Liput – 08 April 2026 | Pada Senin, 8 April 2026, sebuah mobil Toyota Xpander terbakar di lajur 4 Tol Jakarta‑Bogor‑Ciawi (Jagorawi) arah Jakarta, menyebabkan kemacetan hebat pada jam sibuk. Kebakaran yang terjadi di kilometer 29,5 memperlambat arus kendaraan secara signifikan, mengakibatkan antrean panjang hingga kilometer 30. Petugas pemadam kebakaran serta tim Jasa Marga segera mengevakuasi pengendara dan memadamkan api, namun proses penanganan memakan waktu lebih dari satu jam.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan jadwal perbaikan jalan yang sedang berlangsung di beberapa lajur Tol Jagorawi. Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah memulai serangkaian pekerjaan rekonstruksi perkerasan, scrapping, filling, dan overlay (SFO) sejak 6 April 2026. Pekerjaan tersebut direncanakan selesai pada 13 April 2026, namun sebagian lajur harus ditutup sementara demi keselamatan pengguna.
Berikut rangkaian kegiatan perbaikan yang sedang dilaksanakan:
- Arah Jakarta – Lajur Bahu Luar, Off Ramp GT Taman Mini: 6 April 2026 22.00‑8 April 2026 05.00 WIB.
- Arah Pondok Indah – Lajur 1, Kanalisasi Pasar Rebo: 6 April 2026 10.00‑9 April 2026 05.00 WIB.
- Arah Pondok Indah – Lajur 2, Kanalisasi Pasar Rebo: 9 April 2026 10.00‑11 April 2026 05.00 WIB.
- Arah Ciawi – Lajur 1, KM 28+291‑28+398: 6 April 2026 22.00‑7 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Ciawi – Lajur 1, KM 28+300‑28+500: 7 April 2026 22.00‑8 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Ciawi – Lajur 1, KM 31+300‑31+500: 8 April 2026 22.00‑9 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Ciawi – Lajur 2, KM 33+200‑33+400: 9 April 2026 22.00‑10 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Ciawi – Lajur 3, KM 33+200‑33+400: 12 April 2026 22.00‑13 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Jakarta – Lajur 2, KM 29+811‑29+561: 10 April 2026 22.00‑11 April 2026 04.00 WIB.
- Arah Jakarta – Lajur 2, KM 29+561‑29+311: 11 April 2026 22.00‑12 April 2026 04.00 WIB.
Selama periode perbaikan, lajur yang menjadi objek pekerjaan tidak dapat dilalui, sementara lajur lain tetap beroperasi. Pengendara diminta memperhatikan rambu‑rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan menyiapkan saldo kartu elektronik yang cukup. Alvin Andituahta, Senior Manager Representative Office 1 PT JMTM, menegaskan bahwa tujuan utama perbaikan adalah menjaga Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Insiden kebakaran Xpander menambah beban pada pengguna yang sudah menghadapi keterbatasan lajur. Menurut saksi mata, asap tebal dan percikan api muncul sekitar pukul 07.30 WIB, memaksa pengendara kendaraan berat untuk berhenti dan menurunkan kecepatan. Polisi lalu lintas (Polantas) segera menutup akses ke lajur 4 dan menyiapkan jalur alternatif, namun antrian kendaraan pribadi dan truk terus memanjang. Beberapa pengendara melaporkan bahwa lampu lalu lintas di pintu masuk tol beralih ke mode merah berkedip, menandakan adanya gangguan operasional.
Tim pemadam kebakaran yang tiba dalam hitungan menit berhasil memadamkan api setelah menggunakan busa pemadam khusus. Sayangnya, kendaraan Xpander tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total. Tidak ada laporan korban luka serius, namun beberapa penumpang mengalami luka ringan akibat asap beracun. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran bahan bakar atau kegagalan sistem listrik.
Kemacetan yang terjadi berdampak pada distribusi barang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pengemudi truk mengindikasikan bahwa pengiriman barang ke gudang‑gudang utama terhambat selama dua jam, memaksa mereka mencari jalur alternatif melalui Jalan Tol Cipularang. Para penumpang yang berada di dalam kendaraan pribadi melaporkan rasa frustrasi karena harus menunggu lama di dalam kabin yang penuh asap.
Jasa Marga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan menegaskan bahwa seluruh upaya sedang dilakukan untuk mempercepat penyelesaian perbaikan serta memulihkan alur lalu lintas secepat mungkin. Sementara itu, pihak kepolisian terus memantau situasi dan menegakkan disiplin lalu lintas, termasuk memberikan sanksi bagi pengendara yang melanggar rambu penutupan lajur.
Dengan kombinasi antara kebakaran kendaraan dan jadwal perbaikan jalan, Tol Jagorawi mengalami tekanan luar biasa pada hari itu. Pengguna diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan, memanfaatkan aplikasi pemantauan lalu lintas, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintasi jalur tol. Upaya koordinasi antar instansi diharapkan dapat meminimalisir gangguan serupa di masa depan.
Kesimpulannya, insiden Xpander terbakar di lajur 4 menambah beban pada jaringan Tol Jagorawi yang sedang dalam fase perbaikan intensif. Meskipun tim pemadam berhasil mengendalikan api, kerusakan pada kendaraan serta kemacetan yang meluas mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan komunikasi efektif antara pengelola jalan, aparat keamanan, dan pengguna.