Liput – 14 April 2026 | Kasus pernikahan sesama jenis yang melibatkan Intan Anggraeni (28) dan Erfastino Reynaldi Malawat (36) memicu gelombang perbincangan di media sosial dan ruang publik Malang. Pernikahan siri yang dilangsungkan pada 3 April 2026 ini segera menjadi viral setelah Intan mengungkap motif di balik hubungannya, yaitu harapan akan mobil mewah dan rumah yang dijanjikan oleh Rey.
Intan, warga Kecamatan Blimbing, pertama kali bertemu dengan Rey pada bulan Februari 2026 di sebuah karaoke di Kota Batu, saat ia bekerja sebagai pemandu lagu. Rey hadir sebagai pelanggan tetap dan memperkenalkan diri sebagai konsultan proyek asal Jakarta. Hubungan keduanya berkembang cepat, berlanjut hingga 14 Februari 2026 ketika keduanya resmi berpacaran. Selama masa pendekatan, Intan mengaku tidak mencurigai identitas gender Rey karena penampilan, cara berbicara, dan sikap maskulin yang konsisten.
Pernikahan siri mereka dilangsungkan pada 3 April 2026, namun hanya beberapa hari kemudian Intan mengetahui fakta bahwa Rey sebenarnya seorang perempuan. Pada malam pertama bersama, Rey mengungkapkan identitas aslinya, yang membuat Intan terkejut dan mengakhiri hubungan pada 5 April 2026. Intan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang, mengklaim bahwa ia dipikat oleh janji-janji materi seperti mobil mewah dan rumah, serta mengalami penipuan identitas.
Polisi kota Malang segera menanggapi laporan tersebut. Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Rakhmad Aji Prabowo, menyatakan bahwa penyidikan tengah berjalan dan saksi-saksi yang hadir pada upacara pernikahan akan dipanggil untuk keterangan. Pada 8 April 2026, tim penyidik telah melakukan klarifikasi awal dengan Intan, sementara pada minggu berikutnya mereka menyiapkan pemeriksaan saksi lain, termasuk anggota keluarga dan teman dekat.
- 28 Februari 2026 – Pertemuan pertama di karaoke Batu.
- 14 Februari 2026 – Mulai berpacaran secara resmi.
- 3 April 2026 – Upacara pernikahan siri.
- 5 April 2026 – Intan mengetahui identitas gender Rey dan memutuskan hubungan.
- 8 April 2026 – Klarifikasi awal oleh polisi.
- 14 April 2026 – Polisi mengumumkan akan memeriksa saksi-saksi.
Di sisi lain, Rey memberikan versi berbeda. Dalam wawancara dengan media lokal, Rey menegaskan bahwa hubungannya dengan Intan semata-mata didorong oleh kebutuhan finansial Intan. Rey mengaku telah mentransfer sejumlah uang untuk membantu melunasi utang Intan serta menutupi kebutuhan keluarganya, termasuk liburan dan kebutuhan sehari-hari. Ia juga menuduh Intan menyiarkan tuduhan palsu mengenai “pemberian Rp 200 juta” yang tidak pernah terjadi, serta menantang keluarga Intan untuk membuktikan klaim tersebut.
Keluarga Intan membantah semua tuduhan tersebut. Perwakilan keluarga, Eko NS, menegaskan bahwa Intan dan keluarganya baru mengetahui identitas gender Rey setelah pernikahan, dan bahwa tuduhan tentang uang sebesar Rp 200 juta tidak memiliki dasar. Mereka menyatakan siap menyerahkan bukti transfer yang ada kepada kepolisian serta berencana mengajukan laporan pencemaran nama baik terhadap Rey.
Reaksi warganet pun beragam. Sebagian pengguna media sosial menyayangkan manipulasi identitas dan menilai pernikahan siri sebagai pelanggaran hukum, sementara kelompok hak LGBTQ+ menyoroti stigma sosial yang memperburuk situasi. Tagar #IntanRey dan #PernikahanSesamaJenisMalang menjadi trending di Twitter Indonesia, menandakan tingginya minat publik terhadap kasus ini.
Secara hukum, pernikahan sesama jenis belum diakui di Indonesia, sehingga upaya pernikahan siri tidak memiliki dasar legal. Polisi menegaskan bahwa mereka akan menelaah dokumen pernikahan siri, bukti transfer, serta kesaksian saksi untuk menentukan apakah terdapat unsur penipuan, pemalsuan identitas, atau pelanggaran lainnya. Koordinasi dengan Polres Batu juga tengah dipertimbangkan mengingat laporan tambahan dari Rey mengenai kasus yang berbeda.
Kasus ini mencerminkan kompleksitas isu gender, identitas, dan motivasi ekonomi dalam konteks budaya Jawa Timur. Sementara proses hukum masih berjalan, masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan akhir. Hingga kini, tidak ada keputusan pengadilan yang dikeluarkan, dan kedua belah pihak tetap berada dalam status laporan kriminal masing-masing.