Liput – 12 April 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat posisinya sebagai pionir layanan digital di Indonesia lewat inisiatif terbaru Telkom Solution. Inisiatif ini menitikberatkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menyasar pasar Business-to-Business (B2B) yang masih memiliki ruang pertumbuhan luas. Pada pertemuan pers yang diadakan di Jakarta, para eksekutif Telkom menegaskan bahwa AI bukan sekadar tren, melainkan aset strategis yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkaya insight bisnis, serta mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Venusiana, menjelaskan bahwa Telkom Solution kini memfokuskan diri pada tiga pilar layanan unggulan: Connectivity+, Cyber Security, dan Artificial Intelligence. “Kami berkomitmen menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar B2B saat ini, memastikan setiap pelanggan mendapatkan solusi terbaik untuk mempercepat digitalisasi mereka,” ujar Venusiana.

OVP Enterprise Marketing & Regional Management, Reni Yustiani, menambahkan bahwa potensi pasar B2B di Indonesia masih sangat terbuka. Data internal Telkom menunjukkan bahwa di segmen swasta terdapat sekitar 136 grup usaha atau konglomerasi bisnis dengan jaringan afiliasi lebih dari 4.800 yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Selain itu, Telkom Solution siap mendukung digitalisasi pada 12 klaster Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 48 kementerian, 120 lembaga pemerintah pusat, serta 553 pemerintah daerah.

Baca juga:

Berikut rincian fokus layanan Telkom Solution:

Baca juga:
  • Connectivity+: layanan konektivitas end-to-end yang mengintegrasikan SD‑WAN, cloud, data center, dan layanan TI untuk memperkuat kapabilitas operasional pelanggan B2B.
  • Cyber Security: solusi keamanan data pribadi (PDP) dan perlindungan digital multi‑layered yang dikembangkan bersama mitra teknologi global.
  • Artificial Intelligence: platform AI berbasis use‑case yang memberikan insight mendalam, meningkatkan produktivitas, dan menurunkan biaya operasional.

Implementasi AI di Telkom Solution tidak hanya terbatas pada layanan internal. Telkom secara aktif mengembangkan aplikasi AI yang dapat dipakai oleh klien BUMN maupun swasta, mulai dari analisis prediktif untuk manajemen rantai pasok hingga sistem deteksi anomali pada jaringan. Hal ini sejalan dengan tren nasional di mana lulusan non‑teknik seperti akuntansi, manajemen, dan data science semakin diminati oleh BUMN untuk mengisi posisi strategis yang membutuhkan kemampuan analitis dan digital.

Baca juga:

Selain fokus bisnis, Telkom juga memperluas jejaknya di arena sosial dan olahraga. Melalui Telkom Netball League yang baru kembali digelar di Durban, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sportivitas dan pemberdayaan komunitas. Keikutsertaan dalam liga netball menambah dimensi corporate social responsibility (CSR) Telkom, sekaligus menampilkan brand perusahaan di panggung internasional.

Baca juga:

Penguatan layanan AI Telkom berpotensi mempercepat adopsi teknologi di sektor publik. Dengan dukungan AI, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan layanan publik, misalnya melalui analisis data kependudukan untuk perencanaan infrastruktur atau penggunaan chat‑bot berbasis AI untuk meningkatkan respons layanan masyarakat. Di sisi BUMN, AI membantu meningkatkan produktivitas operasional, mengurangi biaya, dan membuka peluang inovasi produk baru.

Baca juga:

Secara keseluruhan, strategi Telkom Solution mencerminkan visi jangka panjang perusahaan: menjadi ekosistem digital terintegrasi yang melayani seluruh spektrum ekonomi Indonesia. Dengan menggabungkan konektivitas yang handal, keamanan siber yang kuat, dan kecerdasan buatan yang canggih, Telkom menyiapkan landasan bagi Indonesia untuk bersaing di era industri 4.0.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara Telkom, BUMN, dan sektor swasta akan semakin intensif, menciptakan sinergi yang mempercepat transformasi digital nasional. Pendekatan berbasis data dan AI ini tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui layanan publik yang lebih responsif dan efisien.