Liput – 18 April 2026 | Rayo Vallecano berhasil menyingkirkan AEK Athens dari UEFA Conference League pada laga leg kedua yang berlangsung di Stadion Apostolos Nikolaidis, Athena, pada Kamis (16/04/2026). Setelah unggul 3-0 pada leg pertama di Madrid, Rayo terpaksa menelan tekanan sengit dari AEK pada babak tandang. Tim Spanyol sempat berada di bawah tekanan setelah Zini mencetak gol pembuka untuk AEK pada menit ke-13, diikuti Razvan Marin yang menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-36.
Namun, Rayo Vallecano tidak menyerah. Pada menit ke-51, Zini kembali menyamakan kedudukan 2-2 untuk AEK, menandai gol keduanya pada malam itu. Tekanan kembali memuncak ketika Isi Palazon menemukan jaring gawang pada menit ke-60, memberi Rayo keunggulan 1-0 di pertandingan itu dan mempertahankan selisih tiga gol secara agregat (4-3). Gol penentu itu menjadi penentu akhir, memastikan Rayo melaju ke semifinal pertama kalinya dalam sejarah kompetisi Eropa.
Keberhasilan Rayo Vallecano menembus semifinal menjadi sorotan utama dalam perkembangan kompetisi UEFA Conference League. Tim asal Madrid kini bergabung dengan tiga tim lain yang berhak melaju ke babak semifinal, sementara AEK Athens harus menelan kekecewaan setelah harapan kembali ke panggung Eropa terhenti.
Di sisi lain, performa AEK Athens di kompetisi domestik juga menunjukkan dinamika yang menarik. Pada pekan sebelumnya, Olympiacos berhasil mengalahkan AEK dengan skor 1-0 dalam laga pembuka fase pasca-split Greek Superleague. Kekalahan tersebut memperlebar jarak Olympiacos dengan pemimpin klasemen, AEK Athens, yang kini berada di posisi kedua dengan selisih lima poin menjelang lima pertandingan tersisa.
Pelatih Olympiacos, Jose Luis Mendilibar, menegaskan pentingnya konsistensi performa di luar lapangan liga, terutama setelah kekalahan melawan AEK pada pekan pertama pasca-split. Sementara itu, AEK Athens masih mengandalkan pemain kunci seperti Zini, yang telah mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Rayo, serta Razvan Marin yang menambah kontribusi serangan tim.
Dalam konteks kompetisi Eropa, keberhasilan Rayo Vallecano menyingkirkan AEK menandai perubahan pola permainan klub-klub Spanyol di panggung internasional. Rayo, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai klub bertahan di La Liga, kini menunjukkan kualitas taktik defensif yang disiplin serta serangan balik yang efektif, terutama melalui pemain seperti Isi Palazon yang menjadi penentu hasil.
Berikut rangkuman statistik pertandingan leg kedua antara Rayo Vallecano dan AEK Athens:
| Tim | Gol | Shots on Target | Possession |
|---|---|---|---|
| Rayo Vallecano | 1 | 4 | 48% |
| AEK Athens | 2 | 7 | 52% |
Statistik menunjukkan bahwa meskipun AEK menguasai penguasaan bola, Rayo berhasil memanfaatkan peluang dengan lebih efisien. Gol Palazon menjadi contoh kontras antara akurasi tembakan dan efisiensi akhir.
Ke depan, Rayo Vallecano akan berhadapan dengan lawan semifinal yang belum ditentukan, sementara AEK Athens harus memfokuskan diri pada pemulihan performa di liga domestik. Manajer AEK, yang belum diungkap dalam laporan resmi, diharapkan akan melakukan evaluasi taktik serta memanfaatkan jeda internasional untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat pada laga melawan Rayo.
Dengan hasil ini, para pendukung Rayo Vallecano kini dapat menantikan penampilan klub mereka di panggung semifinal yang akan menjadi sejarah baru bagi tim. Sementara AEK Athens harus kembali ke kompetisi domestik dan menyiapkan diri untuk menutup gap poin dengan Olympiacos, yang terus menancapkan diri sebagai rival utama di liga Yunani.