Liput – 15 April 2026 | Jakarta Utara – Penyihir legendaris Pak Tarno, yang dikenal luas lewat pertunjukan sulap di jalan‑jalan ibu kota, kini tengah berjuang melawan komplikasi stroke yang dideritanya. Kondisi kesehatan mengharuskannya menggunakan kursi roda, berbicara dengan terbata‑batanya, dan mengandalkan bantuan penggemar untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari. Meski demikian, semangat Pak Tarno tidak surut; ia tetap berjualan keliling wilayah tempat tinggalnya untuk menambah pendapatan.
Pada 14 April 2026, dalam sebuah wawancara televisi bersama penyanyi Dewi Perssik, istri Pak Tarno, Lisa Karlina, mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan publik. Menurut Lisa, suaminya secara tegas menyatakan keinginan untuk menikah lagi, meskipun kondisi fisiknya masih lemah. “Dia bilang, ‘saya mau nikah lagi’,” kata Lisa tanpa ragu. Calon pengantin baru dikabarkan merupakan seorang perempuan yang jauh lebih muda daripada Pak Tarno, namun identitasnya belum dipublikasikan secara resmi.
Reaksi Lisa terhadap permintaan suaminya sangat berbeda dari stereotip umum istri yang cemburu atau marah. Ia menyatakan, “Nggak apa‑apa saya izinin, biar dia senang terus.” Alasan Lisa mengizinkan pernikahan tersebut belum dijelaskan secara rinci, namun ia menekankan pentingnya kebahagiaan suami dalam masa pemulihan. Sikap toleran ini menimbulkan perdebatan di kalangan netizen, sebagian menilai sebagai bentuk dukungan moral, sementara lainnya mengkritik kemungkinan praktik poligami.
Sejak pertama kali dikenal publik pada awal 2000‑an, Pak Tarno telah meniti karier sebagai pesulap jalanan. Ia menjadi ikon budaya pop, terutama di kalangan anak‑anak muda yang menyukai aksi sulap spontan. Namun, kariernya sempat terhenti pada Oktober 2025 ketika ia menjadi korban penipuan mobil senilai Rp 100 juta. Kasus tersebut menambah beban finansial dan emosional, memperparah kondisi mentalnya sebelum serangan stroke yang terjadi pada awal 2026.
Stroke yang diderita Pak Tarno mengakibatkan kelumpuhan sebagian tubuh, gangguan bicara, dan keterbatasan mobilitas. Dokter menyarankan rehabilitasi intensif, namun keterbatasan biaya memaksa Pak Tarno mengandalkan pendapatan dari penjualan barang kecil di sekitar rumahnya. Meski demikian, ia tetap bertekad untuk kembali tampil di panggung sulap, mengandalkan kursi roda sebagai alat bantu mobilitas.
- 14 April 2026 – Lisa Karlina mengonfirmasi keinginan Pak Tarno menikah lagi dalam acara televisi.
- Oktober 2025 – Pak Tarno menjadi korban penipuan mobil senilai Rp 100 juta.
- Awal 2026 – Pak Tarno mengalami serangan stroke, memaksa penggunaan kursi roda.
Isu pernikahan ulang Pak Tarno menambah dimensi baru pada kehidupan pribadinya yang sudah dipenuhi tantangan kesehatan. Sebelumnya, Pak Tarno dilaporkan telah menikah hingga sepuluh kali, dengan tujuh di antaranya berakhir setelah ia jatuh sakit. Salah satu istri terdahulu, seorang mantan pramugari, tidak lagi muncul dalam kehidupan publik sejak beberapa tahun lalu.
Pengamat sosial menilai bahwa keputusan Lisa memberi restu bisa dipengaruhi oleh faktor ekonomi, mengingat pendapatan tambahan dari calon istri baru dapat membantu menutupi biaya perawatan dan rehabilitasi. Di sisi lain, ada pula pandangan bahwa keputusan tersebut mencerminkan nilai kekeluargaan dan rasa hormat terhadap keinginan suami yang masih memiliki harapan hidup meskipun dalam kondisi rentan.
Kisah Pak Tarno menyoroti tantangan yang dihadapi para seniman jalanan di era modern, khususnya ketika kesehatan menurun dan dukungan sosial tidak selalu memadai. Sementara itu, publik diharapkan dapat memberikan empati, bukan sekadar sorotan sensasional, agar proses penyembuhan Pak Tarno dapat berjalan lebih optimal.
Dengan latar belakang perjuangan melawan stroke, keinginan untuk menikah lagi, serta dukungan istri yang kontroversial, perjalanan hidup Pak Tarno menjadi sorotan utama media nasional. Ke depannya, perkembangan kondisi kesehatan dan keputusan pribadi Pak Tarno akan terus dipantau oleh masyarakat luas.