Kemenangan Dramatis PSM Makassar atas PSIM Yogyakarta: Lagator Buka Jalan Positif di Pekan 27 Super League

Liput – 14 April 2026 | Makassar – Pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026, PSM Makassar berhasil memetik kemenangan penting 2-1 atas tuan rumah PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kemenangan ini tidak hanya menghentikan rentetan enam laga tanpa poin, tetapi juga menegaskan tren positif yang ingin dipertahankan menjelang sisa kompetisi.

Bek tengah asal Montenegro, Dusan Lagator, menjadi sosok utama dalam laga tersebut. Setelah menahan serangan lawan selama 90 menit, ia mencetak gol penentu pada menit tambahan 90+9, mengubah skor menjadi 2-1 untuk PSM. Penampilan ganda Lagator—baik dalam pertahanan maupun serangan—membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match.

“Pertandingan ini sangat sulit. Kami sempat tertinggal 1-0, lalu menyamakan, dan akhirnya unggul kembali. Kemenangan ini sangat penting bagi kami,” ujar Lagator dalam konferensi pasca‑pertandingan. Ia menegaskan bahwa skuad tidak akan berpuas diri dan tetap fokus pada laga kandang berikutnya melawan Borneo FC.

PSM Makassar kini menempati posisi ke‑13 klasemen dengan 28 poin dari 27 laga (9 menang, 11 seri, 7 kalah). Statistik tersebut menunjukkan bahwa tim masih berada dalam zona degradasi, namun kemenangan melawan PSIM memberikan harapan baru untuk mengumpulkan poin tambahan sebelum akhir musim.

Di sisi lain, PSIM Yogyakarta terus menjadi tim yang paling sering berbagi poin di kompetisi. Laskar Mataram telah mencatat 11 hasil imbang dari 27 pertandingan, menempatkannya di peringkat kesembilan dengan 38 poin. Meskipun memiliki 9 kemenangan dan hanya 7 kekalahan, ketidakmampuan mengubah hasil seri menjadi kemenangan menghambat pergerakan mereka ke papan atas.

Pelatih PSIM, Jean‑Paul van Gastel, mengakui masalah efisiensi di lini serang sebagai penyebab utama banyaknya hasil satu poin. “Kami harus meningkatkan kemampuan mencetak gol. Jika beberapa hasil seri dapat kami ubah menjadi kemenangan, posisi kami di klasemen akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Berikut ringkasan statistik utama kedua tim hingga pekan ke‑27:

Tim Pertandingan Menang Seri Kalah Poin
PSM Makassar 27 9 11 7 28
PSIM Yogyakarta 27 9 11 7 38

Statistik menunjukkan kedua tim memiliki catatan yang mirip dalam hal kemenangan, seri, dan kekalahan, namun perbedaan poin muncul karena PSIM memiliki selisih gol lebih baik (36‑35) dibandingkan PSM (tidak disebutkan secara lengkap, namun poin lebih rendah).

Setelah kemenangan melawan PSIM, PSM Makassar akan melanjutkan serangkaian dua laga kandang melawan Borneo FC pada 18 April dan Persik Kediri lima hari kemudian. Kedua pertandingan menjadi krusial untuk mengumpulkan poin demi mengamankan posisi di atas zona degradasi.

PSIM Yogyakarta, sementara itu, akan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada 17 April. Dengan hanya satu kemenangan di sepuluh laga putaran kedua, Laskar Mataram harus menemukan formula kemenangan agar tidak terperangkap dalam tren negatif.

Secara keseluruhan, duel PSM vs PSIM menegaskan betapa tipisnya margin antara tim yang berjuang menghindari degradasi dan tim yang berpotensi menembus papan tengah. Kemenangan dramatis PSM berkat gol akhir Lagator menjadi titik balik yang diharapkan dapat memicu rangkaian hasil positif menjelang penutupan musim.

Kedua tim kini berada pada persimpangan penting: PSM berupaya mengumpulkan poin kritis untuk keluar dari zona bahaya, sementara PSIM harus mengubah pola seri menjadi kemenangan agar tidak terperangkap di zona menengah. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan nasib masing‑masing di akhir kompetisi.