Inter Milan Bangkit dari Ketinggalan 2-0, Menang Dramatis 4-3 atas Como dalam Pertarungan 7 Gol

Liput – 14 April 2026 | Senin dini hari tanggal 13 April 2026 menjadi saksi salah satu laga paling menegangkan dalam edisi Serie A 2025/2026. Inter Milan menurunkan mental juara dengan mengubah defisit dua gol menjadi kemenangan tipis 4-3 melawan Como 1907 di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Pertarungan yang berlangsung selama 90 menit plus tambahan mengantarkan total tujuh gol, menegaskan betapa rapuhnya garis depan Serie A pada fase akhir kompetisi.

Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi. Tim tuan rumah menguasai serangan pertama lewat aksi cepat Alex Valle yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Yann Sommer. Pada menit ke-36, Valle menegaskan keunggulan Como 1-0 dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Tekanan semakin meningkat ketika Nico Paz menambah dua angka pada menit ke-45, memanfaatkan umpan tepat dari Jean Butez. Skor 2-0 pada jeda pertama tampak mengunci kemenangan bagi Como, sementara Inter tampak tertekan dan harus menahan serangan berbahaya.

Momentum berubah pada menit tambahan pertama babak pertama. Marcus Thuram, yang sebelumnya belum mencetak gol dalam laga ini, menembus pertahanan Inter dengan penyelesaian cepat setelah menerima umpan dari Nicolo Barella. Gol tersebut memperkecil jarak menjadi 2-1 dan memberi sinyal bahwa nerazzurri belum menyerah. Atmosfer di tribun mulai bergetar, menandakan kebangkitan tim asuhan Cristian Chivu.

Memasuki babak kedua, Inter meningkatkan intensitas serangan. Hanya empat menit setelah peluit restart, Thuram kembali menemukan jaringan gawang melalui gerakan off‑the‑ball yang cerdik, mencetak gol kedua dalam rentang waktu singkat. Dengan skor menjadi 2-2, Inter menunjukkan perubahan taktik yang lebih agresif, menekan pertahanan Como secara terus‑menerus.

Denzel Dumfries, bek kanan yang juga memiliki peran penting dalam transisi cepat, menambah keunggulan Inter pada menit ke-58. Ia memanfaatkan ruang di sisi kanan lapangan, meluncurkan tembakan keras yang melesat ke pojok atas gawang. Empat menit kemudian, pada menit ke-72, Dumfries mencetak gol keduanya setelah menerima umpan pendek dari Hakan Calhanoglu yang memecah pertahanan Como. Pada titik ini, Inter telah memimpin 4-2 dan tampak mengendalikan pertandingan.

Como tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-89, Lucas Da Cunha mengeksekusi penalti dengan tenang, memperkecil selisih menjadi 4-3. Gol tersebut menambah ketegangan hingga peluit akhir, namun Inter berhasil menahan serangan terakhir dan mempertahankan keunggulan satu gol.

Kemenangan ini memberi Inter Milan tiga poin penting, meningkatkan total poin mereka menjadi 75 dan memperlebar jarak dengan rival terdekat, Napoli, yang berada di posisi kedua dengan 66 poin. Dengan enam pertandingan tersisa, Inter berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk meraih Scudetto, membutuhkan empat kemenangan lagi untuk memastikan gelar.

Sementara itu, Como tetap berada di urutan kelima dengan 58 poin, namun kehilangan peluang untuk menembus zona Liga Champions setelah Juventus melampaui mereka di posisi keempat. Kekalahan 4-3 menegaskan bahwa meski memiliki kualitas individu, Como masih harus menambah konsistensi dalam menghadapi tim-tim papan atas.

Statistik pertandingan menunjukkan kontribusi utama dari dua pemain Inter: Marcus Thuram mencetak dua gol, termasuk satu di menit tambahan pertama, sedangkan Denzel Dumfries juga menambah dua gol, menegaskan peran penting bek dalam serangan modern. Bagi Como, Alex Valle, Nico Paz, dan Lucas Da Cunha masing-masing menambah satu gol, menandakan penyebaran pencetak gol yang merata namun tidak cukup untuk mengatasi serangan berulang Inter.

Kesimpulannya, laga Inter Milan vs Como menjadi contoh klasik dari kemampuan tim untuk bangkit dari keterpurukan. Mental juara, perubahan taktik cepat, serta eksekusi akhir yang tepat menjadi kunci utama Inter dalam mengamankan tiga poin krusial. Pertandingan ini tidak hanya menambah kegembiraan para pendukung, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi kompetitor lain bahwa Inter masih bertekad kuat mempertahankan puncak klasemen hingga akhir musim.