Warriors Kalahkan Kings 110-105, Kontroversi Foul Sengaja pada Seth Curry Jadi Sorotan NBA

Liput – 09 April 2026 | Golden State Warriors berhasil menahan Sacramento Kings hingga akhir pertandingan dengan skor 110-105 pada Selasa malam, menambah kemenangan penting bagi tim yang sedang berjuang naik peringkat play‑in. Pertandingan yang berlangsung di Chase Center ini tidak hanya dipenuhi aksi di lapangan, tetapi juga menjadi sorotan karena insiden foul sengaja yang dilakukan Kings terhadap guard Warriors, Seth Curry, pada menit-menit akhir kuarter keempat.

Warriors, yang kini mencatat rekor 37-42, memanfaatkan keunggulan mereka pada kuarter ketiga dan keempat untuk mengatasi Kings yang berada di posisi 21-59. Stephen Curry, yang kembali dari cedera lutut setelah absen selama 27 pertandingan, mencetak 17 poin dalam 25 menit bermain sebagai pengganti dari bangku cadangan. Meskipun tidak menampilkan aksi heroik seperti biasanya, Curry berhasil menembak tiga angka penting pada detik akhir yang memperlebar selisih menjadi tiga poin.

Selain Curry, De’Anthony Melton menjadi pencetak poin terbanyak dengan 21 poin, sementara Charles Bassey, yang bermain dengan kontrak 10 hari, mencatat double‑double dengan 14 poin dan 12 rebound. Pat Spencer, mantan pemain lacrosse yang kini beralih ke basket, mencatatkan 14 poin, 11 diantaranya pada babak pertama, dan menorehkan rekor menit bermain tertinggi dalam karirnya, yaitu 41 menit.

Poin krusial muncul ketika Kings memimpin 101-100 dengan sisa waktu tiga menit lebih. Pada saat itu, forward Sacramento, Doug McDermott, melakukan foul sengaja terhadap Seth Curry. Curry berhasil mengonversi satu dari dua lemparan bebas yang diberikan. Kejadian ini memicu kontroversi karena menurut peraturan NBA, tim hanya diberikan dua timeout bila sisa waktu kurang dari tiga menit. Kings memiliki tiga timeout sebelum foul tersebut, sehingga keputusan untuk melakukan foul sengaja tampak sebagai upaya strategis untuk memanfaatkan timeout dan merancang play, namun berujung pada pemberian dua lemparan bebas kepada Warriors.

Insiden tersebut langsung menarik perhatian Draymond Green, forward Warriors, yang mengkritik tindakan Kings. “Saya melihat tim men-foul Seth Curry dengan tiga menit tersisa tanpa alasan yang jelas,” kata Green dalam konferensi pers pasca pertandingan, menambahkan keinginannya agar NBA memberikan sanksi yang tegas. “Saya biasanya dikenai denda bila melakukan kesalahan, jadi mereka seharusnya dikenai denda juga,” ujar Green.

Tak lama setelahnya, ESPN mengonfirmasi bahwa NBA sedang menyelidiki dugaan foul sengaja tersebut. Shams Charania melaporkan bahwa liga menerima laporan dari sumber Kings yang menyatakan bahwa pelatih Doug Christie mengira masih memiliki timeout yang dapat dipakai, namun ternyata tidak. “Kami diberitahu NBA sedang meneliti insiden ini,” kata Charania, menambahkan bahwa Kings mengklaim keputusan tersebut adalah kesalahan taktis, bukan upaya tanking.

Namun, banyak analis mengaitkan insiden ini dengan spekulasi tanking yang semakin mengemuka di Sacramento. Kings saat ini berada di peringkat ke-14 di Wilayah Barat dan telah menunjukkan performa buruk sepanjang musim. Beberapa pihak menilai bahwa keputusan foul sengaja dapat menjadi upaya untuk memperlambat kemenangan Warriors, sehingga menurunkan peringkat Kings dalam rangka memperoleh draft pick yang lebih tinggi.

NBA sendiri telah merencanakan perubahan aturan anti‑tanking yang akan dibahas pada rapat Dewan Gubernur pada 28 Mei. Jika disetujui, aturan baru akan memperketat penggunaan timeout dan penalti bagi tim yang terbukti melakukan manipulasi hasil pertandingan.

Secara statistik, kemenangan ini meningkatkan persentase kemenangan Warriors menjadi 45,5% sementara Kings tetap berada di bawah 30%. Meskipun hasil ini tidak mengubah posisi playoff secara signifikan, pertandingan ini menegaskan kembali ketegangan antara dua tim yang berada di ujung klasemen liga. Bagi Warriors, kemenangan ini menambah kepercayaan diri menjelang play‑in, sedangkan bagi Kings, insiden foul dan potensi penyelidikan dapat menambah beban mental tim menjelang sisa musim.

Dengan sorotan media yang semakin intens, keputusan NBA terkait investigasi ini diharapkan dapat menjadi contoh tegas bagi seluruh tim dalam menjaga integritas kompetisi. Sementara itu, para pemain Warriors, khususnya Stephen Curry, terus menunjukkan kemampuan mereka untuk bangkit dari situasi sulit, menandai kembali peran penting mereka dalam perebutan posisi playoff.