Drama Las Palmas: Kejutan Lawan Barcelona, Relegasi 2017‑18, dan Dampak Strike Pengendali Lalu Lintas di Spanyol

Liput – 20 April 2026 | Las Palmas kembali menjadi sorotan utama dalam kancah sepak bola Spanyol setelah mencatat serangkaian peristiwa menegangkan yang memengaruhi klub serta para pendukungnya. Dari kemenangan mengejutkan atas Barcelona yang mengakhiri dominasi klub asal Catalunya selama 53 tahun, hingga kepastian turun ke divisi kedua pada akhir musim 2017‑2018, perjalanan Las Palmas penuh liku. Tidak hanya di atas lapangan, aksi mogok tak terbatas yang dilakukan oleh pengendali lalu lintas udara Spanyol menambah tantangan bagi para wisatawan yang hendak menyaksikan pertandingan atau berlibur di Kepulauan Canaria.

Pertandingan melawan Barcelona pada pekan ke‑38 musim 2023‑2024 menjadi titik balik emosional bagi Las Palmas. Dalam duel yang berlangsung di Gran Canaria Stadium, tim lokal berhasil menumbangkan Barcelona dengan skor 2‑1. Gol pembuka dicetak oleh striker asal Brasil, Fabio Silva, yang pada saat itu masih dipinjamkan dari Wolverhampton Wanderers. Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan kebanggaan bagi suporter, tetapi juga menandai berakhirnya catatan tak terkalahkan Barcelona selama lebih dari lima dekade di wilayah tersebut. Pemain muda asal Spanyol, Pedri, yang sebelumnya mengungkapkan rasa terharunya ketika kembali mengunjungi stadion lamanya, menyaksikan rivalnya tersingkir dalam pertandingan yang penuh drama.

Namun, kebanggaan tersebut tidak dapat menutupi luka lama yang masih terasa. Musim 2017‑2018, Las Palmas berada di posisi ke‑19 dalam klasemen akhir La Liga dengan hanya mengumpulkan 22 poin, mengakibatkan turun ke Segunda División. Berikut adalah rangkaian klasemen akhir La Liga 2017‑2018 dengan posisi Las Palmas ditandai:

Posisi Tim Poin
1 Barcelona 93
2 Atletico Madrid 79
3 Real Madrid 76
19 Las Palmas 22
20 Malaga 20

Keputusan turun ke divisi kedua memaksa manajemen klub melakukan restrukturisasi skuad. Salah satu langkah signifikan adalah mengontrak kembali pemain muda berbakat, Stefan Bajcetic, yang dipinjamkan dari Liverpool pada paruh kedua musim 2023‑2024. Bajcetic diharapkan menambah kreativitas lini tengah serta membantu tim kembali menancapkan diri di papan atas Segunda.

Sementara itu, situasi di luar lapangan tak kalah menantang. Pada awal April 2026, pengendali lalu lintas udara di seluruh Spanyol memulai aksi mogok tak terbatas sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah. Akibatnya, penerbangan domestik dan internasional mengalami penundaan signifikan, termasuk rute menuju Bandara Gran Canaria. Bagi para pendukung yang merencanakan perjalanan ke Las Palmas, pilihan alternatif seperti kapal feri atau penerbangan melalui bandara lain menjadi satu-satunya cara menghindari kekacauan.

Berbagai klub besar Eropa juga menaruh perhatian pada perkembangan Las Palmas. Real Madrid, yang pada akhir 2023‑2024 masih berada di zona zona aman klasemen, menilai bahwa kebangkitan tim Canarian dapat menjadi ancaman potensial pada babak berikutnya. Di sisi lain, Barcelona yang baru saja mengalami kegagalan di lapangan, melancarkan evaluasi taktis dan memperkuat lini pertahanan untuk menghindari kejutan serupa.

Berikut rangkuman poin penting yang dapat diambil dari situasi Las Palmas saat ini:

  • Kemenangan melawan Barcelona menjadi bukti bahwa tim dapat bersaing melawan raksasa Liga Spanyol.
  • Relegasi 2017‑2018 menjadi pelajaran penting dalam manajemen sumber daya dan pengembangan pemain muda.
  • Mogok pengendali lalu lintas menambah beban logistik bagi pendukung dan menguji kesiapan klub dalam mengelola situasi darurat.
  • Transfer pemain seperti Fabio Silva dan Stefan Bajcetic menunjukkan strategi klub dalam memperkuat skuad tanpa mengorbankan keuangan.

Dengan kombinasi faktor olahraga dan non‑olahraga ini, Las Palmas berada pada persimpangan penting. Keberhasilan di lapangan, dukungan suporter, serta adaptasi terhadap kondisi eksternal akan menentukan apakah klub ini dapat kembali ke puncak La Liga atau terperangkap lama di divisi kedua. Semua mata kini tertuju pada strategi pelatih baru, Diego Martínez, serta kemampuan klub dalam mengelola krisis transportasi yang sedang berlangsung.