Liput – 09 April 2026 | BPJS Ketenagakerjaan kembali menegaskan komitmen transformasi digitalnya lewat pembaruan layanan Lapak Asik yang kini dilengkapi dengan fitur antrean online terjadwal. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih praktis, nyaman, dan efisien, sekaligus mengurangi kepadatan di kantor cabang.
Fitur antrean online memungkinkan peserta memilih metode layanan yang paling sesuai, baik melalui video call maupun kunjungan langsung ke kantor. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang, Noviana Kartika Setyaningtyas, menjelaskan bahwa sistem akan menampilkan jadwal kedatangan atau estimasi waktu pelayanan, sehingga peserta tidak perlu bangun pagi atau menunggu lama.
Berikut langkah‑langkah pendaftaran layanan Lapak Asik yang dapat diakses secara daring:
- Akses portal resmi Lapak Asik melalui situs BPJS Ketenagakerjaan.
- Isi data diri lengkap, termasuk NIK, nama, dan nomor kepesertaan.
- Pilih jenis layanan klaim, misalnya JHT karena resign, PHK, atau pensiun.
- Unggah dokumen pendukung seperti KTP, kartu peserta, dan surat keputusan.
- Setelah verifikasi, sistem akan mengirimkan jadwal layanan yang dapat dipilih secara online.
Dengan antrean berbasis jadwal, proses klaim JHT menjadi lebih terstruktur. Peserta dapat memantau status pengajuan secara real‑time, sehingga transparansi meningkat dan risiko penumpukan antrean berkurang secara signifikan.
Selain klaim JHT, Lapak Asik juga melayani permintaan informasi program, pengaduan, dan pertanyaan umum terkait jaminan sosial ketenagakerjaan. Semua layanan dapat dimulai dari smartphone, memperluas akses bagi peserta di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang masih memiliki keterbatasan jaringan.
Pembaruan ini tidak berarti layanan konvensional ditinggalkan. Sebaliknya, BPJS Ketenagakerjaan mengadopsi konsep New Service Blueprint (NSBP) yang memadukan pengalaman offline dan online. Fasad kantor cabang pun mengalami perombakan menjadi lebih modern, dengan interior yang terang dan frontliner yang lebih ramah, memperkuat brand equity lembaga.
Menurut Noviana, “Dengan konsep daftar online, datang sesuai jadwal, dan selesai tepat waktu, layanan ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih cepat, praktis, dan efisien bagi peserta.” Pernyataan tersebut mencerminkan upaya lembaga untuk mencapai target universal coverage 70 juta peserta pada tahun 2026, mengingat jumlah peserta saat ini masih di bawah 40 juta.
Para pakar menilai bahwa digitalisasi layanan publik seperti Lapak Asik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kepercayaan (trust) dan loyalitas (loyalty) peserta. Pendekatan simbolik melalui perubahan fasad kantor dan penyediaan layanan tanpa kontak fisik menciptakan persepsi positif yang dapat memotivasi lebih banyak pekerja untuk mendaftar.
Implementasi antrean online juga memberikan kepastian waktu layanan, yang sangat penting bagi pekerja dengan jadwal kerja padat. Sistem ini menampilkan estimasi waktu pelayanan secara otomatis, memungkinkan peserta mengatur agenda pribadi tanpa harus menunggu berjam‑jam di loket.
Secara keseluruhan, Lapak Asik yang kini dilengkapi antrean online menjadi solusi modern yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat digital‑savvy. Layanan ini tidak hanya mempercepat proses klaim JHT, tetapi juga meningkatkan transparansi, mengurangi beban administratif, dan memperkuat citra BPJS Ketenagakerjaan sebagai institusi yang responsif terhadap perubahan zaman.
Dengan kombinasi teknologi, redesign fisik, dan fokus pada pengalaman pengguna, diharapkan layanan ini dapat menjadi model bagi instansi publik lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.