Empat Calon Kuat Pelatih Baru Timnas Italia: Dari Liga Lokal Hingga Tantangan Timur Tengah

Liput – 09 April 2026 | Setelah kegagalan dramatis Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya beruntun, federasi sepak bola negara tersebut, FIGC, berada di bawah tekanan besar untuk mengangkat pelatih baru yang dapat mengembalikan kejayaan Azzurri. Pengunduran diri Gennaro Gattuso dan pergantian presiden FIGC yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 membuka peluang bagi beberapa nama besar, baik yang berkarier di liga domestik maupun yang telah menorehkan prestasi di luar Eropa. Berikut empat kandidat terkuat yang kini menjadi sorotan utama.

1. Antonio Conte – Napoli (Serie A)

Antonio Conte kembali menjadi favorit utama. Mantan pemain Juventus dan pelatih yang pernah memimpin Timnas Italia antara 2014 hingga 2016 ini masih menjabat sebagai pelatih Napoli, dengan kontrak yang akan berakhir pada musim 2025‑26. Konten memiliki reputasi taktik yang disiplin dan kemampuan memotivasi pemain. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, menyatakan tidak akan menghalangi Conte bila ia memutuskan melanjutkan karier di tingkat internasional setelah musim berakhir. Dukungan dari tokoh penting FIGC, termasuk Giovanni Malagò dan Giancarlo Abete, menambah peluangnya untuk kembali mengemban tugas melatih Gli Azzurri.

2. Massimiliano Allegri – Juventus (Serie A)

Massimiliano Allegri, yang telah mengantarkan Juventus meraih gelar Serie A dan berkompetisi kuat di Liga Champions, juga disebut sebagai kandidat kuat. Meskipun belum secara eksplisit menyatakan minat, keberhasilannya dalam mengelola skuad bintang serta pengalaman di kompetisi Eropa membuatnya dipertimbangkan sebagai opsi stabil yang dapat memperbaiki struktur tim nasional.

3. Roberto Mancini – Italia (Pengalaman Internasional)

Roberto Mancini, yang sebelumnya memimpin Timnas Italia ke final Euro 2020, tetap menjadi nama yang tak bisa diabaikan. Setelah mengakhiri masa jabatannya di Serie A, Mancini tetap aktif dalam dunia sepak bola dan memiliki jaringan luas di dalam dan luar negeri. Keahliannya dalam mengoptimalkan taktik ofensif serta pemahaman mendalam tentang mentalitas pemain Italia menjadikannya pilihan yang menarik untuk mempersiapkan Azzurri menuju Euro 2028 dan turnamen besar selanjutnya.

4. Vincenzo Montella – Galatasaray (Turki)

Vincenzo Montella, mantan penyerang legendaris Roma, kini melatih Galatasaray di Liga Super Turki. Keberhasilannya membawa tim ke posisi atas klasemen dan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa menandakan kemampuan adaptasi di lingkungan non‑Eropa. Karena Turki secara geografis berada di persimpangan antara Eropa dan Timur Tengah, Montella dianggap sebagai sosok yang dapat memperkenalkan perspektif taktik baru serta menghubungkan Italia dengan jaringan sepak bola di wilayah tersebut. Pengalaman melatih di liga luar negeri juga dapat membantu Italia dalam menyiapkan pemain yang terbiasa menghadapi gaya permainan beragam.

Keempat kandidat ini mencerminkan spektrum luas dari pengalaman: dari kepemimpinan di Serie A, keberhasilan internasional, hingga pengetahuan tentang sepak bola di luar benua. FIGC dihadapkan pada pilihan strategis: apakah akan mengangkat pelatih yang sudah familiar dengan budaya sepak bola Italia seperti Conte atau Mancini, ataukah memberi kesempatan kepada sosok yang telah mengasah taktik di liga asing seperti Montella.

Selain keempat nama utama, media Italia juga sempat menyinggung nama-nama lain seperti Pep Guardiola, yang walaupun bukan warga Italia, memiliki reputasi dunia yang tak diragukan. Namun, fokus utama tetap pada kandidat yang memiliki kedekatan emosional dengan Timnas Italia dan dapat mengembalikan rasa percaya diri publik setelah kegagalan berulang.

FIGC diperkirakan akan menunda keputusan final hingga pemilihan presiden selesai pada 22 Juni 2026. Sementara itu, dua laga persahabatan pada awal Juni akan ditangani oleh pelatih interim, memberikan sedikit ruang bagi kandidat untuk mempresentasikan visi mereka secara langsung kepada federasi.

Secara keseluruhan, proses pencarian pelatih baru Timnas Italia menandai fase kritis dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Pilihan yang diambil tidak hanya akan memengaruhi performa di Euro 2028, tetapi juga menentukan arah pengembangan generasi muda yang menjadi tulang punggung Azzurri di masa depan.

Dengan tekanan publik yang tinggi dan harapan untuk kembali bersaing di panggung dunia, empat kandidat di atas menjadi sorotan utama. Siapa yang akan terpilih, dan apakah keputusan tersebut dapat mengembalikan kejayaan Italia, akan menjadi pertanyaan yang menjawab perjalanan FIGC ke depan.