Liput – 08 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Persija Jakarta kembali berada di pusat sorotan usai kekalahan 1-3 melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung. Kekalahan tersebut memperlebar jarak poin dengan pemuncak klasemen, namun pelatih Mauricio Souza dan gelandang muda Rizky Ridho menegaskan keyakinan tim untuk memutuskan rekor kebobolan Bhayangkara dan kembali bersaing di puncak Super League 2025/2026.
Menurut pernyataan Mauricio Souza, yang kini berusia 52 tahun, timnya melakukan “kesalahan fatal” terutama pada menit ke-49 melawan Borneo FC serta kegagalan mengamankan poin melawan Dewa United. “Tim yang ingin menjadi juara tidak boleh membiarkan poin terbuang begitu saja,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada pekan berikutnya menjadi ujian penentu bagi Persija untuk mengembalikan momentum.
Di sisi lain, Rizky Ridho, pemain sayap kanan yang baru saja menembus skuad utama, menyuarakan optimisme yang sama. “Kami tahu potensi kami, dan kami siap memberikan penampilan maksimal melawan Persebaya. Jika kami dapat menahan serangan Bhayangkara dan memperbaiki pertahanan, rekor kebobolan mereka dapat kami putuskan,” ujar Rizky dalam konferensi pers singkat setelah latihan sore.
Sementara itu, pelatih Mauricio Souza tidak hanya menyoroti masalah taktik, namun juga mengumumkan perubahan penting pada lini belakang. Cyrus Margono, kiper muda yang baru bergabung, melakukan debut resmi pada laga melawan Bhayangkara FC. Meskipun tim tetap mengalami kebobolan, penampilan Margono dianggap menjanjikan. “Dengan distribusi bola yang matang, Cyrus memiliki fondasi kuat sebagai kiper modern. Kami akan terus mengasah keberanian dan penguasaan bola udaranya,” kata Souza.
Evaluasi pasca laga menyoroti tiga area utama yang harus diperbaiki Persija: 1) konsistensi pertahanan di menit-menit krusial, 2) pengambilan keputusan dalam fase serangan balik, dan 3) koordinasi antara lini tengah dan lini depan. Mauricio menegaskan bahwa klub telah menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan, termasuk analisis video dan program kebugaran khusus.
Jadwal kompetisi yang tersisa masih memberi peluang bagi Persija untuk mengejar ketertinggalan. Berikut adalah beberapa pertandingan penting yang akan datang:
- 07 April 2026 – Persija vs Persebaya Surabaya (Kandang)
- 14 April 2026 – Persija vs Borneo FC (Luar)
- 21 April 2026 – Persija vs Persib Bandung (Kandang)
Jika Persija mampu mengamankan setidaknya tiga poin dalam tiga laga tersebut, jarak dengan Borneo FC dan Persib dapat dipersingkat secara signifikan.
Secara statistik, Bhayangkara FC mencatat rekor kebobolan tertinggi musim ini dengan rata-rata 2,1 gol per pertandingan. Persija menargetkan untuk menurunkan angka tersebut dengan menambah intensitas pertahanan zona 4-5 serta menekankan pressing tinggi saat lawan menguasai bola. Rizky Ridho menambahkan, “Kami akan menekan lawan sejak awal, tidak memberi ruang bagi Bhayangkara untuk membangun serangan.
Para penggemar Persija, yang dikenal dengan sebutan Jakmania, memberikan dukungan penuh melalui media sosial. Banyak yang menyoroti kebutuhan akan penggantian Andritany Ardhiyasa dan menyarankan Cyrus Margono sebagai pilihan utama. Manajemen klub menanggapi dengan menegaskan bahwa keputusan final akan didasarkan pada performa latihan dan pertandingan.
Dengan semangat yang masih menyala, Mauricio Souza menutup konferensinya dengan keyakinan bahwa peluang juara masih terbuka selagi secara matematis masih memungkinkan. “Kami akan terus berjuang hingga pertandingan terakhir musim ini,” pungkasnya. Persija kini berada pada titik kritis: mengubah kekalahan menjadi pelajaran, memperbaiki lini pertahanan, dan mengembalikan kepercayaan diri yang diperlukan untuk menghentikan rekor kebobolan Bhayangkara FC serta meraih gelar juara yang telah lama diidam-idamkan.