Drama Papan Bawah Liga 1: Persis Solo Terpuruk, Madura United Bangkit, Semen Padang Gagal Lepas

Liput – 06 April 2026 | Musim 2024/2025 Liga 1 Indonesia memasuki pekan ke-21 dengan kisah yang semakin menegangkan di zona degradasi. Tiga klub yang berada di posisi paling rapuh—Persis Solo, Madura United, dan Semen Padang—masih berjuang keras untuk menghindari catatan hitam di papan klasemen. Sementara beberapa tim papan atas terus memperkuat posisi mereka, pertarungan di ujung bawah menjadi sorotan utama para pecinta sepak bola tanah air.

Persis Solo, yang kini menempati peringkat 18 dengan hanya 14 poin dari 21 laga, berada di dasar klasemen. Klub yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep ini hanya mencatat tiga kemenangan, lima hasil imbang, dan 13 kekalahan sejak kompetisi dimulai. Kegagalan terbaru datang dari laga tandang melawan Madura United pada Sabtu (1/2), di mana Laskar Sambernyawa harus menelan dua gol tanpa balas. Total gol yang kebobolan mencapai 33, menambah beban mental pemain dan suporter.

Di sisi lain, Madura United yang sebelumnya berada di dasar klasemen berhasil menggerakkan satu langkah ke atas menjadi peringkat 17. Kemenangan 2-0 atas Persis Solo, berkat gol Lullinha dan Youssef Ezzejjari pada menit 82, memberikan tim besutan Alfredo Vera tiga poin penting. Sebelumnya, Madura United pernah menjadi runner-up musim 2023/2024, namun kini harus berjuang keras untuk menghindari degradasi. Dengan 15 poin dari 21 pertandingan, mereka masih harus menambah performa agar tidak terperosok ke zona terburuk.

Semen Padang, yang baru kembali ke Liga 1 setelah terdegradasi pada 2019, masih berada di zona persaingan terdekat dengan poin 16. Hasil imbang 1-1 melawan Malut United pada Minggu (2/2) tidak cukup untuk mengangkat mereka keluar dari zona ancaman. Tim asal Sumatera Barat ini masih belum menemukan konsistensi dalam menambah poin, meski menunjukkan semangat juang pada setiap laga.

Berikut rangkuman statistik sementara ketiga tim zona degradasi hingga pekan ke-21:

Posisi Tim Poin Main Menang Imbang Kalah Gol (+/-)
18 Persis Solo 14 21 3 5 13 -19
17 Madura United 15 21 4 3 14 -12
16 Semen Padang 16 21 4 4 13 -9

Keberadaan tiga tim ini di zona bawah menimbulkan pertanyaan besar bagi manajemen dan pelatih. Persis Solo, yang dipimpin oleh pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, masih belum mampu memanfaatkan potensi pemainnya. Selama lima pertandingan terakhir, tim ini menelan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan satu kemenangan. Selain itu, catatan disiplin menjadi sorotan; empat kartu merah terakumulasi dalam lima laga terakhir, menambah beban psikologis pada skuad.

Madura United, meski berhasil memperbaiki posisi, harus tetap waspada. Tim ini masih memiliki catatan 14 kekalahan dalam 21 pertandingan, yang menunjukkan rentan pada serangan lawan. Konsistensi dalam mencetak gol menjadi kunci utama untuk mengamankan poin tambahan pada sisa musim.

Semen Padang, di sisi lain, harus meningkatkan efisiensi di lini akhir. Meskipun mencatat empat kemenangan, tim ini masih kebobolan 27 gol, menempatkan mereka di posisi yang rawan. Penguatan pertahanan menjadi prioritas utama menjelang sisa pekan kompetisi.

Persaingan di zona degradasi bukan hanya sekadar angka, melainkan juga melibatkan faktor psikologis, dukungan suporter, dan kebijakan klub. Kaesang Pangarep, pemilik Persis Solo, diharapkan dapat memberikan arahan strategis serta dukungan finansial untuk memperkuat skuad di bursa transfer. Sementara itu, Madura United dan Semen Padang harus mengevaluasi taktik serta memaksimalkan potensi pemain muda agar dapat bersaing dengan tim-tim yang berada di atas mereka.

Menjelang pekan ke-22, semua mata akan tertuju pada laga-laga krusial yang dapat menentukan nasib tiga klub ini. Jika Persis Solo gagal memperbaiki performa, risiko degradasi semakin nyata. Madura United perlu menjaga momentum positif, sementara Semen Padang harus menambah ketajaman serangan untuk mengumpulkan poin penting.

Secara keseluruhan, dinamika papan bawah Liga 1 menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di puncak klasemen. Setiap poin menjadi sangat berharga, dan keputusan taktis pada menit-menit akhir pertandingan dapat mengubah nasib sebuah klub. Para pengamat sepak bola menilai bahwa musim ini akan menjadi ujian sejati bagi kemampuan manajerial serta kesiapan mental para pemain. Bagi suporter, harapan tetap menyala, berharap tim kesayangan dapat bangkit dan menghindari nasib buruk di akhir musim.