya menjadi penentu dalam pertandingan melawan Arsenal, tetapi juga simbol kebangkitan seorang pemain yang pernah terpuruk akibat cedera. Kemenangan ini menegaskan bahwa tekad, kerja keras, dan dukungan tim dapat menghasilkan momen bersejarah. Saints kini menatap semifinal dengan keyakinan, sementara Arsenal harus melakukan introspeksi mendalam untuk memperbaiki performa mereka di sisa kompetisi.