Liput – 07 April 2026 | Sejak kepergian Vidi Aldiano pada awal bulan Maret 2026, suasana duka masih menghantui keluarga Aldiano, terutama sang ayah, Harry Kiss. Di tengah gelombang doa dan pesan hangat yang mengalir dari warganet, Harry berusaha menyeimbangkan antara mengungkapkan rasa terima kasihnya dan menjaga kepekaan terhadap anggota keluarga lainnya, termasuk menantu dan sahabat dekatnya, Sheila Dara.
Harry menegaskan bahwa setiap doa yang dikirimkan kepada Vidi menjadi penyemangat baginya. “Saya berterima kasih pertama kepada yang mendoakan Vidi. Yang mengirimkan Al‑Fatihah, mendoakan dia baik‑baik saja di sana, mendoakan dia dapat tempat yang baik,” ujarnya pada Senin, 6 April 2026 di kawasan Veteran, Jakarta Selatan. Ia menambahkan bahwa komentar unik dari netizen, seperti cerita kolaborasi virtual atau mimpi lucu tentang Vidi, menjadi obat rindu yang menenangkan hatinya.
Namun di balik rasa haru tersebut, Harry juga harus berhati‑hati dalam berkomunikasi dengan Sheila Dara, menantu yang baru saja bergabung dalam keluarga Aldiano. Sheila, yang dikenal aktif di media sosial dan memiliki basis penggemar tersendiri, menjadi sorotan publik. “Saya ingin memastikan setiap kata yang saya ucapkan tidak menyinggung perasaan Sheila atau menimbulkan kesalahpahaman,” kata Harry sambil menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga yang masih berduka.
Untuk menghormati keinginan keluarga, Harry menolak tradisi hitungan hari seperti 40 atau 30 hari setelah wafat. “Di keluarga kami tidak ada istilah 40 hari, 30 hari, atau seminggu. Pokoknya kalau ada waktu ya kita berdoa,” jelasnya. Dengan pertimbangan logistik dan kenyamanan, keluarga memutuskan menggelar acara doa bersama di Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir, sekitar sepuluh hari ke depan. Lokasi masjid dipilih karena memiliki area parkir yang luas, menghindari kendala yang pernah dialami ketika ribuan pelayat berkumpul di rumah keluarga.
Acara doa bersama itu tidak hanya terbuka bagi kerabat dekat, tetapi juga bagi para penggemar setia Vidi, yang dikenal sebagai “Vidies“. Harry mengungkapkan bahwa mereka akan menyediakan layanan streaming via Zoom untuk menjangkau penggemar di luar kota. “Kemarin saja ada lebih dari 900 orang yang menonton lewat Zoom, dan kami berencana menambah kuota sampai tiga ribu orang,” katanya.
Berbagai pesan netizen yang dibacanya Harry menjadi sumber kekuatan. Ia menyebutkan contoh komentar yang membuatnya tersenyum: “Ada yang mimpi Vidi jadi masinis kereta, ada yang mengimajinasikan konser kolaborasi dengan musisi ternama. Semua itu memberi warna tersendiri dalam masa berkabung kami,” ujar Harry.
Di tengah upaya menyiapkan doa bersama, Harry tetap mengingatkan diri untuk bersikap sensitif terhadap Sheila. Ia menambahkan, “Sheila sudah menjadi bagian dari keluarga, dan saya ingin dia merasa dihargai. Karena itu, setiap keputusan acara, termasuk pilihan masjid dan format Zoom, kami diskusikan bersama agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi beliau.”
Rencana doa bersama ini diharapkan dapat menjadi momen kolektif yang tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga menyatukan ribuan hati yang merindukan Vidi. Harry menutup dengan harapan bahwa doa-doa yang terucap akan menjadi penyejuk bagi jiwa Vidi dan memberikan ketenangan bagi seluruh keluarga Aldiano.