Essien Ungkap Strategi Nordsjaelland: Tiga Bintang Ghana Siap Pimpin di Piala Dunia 2026

Liput – 07 April 2026 | FC Nordsjaelland, klub Liga Denmark yang sejak 2015 dimiliki oleh akademi sepak bola Right to Dream asal Accra, kini kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Hubungan erat antara klub Denmark tersebut dan akademi Ghana menghasilkan generasi pemain yang tidak hanya bersinar di liga Eropa, tetapi juga di panggung internasional. Michael Essien, legenda timnas Ghana dan mantan pemain yang pernah melangkah di Piala Dunia 2006 serta 2014, kini menjabat sebagai asisten pelatih Nordsjaelland. Dalam wawancara eksklusif, ia menyoroti tiga pemain yang diyakini akan menjadi tulang punggung Black Stars di Piala Dunia 2026.

Essien menempatkan Mohamed Kudus sebagai bintang utama timnas Ghana. Kudus, yang memulai karier profesionalnya di Nordsjaelland setelah lulus dari Right to Dream, melanjutkan langkahnya ke Ajax, West Ham United, dan kini mengisi posisi gelandang serang di Tottenham Hotspur. Pada Piala Dunia 2022, Kudus tampil dalam dua laga grup dan mencetak dua gol melawan Korea Selatan, menjadi pencetak gol terbanyak Ghana dalam turnamen tersebut. “Dia bakat terbesar kami. Kami harus melindunginya, memberikan kepercayaan diri, dan dukungan penuh,” ujar Essien.

Selain Kudus, Kamaldeen Sulemana menjadi sorotan berikutnya. Pemain sayap berusia 22 tahun ini kini bermain untuk klub Serie A, Atalanta, setelah melewati fase penting di Nordsjaelland dan Rennes. Essien memuji kecepatan, kekuatan, serta kemampuan menggiring bola sang pemain. “Ketika ia merasa bebas dan menjadi dirinya sendiri di lapangan, kemampuan terbaiknya akan muncul,” tambahnya.

Talenta ketiga yang disebutkan adalah Caleb Yirenski, gelandang muda berusia 20 tahun yang masih mengasah kemampuannya di Nordsjaelland. Essien menilai Yirenski sebagai sosok yang tenang, sopan, dan bekerja keras. “Gaya bermainnya unik, dan kadang mengingatkanku pada diriku ketika masih muda. Saya yakin ia bisa menjadi pemain besar di masa depan,” kata pelatih asisten tersebut.

Ketiga pemain tersebut merupakan produk akademi Right to Dream, yang pada tahun 2015 mengakuisisi mayoritas saham FC Nordsjaelland. Langkah strategis ini menciptakan jalur pengembangan yang terstruktur: pemain muda Ghana dilatih di Ghana, kemudian dipindahkan ke Denmark untuk menyesuaikan diri dengan taktik Eropa, sebelum melanjutkan karier ke liga-liga top Eropa. Selain Kudus, Sulemana, dan Yirenski, akademi juga menghasilkan nama‑nama seperti Ibrahim Osman dan Ernest Nuamah, yang kini memperkuat klub-klub di Belanda, Belgia, dan Inggris.

Pengaruh Nordsjaelland tidak terbatas pada Ghana. Contoh terbaru datang dari Swedia, dimana Benjamin Nygren – pemain sayap yang pernah meniti karier di Nordsjaelland sebelum bergabung dengan Celtic pada 2025 – membantu negaranya lolos ke Piala Dunia 2026 melalui kemenangan dramatis melawan Polandia di play‑off Nations League. Nygren mengakui bahwa pengalaman di Nordsjaelland memberikan fondasi taktis dan mental yang kuat, sekaligus menegaskan peran klub dalam menyiapkan pemain untuk kompetisi level tertinggi.

Menjelang turnamen yang akan digelar pada 11 Juni‑19 Juli 2026 di Amerika Utara, Ghana ditempatkan di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama. Dengan kombinasi pengalaman internasional dari pemain yang berkarier di Premier League, Serie A, dan Liga Denmark, Black Stars diharapkan dapat menantang kelompok yang dianggap sulit. Essien menekankan pentingnya konsistensi, mental juara, dan dukungan penuh bagi tiga talenta utama yang kini menjadi bagian penting skuad.

Secara keseluruhan, strategi sinergi antara Right to Dream dan FC Nordsjaelland telah membuktikan diri sebagai model pengembangan pemain yang efektif. Dengan tiga bintang muda yang siap mengisi lini tengah, sayap, dan gelandang bertahan, Ghana memiliki peluang realistis untuk mencetak jejak di Piala Dunia 2026. Dukungan pelatih berpengalaman seperti Michael Essien, serta pengalaman kompetisi di liga Eropa, menjadi faktor penentu bagi harapan nasional yang kembali menanjak.

Keberhasilan Nordsjaelland dalam memproduksi talenta internasional tidak hanya memperkuat posisi klub di liga domestik, tetapi juga menambah nilai strategis bagi federasi sepak bola Afrika. Jika Ghana dapat mengoptimalkan potensi Kudus, Sulemana, dan Yirenski, serta mengintegrasikan pemain lain yang berasal dari jalur yang sama, maka cerita sukses klub Denmark ini akan berlanjut, menegaskan bahwa kolaborasi lintas benua dapat menghasilkan generasi bintang dunia.