Stasiun Aktif Kembali di Jateng: Plabuan dan Comal Siap Layani Penumpang dengan Daftar Kereta Lengkap

Liput – 20 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang resmi mengaktifkan kembali dua stasiun strategis di Jawa Tengah, yaitu Stasiun Plabuan di Kabupaten Batang dan Stasiun Comal di Kabupaten Pemalang. Kedua stasiun mulai melayani penumpang sejak 27 April 2026, membuka peluang mobilitas lebih luas bagi warga Pantura.

Pengaktifan kembali Stasiun Plabuan mendapat sorotan khusus karena posisinya yang unik, berjarak hanya empat meter di atas permukaan Laut Jawa. Penumpang dapat menikmati pemandangan langsung ke laut saat menunggu kereta. Pemeriksaan menyeluruh meliputi fasilitas pemadam kebakaran, jalur evakuasi, ruang tunggu, toilet, musala, serta perlengkapan P3K dan kursi roda, memastikan standar pelayanan minimum terpenuhi.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan, “Dengan kembali beroperasinya Stasiun Plabuan dan Comal, masyarakat kini memiliki akses transportasi yang lebih dekat dan efisien. Pelanggan dapat bepergian ke berbagai kota seperti Semarang, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo dengan lebih mudah.”

Berikut daftar kereta yang dijadwalkan berhenti di masing‑masing stasiun:

  • Stasiun Plabuan: KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto.
  • Stasiun Comal: KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto.
  • Stasiun Batang (penambahan pemberhentian): KA Argo Muria, KA Tawangjaya, KA Menoreh, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto, KA Kaligung.

Penambahan pemberhentian di Stasiun Batang merupakan langkah lanjutan KAI untuk meningkatkan konektivitas wilayah. Dengan enam kereta utama yang kini berhenti, daerah Batang diharapkan dapat menarik lebih banyak penumpang, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan mengurangi kebutuhan perjalanan ke stasiun yang lebih jauh.

Semua tiket untuk rute yang melayani Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, serta kanal penjualan resmi lainnya. KAI menekankan pentingnya perencanaan perjalanan lebih awal, terutama pada periode libur atau event khusus, untuk menghindari kepadatan dan memastikan ketersediaan tempat duduk.

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memantau tingkat okupansi dan animo penumpang. Jika permintaan terus meningkat, KAI tidak menutup kemungkinan menambah layanan atau membuka rute baru di masa depan.

Pengaktifan kembali stasiun ini juga diharapkan meningkatkan pariwisata lokal. Stasiun Plabuan, dengan panorama lautnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan pesisir tanpa harus meninggalkan jaringan kereta api.

Secara historis, Stasiun Plabuan pertama kali beroperasi pada 1898 sebagai titik pengisian air lokomotif, kemudian direnovasi menjadi bangunan permanen pada awal abad ke‑20. Kini, kembali beroperasi, stasiun ini menjadi simbol revitalisasi infrastruktur transportasi berbasis rel di Jawa Tengah.

KAI menegaskan komitmen untuk terus memperluas jaringan layanan kereta api, menjadikan transportasi publik lebih ramah lingkungan, terjangkau, dan dapat diandalkan bagi seluruh lapisan masyarakat.