Liput – 07 April 2026 | Setelah berhasil mengukir prestasi di ajang-ajuan internasional, 16 wakil srikandi Tanah Air kini bersiap menjejakkan kaki di Badminton Asia Championships 2026. Turnamen bergengsi ini dipandang sebagai panggung pembuktian generasi muda Indonesia, sekaligus ajang persiapan menjelang Asian Games yang akan digelar di Nagoya pada akhir tahun.
Berbagai pelatnas bulutangkis putri telah dikerumuni dalam satu tim yang menampilkan perpaduan antara pengalaman dan energi muda. Di satu sisi, terdapat nama-nama yang sudah terbukti menorehkan medali di level senior, sementara di sisi lain, muncul talenta baru yang sedang menanjak tajam di peringkat dunia. Kombinasi ini diharapkan mampu menyalurkan strategi permainan yang lebih dinamis, memanfaatkan kecepatan, ketangguhan mental, serta kecerdasan taktik.
Berikut adalah daftar lengkap 16 atlet putri yang terpilih menjadi perwakilan Indonesia di Badminton Asia Championships 2026:
| Nama | Event |
|---|---|
| Gregoria Mariska Tunjung | Singles |
| Apriyani Rahayu | Women's Doubles (partner: Siti Fadia) |
| Nita Violina Marwah | Women's Doubles (partner: Lisa Ayu) |
| Tiara Andini | Women's Doubles (partner: Lanny Triawan) |
| Jenna Liew | Singles |
| Yulia Susanti | Singles |
| Fiona Tan | Mixed Doubles (partner: Akbar Maulana) |
| Rizka Amelia | Mixed Doubles (partner: Hafiz Kurniawan) |
| Melati Dewi | Women's Doubles (partner: Anisa Putri) |
| Sara Pratiwi | Singles |
| Devi Rahayu | Singles |
| Hana Kurniawati | Women's Doubles (partner: Dinda Sari) |
| Rini Kusuma | Mixed Doubles (partner: Budi Prasetyo) |
| Vira Sari | Singles |
| Alya Putri | Women's Doubles (partner: Maya Salsabila) |
Pelatnas telah menjalani rangkaian program persiapan intensif sejak awal 2025. Latihan di Pusat Pelatihan Nasional (Puslat) di Cipayung dilengkapi dengan fasilitas kebugaran mutakhir, analisis video berbasis AI, serta sesi mental coaching yang dipandu psikolog olahraga. Setiap atlet juga mendapat kesempatan mengikuti turnamen persiapan di Asia Tenggara dan Asia Selatan untuk menyesuaikan taktik melawan lawan-lawan potensial.
Selain aspek teknis, tim kepelatihan menekankan pentingnya kebugaran jangka panjang. Program pemulihan meliputi fisioterapi, nutrisi yang disesuaikan, serta penggunaan teknologi pemantauan beban kerja. Hal ini terinspirasi dari keberhasilan Timnas Hoki Outdoor Putra Indonesia yang baru-baru ini memastikan tiket ke Asian Games 2026 melalui manajemen kebugaran yang disiplin, meski menghadapi jadwal pertandingan padat.
Ekspektasi publik sangat tinggi. Srikandi Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pesaing kuat di babak penyisihan, namun juga mampu menembus semifinal dan bahkan meraih gelar juara. Pendukung menilai bahwa keberadaan generasi muda yang telah terbukti mampu menaklukkan pemain-pemain top dunia pada turnamen BWF World Tour memberi sinyal positif bagi peluang medali di Asia Championships.
Di luar lapangan, para atlet juga menjadi duta inspirasi bagi generasi berikutnya. Keikutsertaan mereka dalam program sosial, seperti klinik bulutangkis di daerah terpencil dan kampanye pemberdayaan perempuan melalui olahraga, memperkuat citra srikandi sebagai sosok yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial.
Dengan persiapan matang, dukungan penuh federasi, serta semangat juang yang menggelora, srikandi Tanah Air siap menyalakan panggung Badminton Asia Championships 2026. Mereka tidak hanya mengejar medali, melainkan juga menuliskan babak baru dalam sejarah bulutangkis Indonesia, menegaskan bahwa generasi muda mampu melanjutkan warisan kejuaraan yang telah dirintis oleh para legenda sebelumnya.